
♡♡♡♡♡♡♡♡
sebelum tidur azzam dan karina memilih beberapa nama bayi yang cantik, untuk nama bayi mereka.
"aduh mas, aku bingung mau pilih yang mana, ini semua cantik-cantik banget, gimana kalau yang ini mas? AFIFAH, artinya yang menjaga kesucian diri, gimana mas? apa mas suka? atau mas punya nama sendiri?
ucap karina sambil menanyakan azzam mana tau dia ada keinginan ingin membuatkan nama untuk calon putri mereka.
"Afifah... gumam azzam mengulang ucapan karina. "ya udah ya ini aja sayang, kayaknya cocok deh buat anak kita nanti, manggilnya juga gampang, mas suka" jawqb azzam dengan senang.
"ya udah dieal ya mas, nama calon anak kita AFIFAH" ucap karina memastikan.
"Ok sayang, ya udah sekarang kita tidur aja yuk, ini sudah larut malam" ucapnya.
setelah itu mereka pun tidur dengan nyenyak.
di persetiga malam karina terjaga, dia merasakan tempat tidurnya basah, padahal tidak ada hujan atau dia pun tidak meletakkan air minum di meja samping tempat tidurnya,
"kenapa tempat tidur aku basah ya? batinnya. lalu dia pun memeriksa sekitar tidak ada yang aneh.
karina pun beranjak dari tempat dia berbaring dan memeriksanya. tapi hanya tempat dia saja yang basah, "apa tadi aku mimpi buang air kecil di kamar mandi ya? truss bangun2 ternyata di tempat tidur" gumamnya lagi bermonolog seorang diri.
dia pun memeriksa air yang membasahi pakaiannya.
"tapi ini tidak seperti air, ini seperti agak berlendir, apa aku akan segera melahirkan ya? atau ada terjadi sesuatu pada bayi ku? batinnya khawatir. lalu dia pun berdiri dari tempat duduknya, ketika berdiri makin banyak air yang keluar. karna panik dia pun berteriak membangunkan suaminya. "aaak,, mas bangun mas, aku tidak tau apa yang terjadi pada kandunganku mas, kenapa ada begiru banyak air yang keluar. ucap karina khawatir.
"kamu kenapa sayang? kenapa kamu berteriak tengah malam seperti ini hem?? apa ada yang sakit hem? tanya azzam. khawatir dan kaget juga ketika mendengar karina berteriak.
"sepertinya ada terjadi sesuatu pada bayi kita mas" ucapnya.
"bukan sayang, tapi sepertinya kamu mau melahirkan, ini kan sudah bulannya kamu melahirkan, kamu tunggu bentar ya biar mas telpon mami dulu"
"gak usah beri tau mami dulu mas, aku kan belum merasakan sakit sama sekali, ini masih seperti biasanya aja"
"ya udah kalau gitu mas telpon ibu aja ya, supaya besok pagi mereka bisa langsung berangkat" ucap azzam.
__ADS_1
"iya mas, lebih baik ibu saja, sekalian mas tanyain apa yang aku alami sekarang, ibu pasti lebih tau ataupun lebih paham"
ucap karina menyetujui ucapan azzam.
"apa memang kamu gak merasakan sakit sedikitpun? tanya azzam kembali untuk memastikan keadaan istrinya tersebut.
"iya mas,, masa' aku bohong, ini beneran"
"ya udah mas telpon ibu dulu ya..
azzam sudah menelpn sampai 2kali, tapi belum di angkat juga, tapi azzam tak menyerah dia kembali menelpon untuk yang ketiga kalinya, tak berapa lama telponnya pun diangkat.
"halo assalamualailum bu,,, salamnyaa
"wa'alaikum salam nak, ini ayah bukan ibu, ada apa kamu menelpon tengah malam seperti ini? apa ada terjadi sesuatu?
tanya ayahnya khawatir.
"oh ini yah, sepertinya menantu ayah akan segera melahirkan, makanya itu aku menelpon sekarang, oh iya yah, ibu dimana? apa ibu sedang tidur ya? aku ingin bertanya sesuatu pada ibu" ucap azzam pada ayahnya
"bu, bu, bangun bu, ini ada telpon dari azzam"
"ada apa ayah,, membangunkan ibu tengah malam seperti ini?
"ini telpon dari azzam, katanya menantu kita akan segera melahirkan, nih ngomong sama azzam" ucapnya lalu memberikanponsel kepada sang istri.
istrinya yang mendengar menantunya akan segera melahirkan sangat senang, dan juga khawatir.
"halo nak, apa keadaan karina baik2 saja, apa kalian sudah pergi kerumah sakit? apa yang di keluhkan karina? tanyanya beruntun tanpa memberikan azzam ruang untuk bicara. sementara suaminya hanya geleng2 kepala melihat istrinya yang terlalu berlebihan.
"kalau ibu bertanya terus, kapan azzamnya bicara, udah ibu coba dengarkan saja apa kata azzam" saran suaminya.
azzam dan karina yang mendengar percakapan orang tua tersebut hanya terseyum bahagia. segitu khawatirnya kah ibu kepada karina.
"kamu aja yang bicara sama ibu sayang, mas bingung gimana mau ngomongnya"
__ADS_1
" ya udah gak apa2 mas, sini biar aku bicara sama ibu" ucapnya meraih ponsel dari tangannya azzam.
"ibu, ibu jangan terlalu khawatir, karina baik2 saja kok, sekarang aku lagi tiduran, yang karina ingin tanyain, dari tadi ada air yang keluar bu, tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali, itu kenapa ya bu? ucapnya menjelaskan.
"oh,, air yang keluar itu air ketuban nak, ibu juga pernah mengalaminya waltu melahirkan zihan, setau ibu yang pernah ibu rasakan, itu memang tidak tersa sakit, tapi nanti lama kelamaan kamu pasti akan merasakan sakit juga, sakitnya akan bertahap, awal2nya hanya sakit sebentar, terus setelah itu sakitnya akan terasa agak lama, misalnya selama 1menit, terus 2menit dan 5menit dan begitulah seterusnya sampai akhirnya proses kelahiran anak, kita akan terus merasakan sakit yang tak terhingga nak, tapi kamu harus pokus untuk bisa melahirkan anak kamu, jangan mikirin hal2 yang lain, bayangin saja setelah kamu melahirkannya kamu akan bisa melihat wajah dan bisa memangkunya, kamu yang kuat ya sayang, besok pagi ibu sama ayah akan langsung berangkat" ucap ibunya panjang lebar menjelaskan semuanya.
"iya bu, makasih ya atas nasehatnya, karina juga sudah tidak sabar ingin melihat wajah mungil anak kami bu, ibu do'ain aja semoga persalinannya lancar" ucap karina. setelah mendengar perkataan ibu mertuanya dia sekarang sudah mengerti.
karina pun memberikan ponsel kepada suaminya. "ibu sama ayah besok hati2 dijalan ya, kalau sudah berangkat jangan lupa kabari azzam ya bu, semoga sampai dengan selamat" ucap azzam.
"iya nak, kamu harus selalu ada di samping karina ya, jangan pernah meninggalkannya kalau bukanndengan hal yang sangat penting, agar kamu bisa tau bagaimana pengorbanan seorang perempuan, ya udah ibu tutup dulu ya" ucapnya lalu memutuskan sambungan telpon.
sementara karina berdiri dari tempat tidurnya, dia mengambil handuk ingin segera mandi, "sayang kamu mau kemana? tanya azzam heran.
"aku mau mandi mas, ini semua harus aku bersihkan" lalu bergegas kekamar mandi.
"tapi sayang ini masih jam 3lewat, nanti kamu bisa sakit loh" ujarnya khawatir.
"ga apa2 mas, seperti kata ibu tadi mumpung belum sakit aku masih bisa melakukan kegiatan, nanti kalau sakitnya gak berhenti2 aku gak bakalan bisa ngapa2in, bahkan untuk makan aja aku ga bakalan sanggup" ucapnya berlalu meninggalkan azzam.
azzam yang sudah mengerti ucapan istrinya, langsung bergegas mengikuti karina ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk karina mandi, "jangan mandi air dingin sayang, ini mas siapkan air hangat ya"
"makasih ya mas" ucap karina bahagia dwngan perhatiannya azzam.
lalu azzam keluar untuk menyiapkan makan untuk istrinya dan dia juga,
begitu karian keluar dari kamr mandi dia mememukan azzam sudah menyediakan pakaian untuknya.
karina yang melihat itu pun tersenyum bahagia, "ternyata mas azzam sangat peka ya" batinnya lalu berpakaian dengan lengkap.
setelah itu dia pun mencari keberadaan suaminya, karna dia gak melihat suaminya ada di kamar. "mas azzam kemana ya? mas.. mas... kok ada aroma masakan ya? apa mas azzam sedang di dapur? batinya.
lalu karina pun keluar dari kamar dan mencari dari arah mana aroma tersebut.
"mas sedang apa? tanya karina ketika melihat suaminya sedang menyiapkan peralatan makan di meja, "oh, kamu sudah selesai mandinya sayang? ayo duduk di sini, kita sarapan sayang" ajaknya lalu mempersilahkan karina duduk. "tapi....
__ADS_1
"semangat buat bunda2 yang sedang menunggu kelahiran sang buah hatinya😊😊😊😊😊😊😚😙😙