
♡♡♡♡♡
sorenya setelah pulang dari restoran, rangga memberanikan diri untuk mengajak zihan bertemu di sebuah taman melalui lewat telpon,
♡isi percakapan mereka,
"halo' assalamualaikum, ada apa ngga? tumben sore2 kamu nelpon, ucap zihan,
"halo' waalaikumsalam, iya nih, aku mau ngajak kamu ketemu, jawab rangga.
"ketemu? emang ada apa? tanya zihan, dengan bicara bersikap biasa saja, padahal dia sudah dag dig dug, dan ingin berteriak kegirangan, mendengar kata ketemu, dia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, zihan senyum2 sendiri.
"ada sesuatu yang ingin aku bicarain sama kamu, apa kamu ada waktu ngak? tanya rangga dengan degdegan juga. dia sudah mengatur kata2nya sebisa mungkin hanya untuk mengajak bertemu,"iya, aku bisa kok, jawab zihan dengan spontan karba kegirangan, dan dia pun memutuskan sambungannya terlebih dahulu karna sudah sangat malu,
zihan tidak mau kalau rangga sampai mendengarnya berteriak karna malu, rangga yang melihat sambungan telpon sudah terputus dia pun hanya tersenyum,
ketika mendengar jawabannya zihan tadi, rangga jadi lebih yakin kalau zihan memang menyukainya juga, dan membuat rangga tambah bersemangat.
malamnya setelah siap rangga langsung pergi untuk menemui zihan,
zihan juga sudah otw ke tempat tujuan mereka, belum juga ketemu zihan sudah degdegan, dia juga sangat gugup dan penasaran apa yang ingin rangga katakan.
"aduh,, kok aku jadi degdegan gini sih,, apakah angga mau nembak aku ya?
ah,, kok aku jadi Geer gini sih, gak mungkin deh, tp gimana kalau benar? gumam zihan berbicara seorang diri di taksi, supir taksi tersebut pun hanya terseyum dan geleng2 kepala melihat tingkah zihan, diperjalanan supir tersebut bertanya mau di antar kemana?
zihan pun menjawab, "ke taman deket sini pak, jawab zihan lalu kembali senyum2 sendiri.
sedangkan rangga sudah tiba lebih dulu di tempat perjanjian mereka tersebut, rangga pun duduk di salah satu bangku, sambil menunggu kedatangan zihan, rangga mengatur irama jantungnya yang bergejolak kuat karna kegugupannya, ini adalah pengalaman pertama baginya, yang dulu dimana dia menganggap orang yang jatuh cinta itu konyol, dan terlalu alay, tp sekarang dia baru mengerti bagaimana rasanya bila sedang jatuh cinta, bak dunia serasa milik berdua aja,
masih menunggu dengan setia, dan akhirnya zihan pun tiba, rangga yang melihat zihan datang menghampirinya jadi degdegan, dia sudah merasakan punggungnya berkeringat, "ya allah,,, bantu aku, gumam rangga masih dengan senyum manisnya menyambut kedatangan zihan, dia gak mau zihan sampai tau kalau dia sudah sangat gugup, padahal zihan juga merasakan hal yang sama, merasakan hal seperti itu memang biasa bagi mereka yang sedang jatuh cinta.
"Hai,, sapa rangga sambil melambaikan tangannya, "hai, maaf ya angga aku datangnya telat, kamu udah lama ya, tanya zihan. "ah,, engak apa2 kok, aku juga baru aja nyampe' jawab rangga.
__ADS_1
"ayo duduk sini, jangan cuma berdiri aja, ucap rangga menyuruh zihan untuk duduk
"iya makasih angga, oh iya, katanya kamu ngajak aku ketemu mau bicarain sesuatu, mau bicara apa ya ngga? tanya zihan langsung, karna dia memang sudah sangat penasaran apa yang ingin rangga katakan,
"oh, iya hehehe,,, cengirnya rangga sambil garuk2 kepala bingung mau mulai dari mana, karna zihan langsung menanyakan hal apa yang ingin di sampaikan,
"kok malah ketawa sih ngga? tanya zihan.
"sebenarnya,,, aku, aku,, ucap rangga gugup, dia jadi tidak tau mau ngomong apa, ketika di hadapan zihan,
"mau apa ngga? kamu jangan bikin aku tambah penasaran gini sih,, ucap zihan lagi
"aku menyukaimu, ucap rangga memberanikan diri sambil menutup matanya karna malu, dan takut di tolak oleh zihan.
mendengar pengakuan rangga membuat zihan langsung tersenyum senang,
dan juga melihat rangga masih menutup mata zihan pun bisa bebas tersenyum sepuasnya tanpa takut di lihat oleh rangga, "kamu kenapa menutup mata dari tadi ngga? tanya zihan masih belum menjawap pengakuan rangga.
"gak apa2, aku hanya tidak mau melihat wajahmu ketika kamu menolakku, agar tidak teringat terus nantinya, jawabnya.
dengan memberanikan diri zihan juga mengakui perasaannya terhadap rangga, "aku juga menyukai kamu ngga, jawab zihan masih dengan senyum manisnya, sambil menatap rangga yang perlahan membuka matanya, dan melihat zihan yang ada di hadapannya sedang tersenyum manis kepadanya. sambil melototkan matanya merasa todak percaya dengan perkataan zihan,
"kok kamu malah liatin aku gitu sih ngga, apa kamu ngak percaya ya, kata zihan.
rangga pun sadar mendengar perkataan zihan, bahwa dia tidal salah dengar,
"apa yang kamu katakan itu benar zihan? tanya rangga sekali lagi memastikan.
zihan pun mengangguk mengiyakan.
"berarti perasaan kita sama, makasih ya sudah mau menerima perasaanku, kata rangga. "sejak kapan kamu menyukaiku? tanya rangga pada zihan.
"waktu kamu datang ke rumah mami papi, di situ aku sudah merasakan ada perasaan aneh pada diriku, jawabnya zihan.
__ADS_1
"kalau kamu ngga gimana dan kapan?
"kalau aku sih, sebenarnya sudah lama menyukaimu hehehe,, jawabnya malu.
"lama,,, sejak kapan? tanyanya lagi.
"sejak sehari sebelum akad nikahnya bang azzam, waktu itu kamu sedang membantu para ibu2 di dapur yang sedang masak, aku datang kesana mengantarkan bahan2 makanan untuk di masak, di situlah aku pertama kali melihat kamu setelah hilang beberapa tahun yang lalu, aku jatuh cinta padamu dengan pandangan pertama, mulai dari hari itu aku berniat di hati ini suatu saat aku akan bisa mengatakan isi hati ini walaupun di tolak olehmu tak apa, jawab rangga panjang lebar membuat zihan tidak percaya bahwa ada seseorang menyukai sampai selama itu tanpa mengutarakan perasaannya,
zihan pun makin menyukai rangga, apa lagi rangga sudah menyukainya sejak lama, "itu sudah lama banget ngga, kenapa kamu tidak mengatakannya? dan kenapa baru sekarang aku tau? tanyanya.
"maaf,,, aku sungguh tidak berani, katanya dengan jujur sambil tersenyum malu2. "berarti kita sekarang sudah sah jadiankan? tanya zihan tersenyum.
"ya aku sih maunya gitu, tp aku sudah terlanjur janji kepada ayahnya kamu,
"kamu janji apa ngga pada ayah? kok masalah kita ada kaitannya sama ayah sih? tanya zihan tidak percaya.
"jadi gini, waktu aku mau kesinikan aku minta alamatnya bang azzam darinya, tp aku keterusan bilang sama ayah kamu kalau aku menyukaimu, belum selesai rangga menjelaskan sudah di potong oleh zihan, "apa katamu ngga? berarti ayah sudah tau gimana perasaan kamu padaku? tanyanya lagi tidak percaya.
"iya,, bukan cuma ayah kamu, tp ibu juga, zihan hanya geleng2 kepala mendengarny,
kedua orangtuanya yang terlebih dahulu mengetahui perasaan rangga terhadapnya
"jadi bagaimana tanggapan ayah sama ibu? "sepertunya mereka juga menyukai aku, karna mereka hanya melarang aku berpacaran sama kamu sebelum kamu lulus kuliah, dan ketika aku mendengar maksut dari perkataan mereka, yang menginginkan kita langsung menikah dan tanpa berpacaran, karna itu yang lebih baik bagi kita berdua, ucapnya rangga.
zihan pun tidak menyangka bahwa ayah dan ibunya juga sangat menyukai rangga, pantas saja waktu itu ayahnya menyuruh rangga datang kerumah mengantarkan titipan dari ayah ibunya, sekarang dia baru mengerti.
"jadi sekarang kita harus bagaimana? tanya zihan bingung harus apa,
"sekarang kita hanya berteman saja, setelah kamu lulus kuliah aku akan mengatakan perasaanku lagi, seperti malam ini, dan kita tidak boleh putus komunikasi selama itu, jawab rangga memberikan saran kepada zihan.
"tp bagaimana kalau ada cowok yang menyukai aku dan mengutarakan perasaannya? tanya zihan lagi ingin melihat bagaimana tanggapan rangga.
"ya kamu tidak boleh menjalin hubungan bersama laki2 lain, kita kan sudah saling tau perasaan kita masing2, jadi kita harus menjaganya, ucap rangga.
__ADS_1
"bagaimana kalau ada cewek yang sangat cantik mendekati kamu? apa kamu akan melewatkannya saja seperti itu? tanyanya
☆apakah jawaban rangga ya😁😁