
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
di kediaman orangtua angkatnya zihan, arkan sekarang sedang merengek minta sekolah, padahal maminya sudah menyekolahkannya di TK, tapi arkan sudah tidak betah sekolah di sana, justru dia minta di pindahkan ke sekolah SD, padahal umurnya masih 6tahun kurang.
arkan mengeluh kalau di TK pelajarannya terlalu gampang/mudah baginya, jadi dia pun merasa bosan, karna tidak ada tantangan baginya, jadi sebab itulah arkan minta di pindah sekolahkan ke SD.
"sayang... tapi umur kamu kan masih kurang kalau masuk sekolah dasar, kamu tunggu saja ya, hanya sebentar lagi kok, paling tidak biar umurmu 6tahun dulu nak,,, mami janji, mami akan mendaftarkanmu, itu janji mami" ucap maminya sambil menunjukkan jari kelingking, dan mencoba menasehati arkan, agar dia mau bersabar menunggu.
"tapi arkan sudah bosan di sana mi, pokoknya arkan tetap ingin pindah sekolah, kalau ngak arkan gak mau makan" ucap arkan. dia akan mogok makan bila mami dan papinya tidak menuruti keinginanya, arkan tidak pernah main2 dengan ucapannya, bahkan dia juga sudah pernah melakukannya karna maminya tidak mau menuruti ke inginannya, bahkan dia sampai masuk rumah sakit, saking ngeyelnya.
mami dan papinya hanya bisa mengelah napas dengan pasrah, karna permintaan sang anak. "ya sudah sana tidur, besok mami kamu belikan seragam dulu, baru papi akan mendaftarkan mu OK....
ucap papinya lalu mengarahkan tangannya ingin ber toss dengan arkan, arkan yang mendengar jawaban papinya sangat senang dan gembira, arkan pun langsung bertosss dengan papinya,
"betul ya pi,, papi jangan bohong ya, pokoknya besok arkan tunggu" ucapnya lalu dia pun langsung masuk kamarnya dan tidur dengan patuh.
"papi gimana sih, kok mengiyakan permintaannya arkan, kalau besok gak jadi di daftarin gimana pi? arkan pasti ngambek, papi tau sendiri kan gimana sipatnya arkan" ucap istrinya mengingatkan.
"gak apa2 kok mi, mami tenang saja, yang penting besok mami bawa arkan untuk beli seragamnya dulu, yang lainnya biar papi yang atur" ucapnya dengan tenang.
sedangkan arkan yang sekarang berada di kamar masih belum tidur, dia sudah tidak sabar menunggu hari esok.
"akhirnya... ucap arkan bicara sendiri dengan senyum merekah saking senangnya.
paginya seperti janji papinya, arkan sudah siap ingin berangkat untuk membeli keperluan sekolahnya nanti, mami dan papinya sedang duduk di meja makan, sembari menunggu arkan keluar maminya pun menanyakan tentang arkan.
"pi, apa papi yakin dengan rencananya papi? nanti kalau arkan tau gimana? kan papi tau sendiri arkan itu gak suka di bohongi, nanti kalau arkan tau bisa tamba berabe pi" ucap istrinya khawatir akan arkan.
__ADS_1
"gak apa2 mi, pokoknya mami tenang aja deh, semuanya pasti beres, besok mami tinggal antar arkan lalu pulang atau nungguin arkan di sekolah, gimana?
"yaa... mau gimana lagi, kalau memang itu sudah keputusan papi, ya mami ikut saja,
yang penting arkan suka dan betah sekolah di sana, mami gak ada masalah kok" jawabnya.
tiba-tiba arkan datang dan menghampiri ke dua orangtuanya, hingga mengagetkan mereka, "mi, pi, lagi ngomongin apa sih? tadi kalau arkan gak salah dengar, kata mami gak ada masalah, emang masalah apa pi, mi? tanyanya kepo.
"ehh.. arkan, kamu itu bikin mami kaget saja loh, lain kali jangan ngomong tiba2 gitu ya, mami bisa jantungan tau" ucap maminya. "iya arkan, lain kali gak boleh gitu ya nak" nasehat papinya kepada arkan. "iya pi, maaf ya mami, arkan janji gak akan seperti itu lagi" jawabnya.
"ayo sini duduk kita sarapan dulu, sebelum berangkat" ajak maminya.
mereka pun sarapan dengan sangat tenang, selesai sarapan papinya langsung berangkat ke kantor dengan supirnya.
lalu arkan dan maminya juga diantarkan supir yang satunya lagi.
"pak, kita langung ke mall dekat sini ya,
"baik nyonya,, jawabnya.
lalu mereka berangkat menuju tempat di mana yang akan mereka tuju, sesampainya di sana mereka pun langsung masuk dan membeli semua keperluan arkan. setelah itu mereka pun kembali kerumah,
"mi, berarti besok arkan sudah bisa masuk sekolah dong? tanyanya gak sabar.
"iya sayang, kamu senang kan?
"iya mi, arkan sangat senang, arkan juga sudah tidak sabar, arkan akan punya banyak teman di sana, dan pelajarannya juga gak akan membuat arkan bosan seperti di TK" ucapnya penuh semangat.
__ADS_1
maminya hanya tersenyum senang melihat arkan yang sangat bahagia, "ternyata melihat anak kita senang dan bahagia, juga bisa membuat kita bahagia" gumamnya sambil tersenyum senang melihat arkan yang bersemangat.
tak terasa mereka pun sudah tiba di rumah, "ayo sayang, kamu masuk kamar trus cuci tangan dan kaki lalu tidur siang ya, semua ini biar mami yang bawa"
"iya mi, makasih ya mi" ucap arkan.
"sama-sama sayang" jawab maminya lalu membawa keperluan arkan ke kamar, dan menyiapkan semuanya agar besok pagi gak repot2 lagi.
setelah itu maminya pun masuk kamarnya, ingin istirahat, tapi tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarnya dan langsung masuk, maminya yang sedang di kamar mandi merasa heran, "siapa ya kira-kira yang masuk kamar? kalau papi gak mungkin, papi kan masih kerja, dan gak biasanya papi pulang secepat ini? bibi' juga gak pernah masuk gitu aja sebelum mengetuk, atau pun dengan seijin saya? apa zihan ya? aah,, tapi kayaknya gak mungkin deh" batinnya bermonolog seorang diri.
lalu dia pun buru2 keluar dari kamar mandi, dan melihat siapa yang masuk kamarnya dengan sembarangan,
begitu keluar maminya melihat ada yang sedang berbaring di ranjangnya, tapi dia hanya melihat dari bagian belakang, jadi masih tidak tau siapa yang berbaring di ranjangnya dengan lancang.
begitu berbalik zihan yang melihat maminya langsung bangun dan memeluknya, "mami... zihan sangat merindukan mami, mami kok gak pernah telpon zihan lagi sih,? tanya zihan.
"zihan... ternyata kamu, mami juga merindukan kamu sayang,, mami bukannya gak mau nelpon kamu, tapi mami gak mau mengganggu pengantin baru, supaya mami bisa cepat punya cucu hehehehe..... goda maminya.
"iihhh... mami, setidaknya sekali saja, papi juga sama" ucap zihan tidak terima.
"udah2, kamu tadi kesini sama siapa? nak rangganya mana? apa kamu hanya datang sendiri saja yaa? tanya maminya.
"duh... mami satu-satu dong nanyanya, zihan bingung mau jawab yang mana dulu tau, mas rangga tadi nganterin aku kesini, trus dia lanjut berangkat kerja, nanti mas rangga akan jemput aku kesini mi,,
jawab zihan dengan sangat lengkap.
"ya udah kalau gitu, nanti kita makan malam di sini ya, kamu ajak nak rangga, jangan langsung pulang ya,, ucap maminya. "iya mami.... sekali aja zihan sudah ngerti kok" jawab zihan.
__ADS_1
"kamu itu ya, selalu seperti ini,, gak mau ngalah sedikit pun" ucap maminya sembari mencubit kecil pipinya zihan.
😙😙😙😗😗😚😚5