PILIHANKU

PILIHANKU
Episode 6


__ADS_3

"Ada apa Ali?Kenapa dengan tanganmu itu?" Tangannya tampak berdarah. "Nanti saja aku jelaskan, biarkan aku masuk." Ok aku membiarkannya masuk dan duduk di ruang tengah. Nenek mengambilkan kotak P3K, "Ada apa Ali?" Aku mulai bertanya. "Tadi saat aku sedang berjalan, ada beberapa preman yang menghadangku, mereka memintaku untuk menyerahkan uang dan barang berhargaku yang lain, aku menolak dan mereka menghajarku habis-habisan." Ali menghentikan omongannya karena dia kesakitan


"Tunggu sebentar ya nak, nenek akan mengobati luka mu ini." Nenek mulai membersihkan luka Ali. "Setelah itu aku melawan balik, dan aku menang. Tapi teman-teman mereka datang sehingga aku berlari." Astaga, kenapa bisa jadi begini. "Kamu diam saja dulu di sini, aku akan menelfon bibi, takut dia khawatir." Aku pun menelfon bibi. Setelah selesai di obati, Ali terbaring di sofa, mungkin dia kurang tidur semalam. Tidurnya begitu pulas, sehingga nenek tak mampu membangunkannya.


"Dasar merepotkan, mengganggu saja dia ini."

__ADS_1


"Tidak, Citra. Dia kan teman kita juga." Jawabku. Citra ini seperti biasa tidak bisa menyaring ucapannya. Hari semakin siang, Ali tidak kunjung bangun, sementara Citra sudah pulang, nenek juga pergi ke pasar dulu untuk membeli bahan makanan, kami hanya berdua sekarang di rumah. Aku memutuskan untuk menonton televisi, karena tidak ada yang sedang aku kerjakan saat ini. Aku duduk di samping Ali yang sedang tertidur.


Entah kenapa kepala Ali sekarang berada di bahuku. Astaga anak ini sungguh merepotkan, aku ingin sekali mendorongnya tapi aku tidak tega. Wajahnya terlihat imut saat sedang tidur, yang membuatku tidak tega mendorongnya. Beberapa saat kemudian, Ali terbangun. "Apa yang kamu lakukan?" Dia kaget melihatku di sampingnya. "Saat aku duduk di kursi ini kepalamu langsung menyandar ke pundak ku."


Ali berdiri kemudian melepaskan plester di tangannya. "Apa yang kamu lakukan?" Akupun ikut berdiri. "Aku ikut mandi di rumahmu, dimana kamar mandinya?." Jawabnya sambil bertanya dimana letak kamar mandi. "Di ujung sana!" Jawabku sambil menunjuk letaknya. Ali berjalan kemudian dia mandi, apa dia tidak punya rasa malu? Mandi di rumah orang lain, biarlah dia kan temanku.

__ADS_1


Tok tok tok...


Ketukan ketiga, terdengar pegangan pintu terbuka. Astaga apa yang aku lihat ini? Ali telanjang dada di depanku! Aku langsung memalingkan wajahku ke arah berlawanan. "A-apa yang kamu lakukan?" Pipiku memerah. "Tolong telfon bibi, suruh dia bawakan aku baju baru!" Ish dasar, kalau saja situasinya tidak seperti ini, aku pasti sudah memukul wajah Ali. "Iya-iya, kamu diam di situ sampai bibi datang!" Perintahku. "Enak saja, kau ini tenang saja. Aku tidak akan macam-macam." Dia berjalan lalu duduk di sofa depan TV.


Aku segera menelpon bibi untuk membawakan baju untuk Ali, sungguh merepotkan! "Hei, ambilkan aku makanan, aku lapar!" Apa yang barusan dia katakan? Ambilkan makanan? Lagaknya sudah seperti bos saja di rumah ini! "Hei kau dengar tidak? Cepat ambilkan!" Karena dia memaksaku dengan nada agak marah, apa boleh buat, ku ambil Snack di lemari lalu kuberikan padanya. "Nih, makan yang kenyang!" Aku lempar Snack itu padanya. "Hei, kamu ini jangan di lempar dong!" Protesnya padaku. "Makan saja, jangan banyak protes!" Jawabku.

__ADS_1


"Kau ini sampai segitunya tidak ingin melihat tubuhku yang seksi ini." Benar juga sih, saat aku pertama melihatnya tubuhnya bagus, dada bidangnya membuat ku seakan ingin menyentuhnya. Astaga apa yang aku katakan! Sudahlah lebih baik aku diam saja di kamar. Aku berjalan menuju kamarku tanpa menghiraukan Ali yang dari tadi mengoceh.


__ADS_2