
pagi2 sekali azzam sudah terbangun karna menerima telpon dari mas rifqi, dan menyuruhnya segera datang kerumah, azzam pun segera mandi dan dia pergi kerumah mas rifqi untuk bertemu.
karina melihat azzam pagi2 sekali sudah rapi, dan melewatinya begitu saja.
awalnya karina juga masih malu untuk menyapanya, tp karna penasaran dia pun memberanikan diri untuk bertanya.
"mas mau kemana pagi2 sudah rapi? tanya karina, mendengar pertanyaan karina dia pun berhenti dan berbalik menghadap karina,
"mas mau kerumah pak bos bentar, tadi dia nelpon katanya ada yang penting, jawab azzam lalu beranjak pergi meninggalkan karina yang bingung dengan sifatnya azzam, "mas azzam kenapa sih? gak kayak biasanya, gumam karina, "memang azzam kenapa nak? tanya ibu azzam pada karina, karna dia tadi mendengar karina menyebutkan tentang azzam.
"eh, ibu sudah bangun ya, itu bu' tadi mas azzam pamit pergi keluar, katanya mau ke rumah bosnya, jawabnya.
"sudah nak, biasa kalau selesai sholat subuh ga bisa tidur lagi, tp ini kan masih jam enam, kok cepat banget azzam perginya, apa dia lupa ya kalau kita mau kerumahnya lala? ucapnya.
"mungkin ada hal yang penting kali bu'
jadi mas azzam pergi cepat supaya cepat pulang juga buu' mas azzam pasti ingat kok, ucap karina, melanjutkan pekerjaannya, lalu ibu azzam ingin membantu, tp karina melarangnya, "ibu mau ngapain di dapur? ibu itu tamu karina, jadi biar karina yang nyiapin sarapan buat kita semua bu, ibu duduk di sini aja ya, minum teh sambil nonton tivi, ucap karina lalu membawa calon mertunya keruang keluarga, lalu membuatkan teh dan cemilan untuknya.
"aduh nak, ibu ga biasa seperti ini, biasanya ibu sibuk di dapur, serunya merasa tak enak pada karina.
"ga pp bu, nanti kalau karina sudah menikah dengan mas azzam, ibu ga boleh masak lagi, karna sudah ada aku yang nyiapin semua, ucap karina lalu memeluk ibu azzam, "Aamin,,, ucap mereka berdua
dikediaman rifqiπ
paginya mas rifqi sedang mandi lalu terdengar suara ketukan, ternyata bi'mina mengetuk pintu kamar karna ada tamu yang datang, aku segera membuka pintu dan bertanya pada bi'mina,
"ada apa bi? tanya ku. "itu non, ada tamu, jawab bi'mina.
"tamu, siapa ya pagi2 udah ada tamu? gumamku, tp bisa didengar oleh bi'mina, "tamunya tuan azzam non, jawab bi'mina.
"iya bi' tolong buatkan minum ya buat tamunya, bentar lagi mas rifqi turun, ucapku.
"apa ada masalah ya? atau ada hal yang penting mungkin, gumamku.
" ada apa sayang? kok bicara sendiri? ucap mas rifqi yang baru keluar dari kamar mandi, "itu mas, ada mas azzam di depan, katanya mau bertemu sama mas, ucapku. "ooh,, azzamnya sudah datang ya, mas mau jumpai azzam dulu ya, ucapnya setelah selesai berpakaian dengan rapi, "ayah...yah... itut... rengek alikha sambil merentangkan tangannya pada mas rifqi minta digendong.
__ADS_1
"anaknya ayah,,, sama bunda dulu ya, ayah mau ketemu sama oom azzam dulu,
nanti baru sama ayah lagi ya, "ika au ayah, aaa... ucap alikha sambil menangis, dia sudah mulai pandai berbicara tp masih kurang jelas, hanya bundanya dan bi'mina yang mengerti bahasa alikha,π
"alikha ngomong apa sayang? mas gak ngerti maksutnya, tanya mas rifqi padaku, aku pun tertawa melihat mas rifqi yang tak paham dengan ucapan anaknya sendiri, "hahaha.. masak mas gak ngerti sih, tadi alikha bilang, alikha mau sama mas, jawabku sambil tersenyum.
"ooh.. mau sama ayah ya, nanti ya sayang, cuma sebentar kok, boleh kan? ucap mas rifqi sambil membuat gaya memohon pada alikha, melihat ayahnya yang memohon alikha pun mengangguk mengiyakan.
"makasih ya sayang ummahhh... mas rifqi pun pergi setelah mendapat ijin dari alikha dan mencium pipi gembulnya.
setelah keluar dari kamar dia segera menghampiri azzam di ruang tamu, "maaf sudah lama menunggu, ucap mas rifqi,
"gak lama kok bos, baru aja 30 menit, jawab azzam bermaksut menyindir bosnya.
"ya sudah kita langsung ke intinya saja, aku menyuruh kamu datang kesini hanya untuk bertanya tentang gadis yang selalu datang kerestoran itu?
"pagi setelah kalian berangkat dia datang bertanya kemana kamu pergi, awalnya aku gak memberi tau, tapi ketika melihat dia yang serius, jadinya aku memberi tau dan alamat mu juga, dan setelah kepergiannya dia ga pernah datang lagi, apa dia menyusul kamu? tanya mas rifqi penasaran.
"bos menyuruh aku datang pagi2 kesini hanya untuk menanya hal itu?
"hah... iya, dia menyusul, jawab azzam singkat dan padat tanpa bertele tele,
"apa? wah... salut aku sama tu cewek,
oh ya kayaknya aku pernah lihat ada foto dia di dompet kamu! apa kamu mengenalnya? atau.... apa dia mantan kamu? ucap mas rifqi sambil melihat ekspresinya azzam seperti apa.
"foto yang bos lihat itu, adalah foto adikku yang hilang, bukan mantan, ucap azzam dan disambut dengan mulut mas rifqi yang terbuka lebar.
"apa... berarti lala adalah adikmu yang hilang ya? tp nama adik kamu kan zihan bukan lala? ini gimana ceritanya sih, aku jadi bingung, ucap mas rifqi garuk2 kepala
"mas ayo sarapan dulu ini sudah hampir jam 7 loh, sekalian mas azzam juga ikut sarapan ya, ucapku berlalu kemeja makan setelah mengajak mereka sarapan,
"ayo kita sarapan dulu, pasti kamu belum sarapan kan, tp biasanya kamu ga mau kusuruh datang kalau bukan karna ada masalah penting, tanya mas rifqi pada azzam merasa curiga dengan sikapnya, "tidak seperti biasanya, batinya.
"tadi ngajak sarapan, sekarang nanya yang lain lagi, apa kita ga jadi sarapan nih? ucap azzam mengalihkan pembicaraan. "hahaha... ayo2 kita sarapan, nanti di bilang bos pelit lagi hahaha, ucap mas rifqi sambil tertawa.
__ADS_1
"kalian bahas apa sih qi sama azzam? kayaknya seru banget, sampai ketawanya terdengar sampai ke sini, ucap mami.
"ini loh mi azzam ngambek gak jadi di ajak sarapan, wkwkwkwkwk,,,
tawa mas rifqi pecah lagi, yang di katain hanya garuk2 kepala karna sudah di permalukan mas rifqi, mami hanya geleng2 melihat kelakuan mas rifqi,
"kamu ya qi, dari dulu ga berubah, suka banget ngerjain azzam, ucap mami lagi.
"udah zam ayo dimakan, ga usa di dengerin, "iya bu' jawab azzam.
selesai sarapan azzam memutuskan langsung pulang karna mereka akan pergi nanti, mas rifqi juga berangkat kerja dan sekalian mengantarkan mas azzam.
karna tadi azzam ga bawa mobil, restoran sama apartemennya karina searah, jadi bisa sekalian, mas rifqi masih penasaran tentang yang mereka bahas tadi, dia pun bertanya kembali selagi masih di jalan.
"terus gimana ceritanya kamu nginap di apartemennya karina? apa jangan2,,,
ucap mas rifqi sambil tersenyum nakal pada azzam. "jangan so uzon bos.. aku tu nginap di sana sama ayah ibu dan zihan juga, ucap azzam jujur.
"eh tunggu2, zihan,, apa zihan sudah ketemu? "iya, lala itu adalah zihan, ucapnya. "berarti selama ini kamu udah tau kalau lala itu zihan? tanya mas rifqi.
"awal pertama melihat lala aku sudah yakin kalau dia itu zihan, tp setelah melihat identitasnya aku jadi ragu.
dan kebetulan dia datang menyusul ke kampung, jadi ibu dan ayah melihat lala dan melihat tanda lahir zihan pada lala, dan ternyata lala itu zihan, hari ini kami akan pergi bertamu ke orang tua angkatny
jawab azzam dengan jujur.
"berarti aku ga salah dong ngasih alamat kamu sama lala, syukur deh,, akhirnya kamu ketemu juga sama adik kamu,
ucap mas rifqi merasa lega, "sudah sampai apa bos ga mampir dulu? tanya azzam.
"ga usah, nanti kelamaan ngobrol, kalian ga jadi berangkat, saya pergi dulu ya,,,
ucapnya lalu pergi meninggalkan azzam.
πππterima kasih
__ADS_1
untuk hari iniπππ