PILIHANKU

PILIHANKU
part 126


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡♡♡


"oyaa... alhamdulillah.. bagaimana keadaannya? jenis kelaminnya cewek apa cowok? kalau cowok bisa lah kita jadi besan ya kan hehehe... canda rifqi kepada azzam. "alhamdulillah semua baik2 saja, dan alhamdulillah juga kita ga bisa jadi besan, karna jenis kelaminnya cewek, hahahaha... tawa azzam menggelegar hingga membangunkan karina.


"eh maaf sayang, mas jadi membangunkanmu ya" ucapnya. ibu dan ayahnya pun hanya menggeleng2kan kepalanya melihat kelakuan azzam.


"ga apa2 mas,, jawabnya.


"udah dulu ya bos, istri aku sudah bangun mau ngasih makan dulu nih" ucapnya.


"ya udah ga apa2, sekali lagi selamat ya"


"iya bos, terima kasih" ucapnya lalu memutuskan sambungan telpon.


setelah selesai dia pun memberikan karina makan malam, yang dia bawa tadi.


"ayo makan dulu sayang, ini mas bawa dari rumah, di siapkan sama mbok yem tadi, mas tau kamu pasti gak suka sama makanan rumah sakit ya kan" ucap suaminya sambil menyuapi sang istri.


"makasih ya mas, loh ibu sama ayah ikut juga ya, kenapa gak istirahat di rumah aja bu yah? tanya karina ketika melihat kedua mertuanya ikut kembali.


"gak apa2 nak, di rumah juga ibu mau ngapain, mending di sini aja bisa jagain afifah, ibu masih gak nyangkan sekarang sudah punya cucu dan jadi seorang nenek" ucapnya dengan bangga.


karina pun hanya tersenyum mendengar ucapan sang mertua.


sementara di rumahnya zihan, dia memberi tau soal karina sudah melahirkan kepada suaminya.


"mas,, tadi mas azzam nelpon, dan dia bilang kalau mbak karina sudah melahirkan tadi pagi" ucapnya.


"tadi pagi,,, tapi kenapa baru bilang sekarang, atau mungkin bang azzam gak sempat dan ga ingat kayaknya" jawab rangga. "tapi aku sangat kesel sama mas azzam, dia kan bisa WA atau apa lah" gerutu zihan masih tidak terima.


"ya udah, ayo kita kesana sekarang sayang, jangan marah2 dong, namanya juga orang lupa ya wajar lah" jawab rangga lalu bergegas ingin keluar tapi di berhentikan istrinya yang ingin ganti baju lebih dulu. "tunggu bentar ya mas....


aku ganti baju dulu" ucapnya zihan.


"ya udah sana cepat, jangan lama2"


setelah itu mereka pun berangkat kerumah sakit,


sedangkan rifqi yang menelpon tadi sedang ada di kamar dan berbaring di samping istrinya, mikaila hanya mendengarkan saja, dia menunggu sampai suaminya selesai menelpon baru lah dia menanyakan apa yang ada dalam pikirannya dari tadi.

__ADS_1


"siapa mas? aku dengar tadi sepertinya itu telpon dari azzam ya? berarti karina sudah melahirkan dong? cewek apa cowok mas? tanya mikaila dengan sangat antusias.


suaminya pun menjawab semua pertanyaan sang istri dengan sabar, dia tau pasti istrinya mengingat dengan janin yang sudah tiada itu. karna seharusnya mikaila juga akan segera melahirkan bila kehamilannya masih ada😔😔


tapi allah lebih sayang pada anak mereka.


"iya, ini telpon dari azzam, kata azzam istrinya sudah melahirkan tadi pagi, dan jenis kelamin anak mereka cewek sama seperti anak kita alikha, jadinya gagal deh mau jadi besanan sama mereka,,,


jawab rifqi dengan nada lembut.


"alhamdulillah... emang mas pengen banget ya besanan sama mereka? tanya istrinya dengan serius.


"itu hanya candaan mas aja kok sayang,, tapi kalau kejadian pun ga apa2, siapa tau allah mengijinkan ya kan" ucap rifqi.


"ya udah kapan kita kesana mas? apa mereka masih dirumah sakit besok? aku bawa kado apa ya mas buat debaynya? tanya mikaila kembali kepada suaminya.


"kayaknya besok aja deh, kalau sekarang sudah kemalaman, lagian kita juga belum ada yang mau di bawa kesana, besok saja sekalian kita beli sesuatu buat debaynya" ucap rifqi agar istrinya bisa tenang.


"Ok deh, kayaknya itu lebih baik mas" jawab istrinya kembali berbaring dan menarik selimutnya lalu mencoba memejamkan matanya.


suaminya yang tidak terima langsung protes. "sayang kok malah tidur sih? tadi kan kita hampir terbang kealam nirwana,, tapi gara2 telpon itu kita harus mengakhirinya, jadi sekarang kita harus melanjutkannya sayang" ucap sang suami.


rifqi yang melihat tidak ada respon dari sang istri dia pun tersenyum jail, "sayang... kamu ga usah pura2 tidur deh, kalau gak bangun sekarang mas pastikan kamu gak bisa bangun besok pagi" ucapnya mencoba mengancam sang istri dengan kata2nya yang lembut tapi penuh makna.


mendengar kata2 sang suami mikaila pun dengan segera langsung membuka matanya, dia yakin benar dengan ucapan suaminya.


karna itu memang sudah pernah terjadi, rifqi akan melakukan hingga pagi tanpa memberikan mikaila ampun, dan betul saja paginya dia bahkan tidak bisa keluar kamar, bahkan unruk kekamar mandi saja dia harus di bantu sang suami.


mikaila yang mengingat kejadian itu pun hanya tersenyum malu dan dia tidak ingin hari itu terulang lagi, apalagi besok mereka akan kerumah sakit untuk menjenguk karina. dia tidak mau mereka melihatnya berjalan dengan agak aneh.


"mas kebiasaan deh... suka ngancam... ucap mikaila pasrah dengan keadaan.


rifqi yang melihat sang istri sudah bangun langsung tersenyum puas.


"tapi ancamannya pasti berlaku kan... jawab rifqi masih dengan senyumannya.


setelah itu mereka pun melanjutkan aksi mereka tadi yang sempat tertunda.


hingga mereka berdua mencapai puncak kenikmatan bersama-sama dan tertidur dengan sangat nyenyak.

__ADS_1


dirumah sakit ibu dan ayahnya azzam sudah istirahat di kamar, azzam memang memilih ruangan khusus untuk istrinya dan keluarganya, jadi bila ada yang menginap ataupun ingin istirahat tidak perlu khawatir lagi. sementara azzam masih duduk di samping istri dan anaknya, dia menikmati saat2 seperti ini, "sayang lebih baik kamu tidur saja kalau sudah mengantuk, mas akan menjaga afifah, setelah dia tidur nanti baru mas tidur" ucap azzam agar istrinya tidur.


"aku masih belum ngantuk mas, mungkin karna aku baru bangun tadi, jadi gak ngantuk sama sekali" ucapnya.


mereka yang masih asik mengobrol tidak tau kalau ada yang datang dan tiba2 ada yang mengetuk pintu, "tok tok tok..


"mas siapa itu? sepertinya ada yang datang, tapi ini kan sudah hampir jam sepuluh malam" tanya karina heran.


"mas juga gak tau sayang" jawab azzam.


sementara zihan mencoba mengetuk sekali lagi dan mengatakan itu adalah mereka.


"mas,, ini aku zihan dan mas rangga, apa kalian sudah tidur ya? ucap zihan.


azzam yang mendengar suara zihan langsung membukakan pintu.


"lama banget sih mas buka pintunya.. ucap zihan lalu langsung masuk menemui karina dan ponakannya.


"selamat ya bang... ucap rangga sambil menyalami azzam. "makasih ya, ayo silahkan duduk, kok kalian datang malam ini, kan aku sudah bilang datangnya besok pagi saja karna i i sudah malam" ucap azzam. "hah... kayak bang azzam gak tau aja gimana zihan, kalau iya harus iya" jawab rangga. lalu mereka berdua duduk sambil mengobrol satu sama lain.


"gimana kabarnya mbak? maaf ya mbak zihan ga tau, kalau zihan tau,, zihan bisa bantuin mbak, tapi mau gimna lagi...


ucap zihan merasa bersalah.


"ga apa2 kok, mbak sekarang baik2 aja, liat tu ponakan kamu, dari tadi masih bangun kayaknya dia lagi nunggu buat kamu gendong dia" ucap karina.


zihan yang melihat itu pun langsung tersenyum senang, "Hai... sayang,,,,


kenapa belum tidur, ini sudah malam loh" sapa zihan sambil meraih afifah dan menggendongnya. azzam dan rangga yang melihat itu pun sangat khawatir.


"sayang... hati-hati,,, kamu bisa menyakitinya nanti" ucap rangga.


"iya dek, kamu harus lebih hati-hati" ucap azzam juga.


"kalian gak usah khawatir, aku sudah biasa merawat dan menggendong bayi seperti ini, aku kan punya adik arkan, dan aku juga yang leboh sering bersamanya" ucap zihan memberi tau mereka.


mendengar itu mereka pun langsung merasa lega dan percaya dengan zihan.


😚😗😗😚😚

__ADS_1


__ADS_2