
kami pun makan malam, usai makan aku langsung kekamar menemui alikha, takut kalau dia sudah bangun, ternyata alikha masih tidur, "ternyata masih bobo' cantiknya bunda, gumamku mengusap lembut pipinya yang tembem.
"sayang, apa alikha nya tadi bangun?
tanya mas rifqi. "suutt,,, jangan keras2 suaranya mas, ntar alikha bangun, dia belum bangun mas, biar aja mungkin dia kecapean mas, tadi siang kan alikha rewel,
jawabku.
"ya udah,,, kamu juga harus istirahat sayang, sini duduk biar mas pijitin, tadi siang kamu pasti capek bangetkan, ngurusin alikha yang lagi rewel, ucap mas rifqi. "ga juga mas, aku hanya khawatir aja sama alikha, soalnya kan dia ga biasanya kekgitu, ucapku.
"tut,,,tut,,,tut,,, benda pipihnya mas rifqi berdering, mas rifqi pun meraih hpnya dan melihat si pemanggil, setelah melihat siapa yang menelpon, mas rifqi pamit keluar kamar takut mengganggu alikha yang lagi tidur, "mas tinggal bentar ya sayang,ucapnya. aku hanya menggangguk.
"Halo,, ada apa kamu menghubungiku tengah malam?
"Haloo,,,maaf mas kalau aku mengganggu, aku mau bicara sesuatu, kamu ada waktu ngak? kalau ada,, besok aku datang ke kafe mas,
"memang kamu tau kafe saya di mana? tanya mas rifqi.
"iya mas, tadi pegawai restorannya mas rifqi menelpon saya, dia sudah memberi alamatnya, ucapnya.
__ADS_1
"terserah kamu saja, sekarang aku mau istirahat dulu, ucap mas rifqi dan mematikan telponnya begitu saja.
"ih,,, main matiin begitu saja, kamu itu ga berubah mas, selalu dingin padaku.
bukannya istirahat tp dia menelpon azzam, "di mana sih ni anak kok ga di angkat, awas saja kamu besok,gumamnya.
di seberang sana azzam sengaja tidak mengangkat telponnya, dia sudah tau apa yg akan bos nya katakan, "habislah,,
mas rifqi kembali kekamar dan melihatku sudah terlelap di sofa, mas rifqi pun menutup pintu pelan, aku yang mendengar pintu di tutup pun terbangun, aku menguap,
"lama banget mas nelponya, ucapku.
besok paginya mas rifqi sudah berangkat bekerja, sampai di kafe, azzam sudah ada disana menunggu bos nya, dia harus segera menjelaskan kepada bos,
"selamat pagi bos,,"ucap azzam. tp tak ditanggapi mas rifqi, dia hanya berlalu.
azzam datang keruangan mas rifqi sambil membawakan segelas kopi. dia minta maaf dan menjelaskan semuanya, "iya,, tp kenapa kamu memberikan nomor saya padanya, dia pasti akan sering2 menelpon saya, bagaimana aku menjelaskan pada mikaila, ucap mas rifqi kesall.
tidak berapa lama karina datang menghampiri mereka, "selamat pagi mas,,, ucapnya. "pagi mbak,,, sahut azzam.
__ADS_1
" memangnya kamu ga ada kerjaan hah? datang sepagi ini, ucap mas rifqi ketus.
"iya mas hehehe,,, cengir karina malu.
"oh ya mas,, kata azzam mas lagi cari pegawai, apakah itu betul? tanya karina.
"iya betul,kenapa kamu tanya seperti itu?
"ah,,, kalau boleh aku mau melamar jadi pegawainya mas rifqi, boleh kan, ucapnya.
"iya bos,,, bagi lah dia pekerjaan, kasian kan dia, ucap azzam sambil main mata pada mas rifqi,
mas rifqi yang paham maksutnya hanya pasrah, "kalau kamu memang mau bekerja, sama azzam saja di restoran sana, ucap mas rifqi.
"tp mas aku maunya di kafe ini, ucap karina. "kalau di sini aku ga ada hak memberi mu izin, harus melalui istri saya, ucapnya. "iya mbak, kafe ini miliknya bu bos, ucap azzam.
"ooh,,, ya udah ga pp mas, aku kerja sama mas azzam aja, ucap karina pasrah.
"ayo mbak kita berangkat sekarang, pasti sudah rame restorannya sekarang, soalnya aku pamitnya tadi cuma sebentar, ucap azzam. karina hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, setelah kepergian mereka mas rifqi pun kembali melakukan pekerjaannya.
__ADS_1
dimobil azzam dan karina hanya saling diam, sesekali azzam bertanya pada karina,tp hanya di jawap dengan anggukan dan gelengan saja, "sepertinya karina kecewa tidak bisa bekerja bersama si bos, batin azzam.