
♡♡♡♡♡♡♡♡
setelah di periksa semuanya baik baik saja, calon bayi aku sehat dan super aktif, karna ini sudah masuk tujuh bulan, dan beberapa hari lagi kami akan melakukan acara tujuh bulanan. lalu setelah itu aku pun keluar dari ruangan dokter dan menelpon mas rifqi agar datang menjemputku, karna tadi aku lupa mengabari dia kalau aku sudah sampai di rumah sakit, "aduh,, pasti mas rifqi khawatir karna aku tidak menelponnya tadi, gumamku sambil menelponnya, tapi anehnya ketika telpon tersambung, suara nada deringnya seperti ada di sekitarku, "kok nadanya seperti nada ponselnya mas rifqi ya, batinku. lalu berbalik melihat ke sekitar dan ternyata memang betul nada ponselnya mas rifqi, "mas rifqi,, seruku.
"mas kok sudah ada di sini? padahal barusan aku nelpon supaya mas rifqi jemput aku, ucapku.
tapi mas rifqi masih tetap diam, dia seperti mengatur suasana hatinya, "maaf ya mas,, tadi aku lupa mengabari mas, pasti mas sangat khawatir ya, sampai datang kesini menghampiri ku, ucapku lagi
"ga apa2 sayang, yang penting kamu tidak apa2, tapi lain kali kamu gak boleh lupa untuk mengabari mas ya, karna mas itu sangat mengkhawatirkan kamu, kalau tidak ada kabar darimu mas jadi gak bisa berpikir dengan jernih, karna pikiran mas itu sudah entah kemana2, dan kepikiran aneh2 yang tidak baik sayang...
jawabnya tanpa jeda."maaf mas,, aku janji lain kali gak akan lupa, ucapku merasah bersalah pada mas rifqi.
"ya udah ayo kita pulang, gimana tadi kata dokter, apa calon bayi kita baik2 saja kan? tanya mas rifqi mengalihkan pembicaraan, "alhamdulillah baik mas, dia sangat sehat dan super aktiv, jawabku.
dan masuk ke mobil, ketika di perjalanan aku melihat ada penjual rujak di pinggir jalan dan meminta mas rifqi untuk membelikannya, mas rifqi pun langsung menuruti keinginanku, "ya udah kamu tunggu di sini ya, biar mas belikan bentar, ucapnya.
akupun menunggu mas rifqi dengan sabar, tapi sudah lama menunggu mas rifqi tak kunjung datang, lalu aku keluar dari mobil dan melihat kearah mas rifqi yang sedang antri membeli rujak, mas rifqi yang melihatku keluar dari mobil langsung menghampiriku, "kenapa keluar sayang, maaf lama, masih ngantri, mas gak tega nyerobot para emak2 yang beli, jawabnya.
"ya udah kalau gitu biar aku ikut aja belinya mas, mungkin setelah melihat aku mereka akan segera ngerti, ucapku.
"tapi sayang, bahaya kalau kamu ikut, gak apa menunggu lama asal kamu aman di sini, ucap mas rifqi khawatir.
"tapi mas, aku udah kepengen banget, jawabku masih ngeyel banget.
"ya udah ayo, ucap mas rifqi pasrah.
__ADS_1
"kamu itu ya memang keras kepala banget, gak bisa di bilangin. lalu mas rifqi pun menggandengku dan kami pun pergi menghampiri kang rujak, "pak rujaknya ya, ucapku ketika kami sampai,
"iya neng, istrinya ya neng? tanya kang rujak. "iya pak, dari tadi nungguin suami saya beli rujaknya, tapi gak datang2, jawabku membuat ibu2 yang ada di sana seperti merasa bersalah, "udak pak, buatin buat mbak ini aja dulu, kalau kami mah bisa nunggu, ucap salah satu ibu2 yang ada di sana, "baik bu' ucap kg rujak.
"ini neng, maaf ya neng udah nunggu dari tadi, ucap kang rujak. "gak apa2 pak, makasih ya, ucap mas rifqi.
ketika ingin kembali ke mobil mas rifqi menerima telpon dari seseorang, kami berjalan seiringan, dan mas rifqi masih asik nelpon, dan mas rifqi juga tidak menyadari kalau dia sudah melepaskan tangannya dariku, aku yang sedang asik makan rujak tidak memperhatilan jalan sama sekali, karna sudah merasa aman ada di sampingnya mas rifqi.
tapi ketika aku mendengar suara para ibu2 yang berteriak ke arahku, terakhir suaranya mas rifqi memanggilku dengan sangat keras sambil berlari mendekatiku, tapi aku tidak mendengar dengan jelas apa yang mas rifqi ucapkan, aku yang tidak tau apa2 menoleh dan melambaikan tangan pada mas rifqi sambil tersenyum,
"sayang,,, awaas,, hati2 jangan menyeberang ada mobil,,, teriaknya.
lalu aku pun menoleh kebelakang dan
"aaaah,,, teriakku, dan seketika hanya kegelapan yang aku lihat,
"sayang, bangun sayang, kamu pasti bisa, kamu kan wanita tangguh, kamu gak boleh menyerah, ingat ada alikha dan mami menunggu kita di rumah sayang, bangun ayo bangun,, teriaknya.
tidak berapa lama ambulan pun sampai, mas rifqi langsung mengangkatku dan membawaku masuk ke dalam ambulan, dengan segera ambulan melaju dengan cepat agar aku bisa mendapatkan pertolongan, sesampainya di rumah sakit.
"dokter,, dokter,, tolong selamatkan istri dan anak saya dok, cepat dok, aku mohon dok dengan segala cara tolong selamatkan mereka berdua dokter, teriak mas rifqi.
"iya pak, bapak tunggu di sini, kami akan
segera menolong istri dan anak bapak, ucap sang dokter lalu pergi meninggalkan mas rifqi seorang diri, mas rifqi yang sangat merasa bersalah tidak bisa menjagaku dengan baik, dia duduk luruh kelantai dan menyadari kelalaiannya sebagai seorang suami,
__ADS_1
"sayang kamu harus kuat, kamu pasti bisa, mas akan selalu menunggu kamu di sini, mami,mami,, ya aku harus memberi tau mami, ucap mas rifqi berbicara sendiri, lalu dia pun menelpon mami,
begitu telpon tersambung, "halo mi' mami datang kerumah sakit sekarang ya, tapi alikha jangan di bawa' ya mi' alikha di tinggal aja sama bi'mina di rumah, ucapnya tanpa memberi tau yang sebenarnya, mas rifqi takut kalau mami jadi gak bisa pokus mau datang kerumah sakit kalau di beri tau lebih dulu,
"halo nak, memang mami ngapain harus kerumah sakit, dan kenapa harus ninggalin alikha sih? tanya mami penasaran. " ya udah yang penting mami datang aja, nanti setelah sampai baru rifqi beri tau, jawab mas rifqi lalu memutuskan sambungan telpon, lalu duduk sambil berdoa dalam hati, dan menunggu kedatangan mami.
"ya allah, selamatkan lah anak dan istri saya,, hamba tidak tau harus berbuat apa lagi ya allah,, hanya kepadamu hambamu ini meminta dan memohon,,, ya allah berikanlah aku kesempatan kedua, aku akan menjaga dan merawatnya dengan baik dan penuh kasih sayangku untuknya, Aamiin,,, batinnya meratap dan berdoa.
mami yang mendengar ucapan mas rifqi tadi, dan menyuruhnya datang kerumah sakit, jadi sangat khawatir, apalagi mas rifqi langsung mematikan ponselnya tanpa menjawab pertanyaan mami,
"sebenarnya apa yang terjadi sih? kenapa rifqi mendadak dingin begitu, dia tidak seperti biasanya, batin mami, lalu mami pun pergi menemui bi'mina dan memberi tau apa yang barusan di ucapkan rifqi, setelah itu mami pun pamit pergi, bi'mina juga sangat khawatir. "ya allah,, mudah2an tidak terjadi apa-apa, Aamiin... ucap bi'mina.
setelah beberapa saat mami pun sampai di rumah sakit, lalu mencari keberadaannya mas rifqi, "dimana sih kamu nak? batin mami, sambil mencari kesana kemari, ketika sampai, mami melihat seseorang duduk di lantai sambil bersandar kedinding, dia meletakkan kepalanya di atas kedua lututnya dan sesekali bergetar, yang mami yakini itu adalah mas rifqi,lalu mami mendekatinya dan memegang bahunya, lalu memanggil nama mas rifqi.
"Rifqi,,, ucap mami pelan tapi masih dengan kebingungannya.
mas rifqi yang di panggil pun menoleh dan langsung memeluk mami, lalu menangis histeris di pelukan mami, dan menyalahkan dirinya.
"sayang,, kamu kenapa nak? kamu kenapa nangis? ada apa dengan mikaila? mikailanya mana? apa mikaila melahirkan? tapi perkiraan mami belum saatnya mikaila melahirkan, ucap mami gak percaya, ya memang belum saatnya karna hamilnya masih tujuh bulan,
"maafin rifqi mi' rifqi gak bisa menjaga mikaila, rifqi gak becus jadi suami untuknya mi' ucap mas rifqi masih menangis, "kamu tenang dulu ya nak, ayo kamu duduk sini dulu" ucap mami menenangkan mas rifqi, setelah mas rifqi tenang baru mami bertanya lagi, "ya udah sekarang kamu coba bicara dengan baik, apa yang terjadi? tanya mami lagi.
♡apakah mikaila akan selamat atau tidak ya??
bagaimana menurut kalian,
__ADS_1
silahkan di komen yaa😊😊