
setelah azzam menelpon orang tuanya, dia pun menelpon karina untuk memberi taunya. "tut,,tut,,tut,, begitu telpon tersambung, karina pun langsung mengangkatnya, "halo assalamualaikum, ada apa mas? tanya karina.
"waalaikumsalam,, gini sayang, mas cuma mau bilang kalau ibu sama ayah setuju dengan keputusan kita, bahkan ibu sangat senang bisa mengadakan nikahan dikampung. ucap azzam .
"alhamdulillah,,, syukur deh kalau ibu sama ayah setuju, oh iya mas,, mas sudah kasih tau sama mas rifqi dan mbak mikaila kan? jangan sampai lupa mas, kalau boleh mas langsung kerumahnya saja, ucap karina mengingatkan azzam agar tidak lupa, "iya sayang, mas gak bakalan lupa kok, kamu jangan khawatir mas pastikan mereka akan datang, jawabnya.
selesai telponan azzam langsung mandi karna ini sudah hampir jam 21 wib, sehabis mandi azzam pun istirahat, tadinya dia berniat ingin pergi kerumah mas rifqi,
tp ketika dia melihat jam ditangan nya sudah menunjukkan tengah 10 malam, "sudah tengah 10, gak mungkin kan aku kerumah pak bos, yang ada nanti aku kena' omel sama pak bos, mending besok pagi saja, gumamnya.
matahari bersinar di pagi hari yang indah, sinarnya menembus dari sela2 jendela kamar azzam, dan tepat mengenai kemata azzam sehingga membuat si empunya merasa silau, dia pun terbangun sambil menguap lalu beranjak menuju kamar mandi, selesai mandi, azzam membuatkan nasi goreng untuk sarapannya.
sehabis itu dia pun berangkat menuju rumahnya mas rifqi.
beruntung hari ini hari minggu jadi mas rifqi tidak pergi bekerja, kami juga tidak ada rencana untuk pergi kemana-mana,
azzam datang tepat mas rifqi sedang duduk santai di depan rumah sambil membaca koran, sedangkan aku menemani alikha yang sedang bermain pasir untuk membangun istana pasir,
kalau mami kemarin sore sudah pergi liburan bersama teman2nya,
"hati2 sayang nanti pasirnya kena mata alikha loh, ucap mas rifqi khawatir.
"iya mas,, kan ada aku yang ngawasi, ucapku, "ini tuan kopinya, ucap bi'mina lalu meletakkan kopi mas rifqi di atas meja, "makasih ya bi' ucap mas rifqi.
lagi asik bermain aku mendengar klakson mobil azzam, "bi' coba liat siapa yang datang, lalu buka pagarnya ya, ucapku pada bi'mina, lalu bi'mina segera membukakan pagar setelah tau siapa yang datang, lalu dia melanjutkan pekerjaan nya, "assalamualaikum pak bos, bu bos, ucap azzam pada kami,
"waalaikumsalam... wih pagi2 udah datang kesini, apa ada sesuatu? tanya ms rifqi , karna ngak biasanya azzam datang kalau tidak ada hal yang perlu.
"pak bos tau aja, kalau aku datang ke sini memang ada hal yang penting, ucapnya.
"emang ada apa? tanya mas rifqi padany.
"ini bos, aku dan karina memutuskan akan menikah minggu depan, jadi...
__ADS_1
"jadi kamu datang kesini mau mengundang kami ya? alhamdulillah.. akhirnya ya... seru mas rifqi.
"hehehe,,, iya bos, tp acaranya tidak di sini, kami akan menikah di kampung dirumah orang tuaku,
"loh, memangnya kenapa kalau di sini? papanya karina pasti tidak mengijinkan, ucap mas rifqi tidak percaya dengan keputusan mereka,
"ini saran dari orangtua karina juga bos,
bos tau sendiri kan kalau karina itu orangnya mandiri banget, ucap azzam.
"kamu ngak usah khawatir zam, karina itu hanya ingin yang terbaik buat semua keluarganya, ucap mas rifqi menasehati,
"pertama kali aku di bawa oleh karina kerumah orang tuanya, aku ngak nyangka ternyata karina itu anak orang kaya raya.
"awal kenalan aku kira karina itu hanya anak orang kaya biasa, tp setelah bertemu ke dua orang tuanya, aku baru tau, bos tau ngak apa yang aku rasakan saat itu? aku malu, minder, merasa jauh banget dari wanita yang aku cintai, karna aku hanya orang biasa, gak punya pendidikan tinggi, gak punya harta, dan aku hanya kerja di restorannya bos, jadi sepertinya aku tidak cocok bersanding dengan karina
itulah yang aku pikirkan saat itu, jujur saja bos, kalau aku tau karina itu anak orang kaya raya, mungkin aku ngak akan mendekatinya, karna aku merasa tidak cocok untuknya. tp entah kenapa justru itu yang membuat papanya karina menyukai ku,
"ya sudah jelas dia sangat menyukaimu, karna kamu itu tidak seperti pria lainnya yang hanya menginginkan harta dan kekayaannya karina saja, jadi seperti katamu tadi kalau kamu tau dia orang kaya kamu gak bakalan mendekatinya kan
"iya zam, kamu itu beruntung sekali, setelah menikah nanti jadi lah suami yang mencintai dan menyayangi keluarga mu nanti, jangan sesekali menyakiti hati seorang perempuan, karna kita lahir dari rahimnya seorang perempuan, ya itu ibu kita sendiri, ucap mas rifqi menasehati azzam." makasih bos atas nasehatnya.
"uuh,,, so sweet banget sih suami aku, ucapku yang mendengar pembicaraan mereka barusan, gak nyangka kalau mas rifqi bisa sebijak itu menasehati azzam.
"astagfirullah,,, ucap mereka berbarengan sambil mengusap dada mereka masing2, karna tidak menyadari aku dari tadi di belakang mereka,
tadi aku menitipkan alikha bersama bi'mina bermain di depan, karna aku penasaran dengan pembicaraan mereka, jadi aku pun masuk kedalam dan menjadi pendengar setia dari tadi, hihihi.. aku terlalu kepo banget ya?
"aduh sayang, sudah sejak kapan kamu ada di sini? ucap mas rifqi padaku lalu menarik ku agar duduk di samping nya, "aku baru saja masuk kok mas, karna penasaran apa yang kalian bicarakan, soalnya dari tadi ga kelar2, ucapku lalu duduk di samping mas rifqi,
"ya sudah aku mau pulang dulu ya bos, tp jangan lupa nanti hadir di acara pernikahan kami ya bos, bu bos juga, karna tante tidak di sini tolong sampein ya bos niat baikku, ucap azzam berlalu pergi,
"kamu tenang saja kami akan hadir kok.
__ADS_1
setelah azzam pulang aku dan bi'mina menyiapkan makan siang, habis itu kami pun makan, sesudah makan aku membawa alikha kekamar untuk bobo' siang, setelah alikha tidur aku pun menghampiri mas rifqi yang sedang bermain ponsel di ruang tamu, "mas apa kita pergi ke acara pernikahannya azzam nanti? tanyaku memastikan karna tempat nya agak jauh,
"ya pergi dong sayang,,, ngak mungkin kan kita ga hadir di sana,
"tp tempatnya jauh mas, keluhku.
"ga pp sayang, kamu anggap aja kita lagi liburan, ucap mas rifqi.
"iya juga ya, kita kan belum pernah pergi jauh, sesekali gak pp lh, ucapku.
"nah gitu dong, alikha mana? tanyanya
"alikha lagi bobo' siang mas, kataku.
"bobo' siang, berarti sekarang giliran mas dong mau bobo' siang hum,,,
ucap mas rifqi lalu mengangkat ku masuk kekamar tamu, aku yang di angkat secara tiba2 reflek mengalungkan tangan di lehernya mas rifqi, karna takut jatuh.
"ini masih siang mas, kamu apa apaan sih, nanti kalau alikha bangun gimana? turunin mas,,, kalau bi'mina liat nanti kan jadi malu, ucapku merasa khawatir kalau ada yang melihat kami.
"biarin saja, memangnya kenapa?
bi',,, tolong jagain alikha bentar yaa...
kami mau proses adiknya alikha dulu,
seru mas rifqi agak di dengar bi mina,
"mas apa2an sih,,, seru ku.
" iya tuan, ucap bi'mina sambil tersenyum malu, "mampus deh, bi'mina beneran dengar, aku malu banget, bhatinku.
aduh,,,, bi'mina, mending tadi pura2 gak dengar aja, kan kasian mikaila nya,
__ADS_1
udah malu bangetπππππ