PILIHANKU

PILIHANKU
Episode 1


__ADS_3

"Ka, nanti aku ke rumah kamu ya kita main." Citra melanjutkan obrolan. "Boleh, sekalian kita nonton drama yang kemarin, kamu kan belum nonton!" Aku teringat drama yang selalu kami tonton. "Nah kalau gitu kita ke supermarket dulu buat beli cemilan." Aku menyetujui ide Citra.


Selesai makan, kami langsung pergi ke kelas. Kabar buruk, si penguntit berjalan mendekatiku dan berhenti tepat di depanku. "Menyingkir dari hadapanku!" Aku berusaha menyingkirkan Ali dari hadapanku. "Kamu yang menghalangi jalanku, harusnya kamu yang menyingkir." Tangannya menangkap tangan ku yang ingin mendorongnya agar menyingkir.


"Auuu.. Ali sakit,apa yang kamu lakukan lepasin gak!" Tanganku di cengkram kuat olehnya. Aku berusaha untuk melepaskannya, sampai kak Adam datang. "Ada apa ini, Ali jangan kasar pada wanita!" Genggamannya terlepas saat kak Adam memarahinya. "Memangnya kenapa? Apakah ada masalah?"


Sepertinya mereka akan bertengkar.

__ADS_1


"Ali, sudahlah jangan terbawa emosi." Aku mencoba untuk menenangkan Ali agar tidak bertengkar dengan kak Adam. "Kamu jangan ikut campur, ini urusan laki-laki." Mau main kasar ya, coba saja kalau berani!"


Apa aku bilang mereka bertengkar. Aduh aku bingung harus bagaimana, Citra dari tadi hanya menonton saja. Tidak ada pilihan lain, aku harus menghentikan mereka. "Kalian sudah cukup...aahhhh." Aku terkena pukulan Ali, tepat di bagian daguku.


"Mika, kamu tidak apa-apa?"Mereka menghentikan pertengkaran dan kak Adam langsung membantuku. "Aku akan membawamu ke UKS." Kyaa sungguh sangat luar biasa, aku di gendong oleh kak Adam. Tapi ternyata aku pingsan sebelum sampai di UKS.


Aku jadi merasa bersalah, karena ku kak Adam sampai harus bertengkar dengan Ali.

__ADS_1


"Apa perlu aku susul kak Adam?" Citra berdiri. "Tidak usah bantu aku berdiri, aku ingin ke kelas." Aku memutuskan untuk kembali ke kelas.


Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengan Ali. Apa aku harus meminta maaf atau membiarkannya begitu? Tapi ini salah dia sendiri kenapa tidak mau mengalah pada cewek. Pelajaran dimulai. Ali belum kembali, entah dimana dia sekarang dia telah bolos pelajaran terakhir.


Pulangnya aku dan Citra berjalan menuju supermarket untuk membeli camilan. Tak disangka, ternyata Ali sedang diam dan minum kopi di kafe dekat supermarket. Citra mendekatinya tapi aku tidak, aku masih bingung mau bilang apa. "Hei anak mami." Terdengar Citra menyapa Ali. "Siapa yang kau maksud?"


Astaga suasananya sepertinya memburuk. "Tentu saja kamu, kemana saja kamu? Setelah berkelahi kemudian bolos sekolah dan kamu tidak meminta maaf setelah melukai Mika!" Ali tidak menanggapi Citra, dia malah mengabaikan omongan Citra. "Hei jawab aku,anak mami..." Ali memotong pembicaraan Citra. "Aku bukan anak mami!" Nada suaranya terdengar menyerahkan.

__ADS_1


Apa yang harus aku lakukan? Lebih baik aku mendekat dan memisahkan mereka. Aku berjalan lalu setelah sampai aku mulai memisahkan mereka. "Cukup Citra, jangan tanggapi dia, lebih baik kita pergi!" Citra menuruti perintahku, kamipun pergi dan meninggalkan Ali dengan secangkir kopinya.


__ADS_2