PILIHANKU

PILIHANKU
part 54


__ADS_3

kayaknya ada yang lagi dag dig dug ser nih, hihihi... siapa ya kira kira?πŸ€”πŸ€”


teman teman bagaimana perasaan kalian setelah selesai ijab kabul?


kalau saya sih degdegan banget pastinya.


setelah selesai akad nikah, lalu kedua pengantin melakukan sungkem kepada orangtua kedua belah pihak, dan setelah acara sungkem2an, pengantin di bawa ke pelaminan yang sudah di sediakan, lalu di lanjutkan dengan sesi foto keluarga,


sekarang para tamu sudah banyak yang hadir, ada juga yang baru datang dan juga ada yang pulang, tamu datang silih berganti, tamu seperti tidak ada habisnya,


acaranya sangat meriah,


sedangkan karina sudah sangat lelah,


"mas, apa masih banyak ya tamunya?


soalnya kaki aku udah sakit banget, akibat terlalu lama berdiri mas, keluh karina.


" mas juga kurang tau sayang, kalau kamu capek berdiri, mending duduk aja dulu, istirahat bentar kan ga pp, ucap azam.


"iya mas, mas ga capek apa? kok masih berdiri? ayo sini duduk, ucap karina


"iya2, sabar ya sayang, bentar lagi juga selesai, dan kita bisa istirahat.


sementara aku dan zihan sedang sibuk menghiasi kamarnya azzam, dengan mengganti sprei jadi warna putih, tidak lupa menaburkan bunga mawar di atas ranjang dan juga berbentuk hati, dan menyalakan lilin yang temaram, kamar yang tadinya biasa saja sudah kami sulap menjadi kamar pengantin yang indah,


supaya mereka bisa menikmati malam pertama dengan penuh kebahagiaan,


"mereka pasti suka kan mbak? ucap zihan.


"iya dek, namanya juga pengantin baru, ya pasti sangat menyukai suasana seperti ini, ucapku, lalu tersenyum malu mengingat ketika kami malam pertama,

__ADS_1


rasanya seperti baru kemarin saja,batinku


"mbak kenapa senyum2 sendiri? teringat waktu malam pertamanya yaa,,,


goda zihan sambil tersenyum, "is, apaan si dek, mbak itu senyum biasa aja kok.


setelah semua acara selesai, para tamu juga sudah pada pulang semua, di sini hanya beberapa keluarga dekat, dan juga beberapa pekerja ibu2 dan bapak2 untuk membereskan semua pekerjaannya. lalu mereka pun pulang. besok mereka akan datang lagi melanjutkannya.


kami semua pun istirahat. karna semua pasti sangat kecapean, bayangkan satu hari penuh berdiri menyambut tamu yang seakan tidak ada habisnya,


setelah alikha tidur aku bertanya pada mas rifqi, " mas, tadi kalau aku ga salah liat, cincin yang di pakaikan azzam pada karina, seperti sama persis dengan yang aku pakai ini mas, tanyaku.


"mas juga ga tau sayang, kalau cincin yang mas pesan ini, memang ada 2,


bisa jadi yang satu lagi ada pada mereka,


ucap mas rifqi, aku juga sependapat.


tp begitu dia masuk ke kamar langsung kaget, karna dia tidak percaya kalau ini adalah kamarnya sendiri, "apa aku salah masuk ya? tp memang benar ini kamarku, gumam azzam. dia pun keluar lalu mengajak karina masuk, begitu karina masuk dan melihat suasana kamar sangat romantis,


"wahh,,, indah sekali mas, siapa yang menghiasi ini semua mas? tanya karina.


" mas juga gak tau sayang, ya udah ayo masuk jangan dipintu terus, sekarang ini adalah kamar kita berdua, siapapun yang menghiasi ini kita berterimakasih banget, lalu dia mengambil handuk dari lemari dan ingin mandi lebih dulu.


"mas mandi lebih dulu ya, ucapnya berlalu kekamar mandi, sedangkan karina yang di tinggal di kamar, sudah merasa degdegan, membayangkan apa yang akan terjadi nanti, "astaga karina,,, kok mikirin yang gituan sih, gumamnya sambil menggeleng ga jelas,


dia pun duduk di tepi ranjang sambil melepaskan satu persatu hiasan yang ada dikepalanya, dan juga anting,kalung, lalu menghapus sisa make up di wajahnya.


azzam keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya, lalu menyuruh karina segera mandi, agar tidak terlalu malam,


sementara karina berusaha terlihat bersikap biasa saja, mukanya sekarang sudah memerah, dia ga mau azzam tau, kalau dia sangat malu sekarang, sebab ketika azzam keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja, dan juga azzam tidak merasa risih memakai pakaian di depan karina,

__ADS_1


justru itu yang membuat karina jadi salting, "sayang kamu mandi gih, nanti kemalaman loh, ga baik mandi terlalu larut, ucap azzam, "i iya mas, jawabnya gugup. karina pun segera mengambil handuk dan piamanya, lalu berlalu masuk kamar mandi, setelah di kamar mandi karina langsung menutup pintu, dan bersandar sambil memegangi dadanya,


saking gugupnya, "ya ampun.. baru segitu aja aku sudah salting, bagaimana kalau mas azzam melihatnya tadi, aduh... aku malu banget nih, ah, mending aku mandi dulu boar ga gerah, gumam karina lalu mulai membuka baju kebaya yang masih dia kenakan, tp apa boleh buat sudah dari tadi karina mencoba membuka relsleting bajunya, tp tangan karina tak kunjung sampai untuk meraihnya.


"aduh bagaimana ini, aku ga bisa membukanya, bagaimana aku mau mandi, apa aku minta mas azzam membukanya ya, tp,,, ahh, bagaimana ini. batinnya, bingung harus berbuat apa. kalau dia menyuruh azzam, dia sangat malu tp kalau tidak dia ga bakalan mandi, dan ga mungkin kan dia tidur pakai kebaya semalaman ini, dia pun memutuskan menyuruh azzam, ya apa boleh buat urusan malu belakangan, hihihi


karina membuka pintu lalu keluar, "loh, kok belum mandi sayang? tanya azzam.


"ini mas, hmm, anu,, kata karina ga tau mau bicara apa lagi.


"kenapa sayang, apa kamu ga mau mandi, kalau ga mandi palingan ganti baju kamu sayang, emang nyaman apa pakai baju itu kalau tidur? tanya azzam lagi merasa bingung dengan tingkah istrinya itu,


"karina kenapa ya? apa dia merasa takut kalau aku meminta hak ku malam ini ya?


sepertinya karina sangat gugup, sampai2 bicara saja sudah ga jelas gitu, batinnya.


"ini mas, aku ga bisa raih relsletingnya baju aku, ucap karina sambil mempraktekkan tangannya kebelakang punggungnya, karna tidak dapat membukanya,


mendengar penjelasan istrinya dia pun mengerti, ternyata kegelisaan istrinya adalah karna kebingungan, antara menyuru suamu atau tidak, mungkin dia malu tp dia ga bisa melakukannya sendiri.


"ooh,,, bilang dong sayang dari tadi, kan sudah cepat mas membantu, kata azzam lalu mendekati karina yang berdiri di depan kamar mandi,


melihat azzam mendekat kearahnya, langsung membuat karina jadi mundur,


"loh kok mundur sayang, kan mas mau bantu bukanya, sini belakangi mas, biar mas bantu, ucap azzam lalu memutar karina jadi membelakanginya, dia pun membuka relsleting baju karina,


begitu dia melihat kulit mulus punggung karina yang terpangpang di hadapannya, langsung membuat dirinya dag dig dug ga jelas, yang tadinya dia biasa biasa aja jadi tidak biasa, karna baru kali ini dia melihat pemandangan seindah ini, sedangkan karina yang merasa ditatap seperti itu merasa malu dan gugup,


dia pun bertanya, "sudah mas? tanya karina. mendengar suara karina membuat azzam sadar dari lamunanya, lalu dia mencium punggung karina dan berkata.


"sudah sayang, ucap azzam. karina yang merasakan punggungnya di cium oleh azzam langsung bergerak masuk kamar mandi, dia bukan karna marah tapi karna gugup saja bagaimana cara menghadapiny

__ADS_1


kamsiahπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜šπŸ˜™


__ADS_2