PILIHANKU

PILIHANKU
part 77


__ADS_3

♡♡♡♡♡


azzam pun langsung menelpon karina,


"halo, sayang, mas sangat merindukanmu, mas gak semangat kerjanya kalau ga ada kamu sayang,, rengek azzam kaya anak kecil, untung gak ada yang melihat dia, kalau tak,,, entah lah dunia,


"loh kok gitu sih mas? ya udah kalau gitu aku kesana sekarang ya mas, ucap karina.


sontak langsung di larang azzam,


"e eh,, jangan sayang, mas hanya bercanda kok, kamu di rumah aja ya, ya udah kalau gitu mas mau kerja dulu ya,


ucap azzam, lalu memutus sambungan telpon, "ahk,, aku ini kenapa ya? masak baru pisah bentar aja sudah kayak gak ketemu selama satu tahun sih, batinnya.


tidak berapa lama ponselnya azzam berdering, dia pun melihat id pemanggil ternyata mas rifqi, "pak bos, ada apa ya dia menelpon saya? apa rangga berbuat kesalahan ya? gumamnya sendiri.


"halo, ada apa pak bos? apa ada masalah di restoran? tanya azzam penasaran.


"halo, gak ada apa2 kok, hanya ingin bertanya kabar kamu saja, jawab mas rifqi.


"oh, kabar saya baik bos, apalagi sekarang istri saya sedang hamil bos, jadi daubel bahagianya, ucap azzam bersemangat memberi tau kebahagiaannya kepada mas rifqi, "wah,, selamat ya, akhirnya yang selalu di tunggu2 akhirnya datang juga, kalau begitu kita harus merayakannya zam, nanti siang kita makan di restoran aku ya, tenang aja semua buat kamu gratis kok, anggap aja sebagai ucapan selamat aja, ajak mas rifqi.


"OK bos,, kalau begitu nanti kita jumpa di sana aja ya, jawab azzam menyetujui permintaan mas rifqi.


di seberang sana, aku menyanyakan mas rifqi mau pergi kemana? dia hanya menjawab mau bertemu dengan azzam sebentar,


"kamu mau ikut ngak? tanya mas rifqi.


"gak usah mas, aku sama alikha di sini aja,


"ya udah kalau gitu nanti mas pergi sendiri aja, ucap mas rifqi.


" oya sayang, kata azzam tadi karina sekarang sudah hamil, ucapnya.


"wah,, akhirnya apa yang mereka harapkan sudah terkabul ya mas, aku turut bahagia mendengar kabar ini,

__ADS_1


"iya sayang, kalau gitu mas pergi sekarang ya, nanti keburu lama azzamnya nungguin, kamu tau sendirikan, kalau azzam itu sekarang seorang bos yang super sibuk, dan hampir gak ada waktu untuk bersantai seperti biasanya, kata mas rifqi.


"iya mas, hati-hati di jalan ya, ingat jangan ngebut! ucapku mengingatkannya.


lalu mas rifqi pun pergi ke restoran, dan ternyata azzam sudah sampai duluan, dia pun memesan minum, lalu di temani rangga, ketika mereka sedang asik mengobrol, tiba2 maya datang menghampiri azzam dan rangga, di pun langsung duduk di sampingnya azzam, sehingga membuat azzam dan rangga saling melirik satu sama lain,


rangga yang tidak mengenal maya hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun, dia hanya jadi pendengar yang baik, "mas,, kenapa sih mau ketemu kamu saja susah banget, kemarin aku datang kekantor kamu, katanaya kamu sudah pulang, jadinya aku pulang dengan sia2, sungut maya serasa dia yang terjolimi,


"memang kamu mau ngapain kekantor saya? aku kan sudah bilang kalau kita itu tidak ada hubungan lagi, jadi ngapain kamu mau nemuin aku lagi? ketus azzam.


"loh mas kok gitu sih ngomongnya? padahal aku udah dandan cantik nih, supaya kamu senang, harusnya kamu puji aku dong mas, bukannya marah2in aku, ucap maya yang seakan tidak ada malunya sedikit pun.


"ya ampun maya,,, kamu itu gak tau malu ya, emangnya kamu itu siapanya aku hah?udah pergi sana, gak usah pegang2, bikin aku jadi emosi aja, ucap azzam lagi.


tapi sama sekali tidak di tanggapi maya, seolah yang di katakan azzam itu adalah pujian saja, maya tamba menjadi-jadi, dia dengan nekat memeluk azzam tanpa rasa malu, "mas aku sangat merindukan mu, mumpung istri kamu gak ada aku boleh kan meluk kamu? ucap maya lalu memeluk azzam dengan erat.


rangga yang melihat itu pun sangat kaget dengan kegilaan maya, sekarang rangga sudah mengerti apa sebenarnya permasalahannya, "hei mbak,, gak boleh peluk2 orang dengan sembarangan gitu, kalian bukan muhrim, dosa tau,, kata rangga, geram dengan kelakuannya maya, "hei, kamu siapa sih? ngatur aku seenaknya saja, kamu itu gak tau apa2 ya, jadi mending kamu pergi dari sini, ketus maya lebih keras lagi.


"ya ampun,, aku jerang dengan perempuan jaman sekarang, suka sekali mengganggu rumah tangga orang, kalau bahasa yang sering aku dengar apaya namanya itu? aku lupa, ucap rangga.


"PELAKOR,,, hahahaha,,,


ucap mereka serentak lalu mereka semua pun kembali menertawakan maya,


sedangkan maya yang mendengar itu semua sangat marah dan sekaligus malu di tertawakan begitu banyak orang,


azzam dan rangga pun hanya tersenyum melihat reaksi dan wajahnya maya, yang sudah entah seperti apa, dia pun mengambil tasnya dan pergi begitu saja meninggalkan mereka semua.


"awas ya kalian,,,


"memang ya kalau sudah namanya pelakor gak ada malunya ya,, kata para perempuan yang ada di restoran itu,


"hei mas, kalau sudah punya istri jangan sekali-kali main perempuan, mas juga sebagai laki2 harus bisa bersikap dengan tegas dan satu lagi, mata kita juga harus bisa di jaga, gak jelalatan ngelirik sana sini, rasanya itu sakit banget kalau di hianati suami sendiri, jadi mas haru ingat dengan perkatan kami ini, kami mewakili hati istri anda mas, iya betul itu, ucap para ibu2.


mendengar perkataan mereka semua, bukannya azzam merasa marah, tp justru azzam berterima kasih kepada mereka, karna sudah mengingatkannya,

__ADS_1


"buat semuanya saya sangat berterima kasih karna sudah mewakili hati istri saya, saya sangat mencintai istri saya, jadi saya tidak akan pernah menghianatinya, meskipun hanya dengan rencana semata,


karna saya pernah merasakan bagaimana rasanya dihianati orang yang saya cintai, jadi itu semua tidak akan pernah terjadi,


ucap azzam dengan kesungguhan hatinya.


"tadi itu mantannya bang azzam ya? tanya rangga memastikan perkiraannya tepat sasaran, " iya ngga, dia juga yang sudah menghianati saya waktu itu, katany


"wah,, berarti maya pernah jadi pujaan hatinya bang azzam dong, ucap rangga.


"yah,,, begitulah kira-kira ngga.


"hai zam,, maaf lama menunggu, kata mas rifqi, "gak apa2 bos, aku juga baru datang kok, ayo silahkan duduk bos, kita langsung makan aja ya, ucapnya azzam.


"ok, kalau gitu biar saya siapin semuanya ya, kata rangga lalu beranjak dari kursinya dan menyuruh pelayan untuk mengantarkan semua pesanan mereka. semua pegawai yang sudah paham melakukannya dengan sangat cepat.


mereka pun makan sambil bersenda gurau, dan bercerita dengan kesibukan mereka masing2,


rangga juga ikut serta makan bersama mereka, dalam hati rangga, dia sangat beruntung bisa di pertemukan dengan orang2 baik di sini, dan juga bisa bekerja di sini saja dia sudah sangat bersyukur, walau pun restorannya gak terlalu besar seperti restoran lainnya, tp bisa di bilang ini sudah sangat menguntungkan, karna setau rangga selama dia bekerja disini tidak pernah sepi, selalu banyak pelanggan yang datang, ada yang dari sekitaran sini, dan ada juga orang jauh, yang sengaja datang hanya untuk mencicipi makan di restoran ini,


selagi makan azzam bertanya sesuatu kepada mas rifqi,


"bos,, saya boleh tanya sesuatu gak?


"kamu mau tanya soal apa zam?


"emm,, gimana ya? saya bingung mau mulai dari mana? ucap azzam bingung.


"kenapa harus bingung? kalau ada yang mau kamu bilang, bilang aja gak perlu sungkan, kalau saya tau atau mengerti, saya akan berbagi pengalaman, ucapnya.


"jadi gini bos, saya mau tanya, bos pasti sudah pengalaman kan, waktu istrinya bos hamil, gimana ya caranya bos menghadapinya? apa kita perlu memenuhi semua keinginan istri kita? soalnya saya masih baru ini, jadi belum paham ataupun mengerti bagaimana cara menghadapinya.


"ohh,, kirain apaan, ya menurut pengalaman saya, waktu istri saya itu lagi hamil, saya sangat merasa kasihan, dan gak tega ketika dia lagi mual2, mau makan pun dia gak bisa, karna semua yang dia cium itu bau' dan dia sangat banyak permintaan, dengan berbagai macam, kadang ada yang aneh2, dan bahkan saya di bilang bau'padahal saya baru mandi dan masih wangi tp di kata bau' apalah daya namanya juga istri lagi ngidam, kamu bisa bayangin sendiri gak' ?


__ADS_1


__ADS_2