
♡♡♡♡♡
rangga pun tersenyum mendengar pertanyaan2 yang di lontarkan zihan kepadanya, dia juga menanggapinya dengan sabar dan penuh cinta,
"ya, kalau masalah aku, kamu gak usah khawatir, sedangkan bertahun bisa menunggu, apa lagi hanya beberapa bulan, jawab rangga dengan percaya diri
zihan pun yakin dengan apa yang di katakan rangga, lalu diapun tersenyum,
"ya udah kalau gitu, kita makandulu yuk, kebetulan aku belum makan dari tadi sore karna sibuk memikirkan kamu hehehe,,,
ucap rangga sambil tersenyum. hingga membuat wajah zihan jadi memerah, bak kepiting yang direbus.
zihan pun berdiri lebih dulu dari tempat duduknya karna malu, dan berpura2 mengajak rangga untuk pergi,
"kita jadi gak makannya? kalau masih mau duduk di sini kapan makannya? ntar keburu malam banget loh, ucapnya zihan.
"sabar napa,, emang kamu udah lapaer banget ya? kamu kalau marah gini makin tambah cantik aja deh, rayu rangga hingga membuat zihan tambah malu, dia sudah tidak tau harus berkata apa lagi, "gila! angga ternyata bisa ngomong gitu juga rupanya, yang aku tau selama ini angga itu pendiam, tp kenyataannya,,,?
batin zihan berdialok sendiri, lalu lebih dulu jalan meninggalkan rangga.
rangga pun menyusul zihan yang sudah pergi lebih dulu meninggalkannya, "zihan,, tunggu donk, masa' pangerannya di tinggal sih,? ucapnya masih tersenyum melihat zihan yang masih malu2 kucing,
"ayo cepetan ngga, ini sudah jam 8lewat loh, ucapnya karna khawatir pulang terlalu larut, zihan di beri izin keluar tp harus segera kembali sebelum jam 10wib,
"iya, aku akan mengantar kamu nanti sampai depan rumah kamu dengan selamat, ya udah kalau gitu kita makan di situ aja ya, tunjuk rangga kepedagang bakso di pinggir jalan, "lagian aku juga gak mampu bawa kamu kerestoran mewah, kalau restoran tempat aku bekerja buka pas waktu malam, aku akan mengajak kamu kesitu, dan akan aku sediakan hidangan istimewa untuk kamu zihan, ucap rangga dengan jujur.
"kamu apaan sih ngga? kayak aku siapa aja, aku gak milih kok kalau kamu ajak aku makan di mana saja, yang penting kan niatnya ikhlas ngajak aku makan, makan di pinggir jalan pun gak apa2 kok, makanan di sini juga enak2, malahan aku lebih sering makan di sini, kalau makan di restoran itu aku gak akan kenyang loh,
karna aku itu makannya banyak banget, jadi kamu harus rela jika kantong kamu habis ku kuras hanya untuk makan, ucap zihan bercanda sambil tertawa.
__ADS_1
rangga pun juga ikut tertawa mendengar kata2nya zihan, "kamu lucu juga ya, bisa ngelawak, kenapa gak ikut stand up komedi aja kamunya, hahahaha,,, ucap rangga, lalu mereka berdua pun tertawa dengan sangat garing, sampai orang yang ada disekitar mereka pun memperhatikan,
setelah sadar mereka jadi pusat perhatian banyak orang, mereka pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
dan setelah sampai di tempat para pedagang, zihan memilih makan bakso, lalu rangga memesan 2 porsi untuk mereka berdua, "bang, baksonya dua ya, ga pake lama, kata rangga sambil tersenyum, "iya dek, bakso akan segera meluncur,, jawab kang bakso mengikuti gaya nya rangga.
lalu mereka pun duduk sambil menunggu pesanan mereka datang, tak berapa lama bakso pun telah di hidangkan, "ini dek, silahkan di nikmati, kalau ada yang kurang jangan lupa kasih tau kang bakso ya,,, ucapnya lalu meninggalkan rangga dengan zihan,
selesai makan bakso, rangga pun mengantarkan zihan pulang nak taksi, seperti katanya tadi, diperjalanan mereka hanya saling tersenyum tanpa mengatakan apa2, lalu tal berapa lama mereka pun telah sampai di depan rumahnya zihan, lalu zihan pun pamit untuk masuk kedalam, " makasih ya ngga untuk malam ini, aku senang banget, ucap zihan. "iya sama2, aku juga senang kok, nanti kapan2 kalau ada waktu aku akan ngajak kamu jalan, kamu mau kan? ucap rangga berharap jawabannya iya, "ya pasti mau dong, ya sudah aku masuk dulu ya, dah,, ucap zihan, lalu dia pun lansung masuk,
setelah memastikan zihan sudah masuk, dia pun bergegas masuk ke taksi yang sudah menunggunya dari tadi, " kita putar balik ya pak, ucap rangga kepada supir tersebut, dan mereka pun pergi meninggalkan kediaman orangtuanya zihan.
diperjalanan supir tersebut memberanikan diri untuk mengatakan pertanyaan yang ada dalam hatinya,
"mas, itu tadi pacarnya mas ya? dia sangat cantik, dan kelihatannya juga dia anak orang kaya, melihat dari rumah gedongnya tadi, kata supir tersebut,
"iya dia memang cantik bang, dan dia bukan hanya cantik saja tp hatinya juga baik, dan dari keluarga baik2 juga bang,
"nah itu dia mas,, maaf bukannya maksut saya untuk menghina mas, tp saya hanya mengkhawatirkan mas, karna saya pernah merasakannya, sebagai sesama laki2 saya harus berbagi solusi, ucap sopir itu lagi.
"maksut abang ini gimana ya? saya kurang mengerti, tanya rangga kembali.
"maksut saya, tp sebelumnya saya ucapkan maaf selali lagi, mas itu kan sama seperti saya orang gak punya, sedangkan gadis yang mas sukai tadi anak orang kaya, jadi nasehat saya sebelum terlanjur cinta, lebih baik mas lepas aja dianya, kata sang supir,
dia sebenarnya bermaksut baik, hanya saja dia tidak tau bagaimana dan gimana.
rangga pun tersenyum mendengar nasehat supir itu, dia tidak menyangka masih ada orang yang simpatik kepada orang yang baru dia kenal.
"sebelumnya saya sangat berterima kasih dengan nasehatnya abang, mungkin orang yang seperti abang maksut itu memang ada, tp tidak semua orang kaya seperti itu bang, saya sudah lama mengenal keluarga mereka, dan kedua orang tuanya juga sudah lama mengenal saya, orangtuanya tidak seperti yang abang pikirkan, dan merwka tidak memandang bagaimana keadaan kita, tp yang mereka pentingkan hanya kebahagiaan anak2nya, walau pun saya orang tak punya, itu tidak masalah bagi mereka, toh harya bisa di cari, tp kalau kebahagiaan kan tidak bisa di beli, betul gak bang? ucap rangga tersenyum.
__ADS_1
"alhamdulillah kalau gitu, maaf ya mas kalau saya sudah berburuk sangka, ucapnya merasa malu karna sudah menuduh orang yang belum tentu sama.
"gak apa2 bang, abang kan hanya menyampaikan maksut baiknya abang, jadi gak perluh merasa sungkan gitu bang, ucap rangga masih dengan senyumannya.
asik bercerita hingga tak terasa rangga sudah sampai di kontrakannya, rangga pun membayar taksinya lalu masuk kedalam dan langsung beristirahat, karna besok harus bangun lebih cepat agar tidak terlambat kerestoran,
sementara diseberang sana tadi setelah zihan masuk, dan menuju kamarnya dia di kagetkan oleh maminya yang datang dan bertanya secara tiba2, "sayang,, kamu sudah pulang ya?
"astagfirullah,,, mami ngagetin aku ahh,,
"makanya kalau jalan itu biasa aja, jangan senyum2 sendiri kayak orang kerasukan, hahahaha,, kata maminya.
"mami,, kok gitu sih ngomongnya sama anak sendiri,
"gimana tadi? rangga ngomong apa hum? apa rangga sudah nembak kamu? apa kalian sudah jadian? jawab dong sayang, mami sangat penasaran banget nih,,, ucap maminya dengan begitu banyak pertanyaan, hingga membuat zihan malu, dan gak nyangka maminya bisa tau,
"kok mami bisa tau sih? padahalkan aku pamitnya pergi sama nana, tp mami kok tau aku pergi sama rangga sih, okelah mami tau aku pergi sama rangga, karna tadi mami pasti liat rangga ngantar akau pulang, tp bagaimana mami bisa tau kalau rangga nembak aku, apa jangan2 mami pasang penyadap di dalam tas aku ya? batin zihan, lalu membongkar tasnya di depan maminya tadi sambil mencari2 sesuatu,
hingga membuat maminya geram, karna dia mengerti dengan raut wajahnya zihan dan apa yang sedang di pikirkan zihan tentangnya, "kamu gak usah bongkar2 tas kamu sayang, mami gak mungkinlah pasang penyadap di tasnya anak mami, kamu ada2 aja deh pikirannya, itu namanya so'uzon sayang, dosa loh,
kata maminya karna mengetahui isi pikirannya zihan.
"loh, kok mami bisa tau pikiran aku sih?
"ya tau lah sayang, orang kelihatan banget dari raut wajah kamu, jawanya.
"apa benar ya mi? tanya zihan sambil memegangi wajahnya, "apa tadi rangga juga bisa melihat raut wajah aku ya, batinnya. "udah biasa aja kali, ayo sini mami mau dengar cerita kamu, katanya.
"cerita apa mi? "ya cerita tentang kamu dan rangga tadi, mami belum mendengar jawaban darimu, kalau kamu gak mau cerita biar mami bilang sama papimu aja, ancam maminya agar zihan mau menceritakan semuanya.
__ADS_1
😊💞