
♡♡♡♡♡
paginya seperti biasa mas rifqi sudah berangkat kerja, aku pun membawa alikha jalan2 ketaman belakang, dan ternyata mami ada di sini juga, dia lagi duduk santai sambil minum teh, mami menyapa kami, "hai,,, cucu nenek sudah cantik ya.
sini duduk dekat nenek, ucapnya.
alikha pun langsung berlari menghampiri neneknya, "nenek lagi ngapain duduk di sini? tanya alikha. "nenek lagi menikmati suasana pagi sayang, menghirup udara segar sambil minum teh, di temani dengan bunga2 yang indah, ucap neneknya.
"ooh,,, ucap alikha sambil mengangguk2kan kepalanya,
"apa rifqi sudah berangkat kerja? tanya mami padaku. "sudah mi, mami sudah lama ya di sini? tanyaku.
"ngak, ini juga baru datang, trus dibawain bibi' teh buat mami, jawabnya.
aku pun ikut duduk di samping mami, sesekali kami tertawa mendengar celotehan alikha, yang kadang terdengar ga jelas, tp dia tetap semangat dan ceria.
♤♡♡♡♡♤
1tahun telah berlalu
tidak terasa umur alikha sekarang sudah 3tahun, alikha sudah sangat pandai berbicara, bahkan kalau ada ucapan atau kata yang baru dia dengar pasti di tanyakan dan harus ada jawabannya, maka dari itu kami di rumah ini harus waspada dalam berkata ataupun berbicara.
siang ini aku mas rifqi dan juga mami, akan pergi kerumah sakit, untuk menjenguk papanya karina yang sedang sakit, akibat penyakit maag nya sedang kambuh, itu disebabkan saking sibuknya bekerja, sementara karina masih belum mau menggantikan papanya di perusahaan, jadi begini lah akibatnya.
"ayo mas kita berangkat sekarang, ucapku
"iya ayo sayang, alikha ikut ga? tanyanya.
" ya ikut lh mas, mana mau dia tinggal, kan tadi pagi alikha sudah tau kita mau kemana, dan kamu dengar sendiri kan, katanya dia rindu sama karina, jadi itu berarti dia harus ikut, ucapku.
lalu di anggukkan mas rifqi.
kami pun keluar dari kamar, lalu aku menemui alikha di kamarnya, apakah alikha sudah selesai mengganti pakaian,
o ya, alikha sekarang sudah pisah kamar, itu permintaannya sendiri, sebab dia sangat suka dengan warna pink, jadi otomatis semua warna kamarnya pink, bukan cuma itu saja, boneka, pakaian, lemarinya, tempat tidurnya, pokoknya semua serba pink, tanpa terkecuali.
sampai2 aku dan mas rifqi juga heran, kenapa alikha bisa sesuka itu dengan warna pink,
"sayang bunda,,, sudah siap belum? ayo cepat nanti kesorean loh, ajakku.
"iya bunda, ini alikha juga sudah selesai kok, bagaimana bunda apakah alikha sudah cantik? ucap alikha bertanya dengan gaya centilnya.
"ya ampun,,, anak bunda cantik banget sih, siapa dulu dong bundanya,,? ucapku sambil tersenyum dan mencubit pipi gembulnya, saking gemesnya, hihihi.
__ADS_1
"iihh,, bunda, pipi alikha jangan di cubit dong, sakit tau, ucapnya manyun.sambil melipat kedua tangan di dadanya berlaga sok dewasa. "habis alikha gemesin banget sih, bikin bunda pengen nyubit melulu.
"ya sudah ayo, itu ayah sama nenek sudah nungguin loh, "ayo bunda, alikha sudah ngak sabar mau ketemu sama aunty,
lalu kami menemui mami dan mas rifqi, "ya ampun sayang lama banget sih, ucap mas rifqi protes, "tau tu, prinsesnya mas lama dandan, seruku sambil menunjuk alikha dengan lirikan mataku.
mas rifqi pun melihat alikha dan hanya tersenyum pasrah, ketika melihat alikha sudah berlagak sok imut di depan ayahnya
"uh,, prinsesnya ayah cantik banget sih, pantas lama, "iya dong yah, masa prinses ga cantik, jawab alikha dengan bangganya
"sudah, kita mau berangkat atau ngak sih? ayo sayang jangan lama2 lagi, ucap mami lalu menggandeng alikha lebih dulu kedepan, aku dan mas rifqi juga ikut keluar, setelah masuk kedalam mobil aku pun pamit pada bi'mina, "bi' kami pergi dulu ya, jangan lupa kunci pintu, ucapku lalu di angguki bi'mina.
berselang 30 menit kami sudah sampai di rumah sakit, lalu mas rifqi langsung bertanya kepada seorang perawat di mana kamarnya pak hutama,
"maaf sus, saya mau tanya, kamarnya pak hutama nomor berapa ya? kami ingin menjenguknya, ucap mas rifqi.
"oh,, pak hutama ya, ada di kamar nomor 10 pak, bapak tinggal lurus saja, jawab suster itu lalu kami pun langsumg menuju kamar tersebut, aku mengetuk pintu dengan pelan, lalu membukanya,dan
kami pun masuk, dan ternyata karina sedang menyuapi papanya makan siang, sedangkan azzam duduk di samping karina sambil memijit kaki mertunya, "assalamualaikum,,,
"waalaikumsalam,,,
"mbak mikaila, mas, tante, alikha, ayo masuk, ucap karina bersemangat,
"sudah ga apa2, namanya juga musibah, yang penting sekarang pak hutama sudah sehat, oya bu hutama di mana? kok ga kelihatan, tanya mami.
"oh,, mama baru aja pulang, mama sudah semalaman di sini, jadi aku menyuruh mama pulang untuk mandi dan istirahat dulu, nanti sore baru kesini lagi, jawab karina, masih tetap menyuapi papanya,
"makasih ya, kalian sudah datang menjengukku, ucap papanya karina.
"sama2 om, semoga om cepat sembuh ya, ucapku, lalu aku melihat alikha yang hanya diam saja tidak seperti biasanya, "tadi katanya mau ketemu sama aunty? tp kenapa sekarang hanya diam saja? sapa dong auntynya, oomnya, dan yang berbaring di tempat tidur itu kakek, ayahnya aunty sayang, jadi sapa dong,,
mendengar ucapanku alikha sepertinya sudah mengerti, " tp alikha takut bunda,, bisiknya tp masih bisa di dengar papanya karina, mendengar itu pak hutama pun menyapa alikha lebih dulu,
"kenapa takut sayang, kakek kan ga jahat, kakek ini baik loh, ucap pak hutama
alikha pun memberanikan diri untuk menyapanya."hai, kakek,cepat sembuh ya,
"makasih sayang doanya, oh iya namanya siapa sih kakek ga tau, sini dong dekat kakek, jangan jauh sekali.
alikha pun beralih melihat ayahnya dan aku bergantian meminta persetujuan.
lalu alikha mendekat dan duduk di pinggir ranjang pak hutama, "nama saya alikha kakek, jawabnya, masih agak takut2.
__ADS_1
"oo,, namanya alikha, namanya cantik ya sama seperti orangnya, ucap pak hutama. mendengar pujian itu alikha pun sangat senang dan tersenyum.
"tp kenapa alikha takut sama kakek?
kan kita sudah pernah jumpa, tanyanya.
" kumisnya kakek panjang sekali, itu membuat alikha jadi takut, jawabnya dengan jujur,
sehingga membuat semua orang yang ada di ruangan ini langsung tertawa, apalagi pak hutama, kurasa ketawa nya yang paling kencang, melihat semua orang tertawa alikha pun bertanya,
"kenapa kalian semua tertawa? alikha kan ngomongnya benar, kalau kakek ini kumisnya terlalu panjang, dan sampai bibirnya hilang sebelah, tamba alikha lagi dan membuat semua kembali tertawa.
"alikha2 kamu itu memang anak pintar, kamu gak salah kok, yang salah itu kakek, karna tidak mencukur kumisnya kakek, jawabnya dan mencium alika gemes,
alikha yang dicium pun menjerit karna kaget kenak kumisnya pak hutama.
"aaa,, teriaknya,
"eh jangan takut sayang, kakek cuma gemes aja liat kamu ngomomgnya gitu,
"kenapa kakek tidak mencukurnya?
apa gunting di rumah kakek tidak ada, atau hilang ya kek? tanya alikha lagi.
pokoknya auto sakit perut lah semua yang ada di ruangan itu karna alikha.
"iya sayang, gunting di rumahnya kakek hilang, nanti sepulang dari sini kakek akan beli yang baru, lalu kakek akan mencukur kumis kakek ya, biar alikha ga takut lagi sama kakek ya kan,
"iya kakek, tp alikha mau turun, alikha mau sama aunty, ucapnya.
karina pun datang menghampiri alikha dan ayahnya, dia pun langsung minta di gendong oleh karina.
"aunty alikha kangen, kenapa aunty ga pernah datang ke rumah lagi, aunty ga sayang alikha lagi ya, ucap alikha.
"aunty juga kangen alikha, nanti kapan2 aunty datang ya, atau alikha aja yang datang kerumah aunty, aunty sayang banget kok sama alikha, jawab karina.
"maaf om, zam, karin, kami pulang dulu ya, ini juga sudah sore, ucap mas rifqi pamit untuk pulang. karna kami sudah lumayan lama disini,
"oh, iya makasih ya, hati hati dijalan.
ucap pak hutama, setelah berpamitan kami pun langsung pulang,
♡♡♡♡♡
__ADS_1
😘😘😘😘😘