PILIHANKU

PILIHANKU
Episode 8


__ADS_3

Sesampainya aku di kamar, aku duduk lalu melihat foto masa kecilku bersama nenek. Saat itu aku belum tau apa-apa, hanya kenangan buruk yang selalu ada di pikiran ku. Air mata menetes dan jatuh di atas foto itu, aku menangis lagi. Selalu saja begini, aku merasa tidak nyaman dengan semua ini. Tak lama, nenek masuk lalu memelukku. Hanya pelukan nenek yang dapat menenangkan ku.


Keesokan harinya seperti biasa, ini hari Senin saatnya masuk sekolah dan juga apel pagi. Di lapangan terlihat banyak siswa dan siswi yang sedang berdiri untuk melaksanakan upacara. Aku bediri di belakang Citra yang kelihatannya dari tadi dia ada di sini, juga Ali yang berdiri di sampingnya. "Kamu udah di sini dari tadi?" Tanyaku. "Iya, aku tidak mau berdiri di bagian belakang." Jawabnya dengan nada lurus. "Apakah tuan muda Ali merepotkanmu kemarin?" Tiba-tiba dia mencomot topik itu di depan Ali. "Kamu bisa tebak sendiri." Jawabku ketus.

__ADS_1


"Apa dia berbuat macam-macam padamu?" Kali ini Ali menatapku, mencoba memberitahuku untuk tidak menceritakan kejadian kemarin. "Ti-tidak, Ali tidak macam-macam kok." Pipiku memerah karena membayangkan kembali kejadian kemarin. Astaga upacara telah di mulai, aku belum siap, ya sudahlah. Selesai upacara OSIS mengumumkan akan ada study lapangan ke sebuah desa di pegunungan. Tebak siapa yang memberikan pengumuman itu? Yap benar, kak Adam, astaga mood ku langsung terisi penuh melihat wajah tampannya, gemesin banget ya ampun, kok bisa-bisanya ada manusia setampan kak Adam.


Selesai upacara, kami masuk ke ruang kelas dan guru membagikan kelompok untuk study lapangan. 1 kelompok berisi 4 orang, untungnya aku dan citra 1 kelompok, tapi 2 orang lagi, ada Ranel dan Rian. Huh, kenapa sih harus 1 kelompok dengan mereka berdua, bikin kesel aja. Tapi, ya sudahlah, jika aku protes takut mereka tersinggung. Aku sih maunya satu kelompok dengan Ali, tapi ternyata dia di kelompok satunya. Setelah itu guru meminta semua kelompok untuk berdiskusi apa saja yang harus di bawa saat study nanti.

__ADS_1


"Kita bawa video game yang banyak." Ucap Ranel.


Pulang sekolah aku dan citra berencana akan pergi ke mall untuk membeli sesuatu. Di jalan saat kami sedang berjalan, tiba-tiba datang Ali dengan menggunakan motornya. "Kalian mau kemana?" Dia berhenti di samping kami. "Kami akan ke mall, mau ikut?" Tanyaku. Dia setuju, tapi... Lihat kami di tinggal berdua di jalan, sementara dia duluan pergi dengan motor. Citra lantas menarik tanganku kemudian menarikku dan berlari menyusul Ali. Astaga aku tidak bisa berlari secepat citra, tanganku masih di genggamnya, sesampainya di lobby mall citra melepas genggamannya, Ali telah menunggu di depan pintu mall. "Kalian kenapa berlari?" Tanya Ali dengan santainya. "Kamu benar-benar tidak berperasaan, setidaknya bawa kami naik ke motor mu itu!" Citra memarahi Ali.

__ADS_1


"Untuk apa? Lagian mall nya sudah dekat." Ali mulai masuk kedalam mall. "Awas saja kau Ali, akan kubalas lain kali!" Wajah citra mulai kesal. "Sudahlah, ayo kita masuk." Aku mencoba menenangkan citra. Saatnya berbelanja, lihat semua barang ini, aku ingin membeli semuanya. Tapi, Ali melarangku membelinya, matanya itu tidak cocok untukku. Benar juga, aku dan citra ke sini bukan untuk berbelanja kepentingan pribadi, tapi untuk keperluan study lapangan nanti.


"Lihat, didepan sana. Tuan muda Ali sedang asyik melihat video game." Eh, citra benar. Sepertinya Ali sedang membeli video game baru, aku dan citra mendekati nya. "Hei, kamu tidak membeli keperluan untuk study lapangan?" Tanyaku sambil menepuk pundak nya.

__ADS_1


__ADS_2