
♡♡♡♡♡♡♡♡
mendengar perkataan zihan rangga pun sangat merasa bersalah, "ah, maaf, maaf, tadi aku sangat senang, hingga meluk kamu sampai seerat itu, kamu ga apa2 kan? ucap rangga khawatir.
"aku ngak apa2 kok, jawab zihan.
mereka berdua yang merasa malu karna tingkahnya pun akhirnya tertawa,
sudah puas tertawa zihan pun terdiam ketika menyadari rangga dari tadi hanya menatapnya, hingga membuat wajahnya zihan memerah kembali, rangga semakin intens menatap, hingga tak berpaling sedikit pun, jantung zihan sudah dag dig dug, karna dia tau mungkin ini adalah saatnya bagi mereka untuk penyatukan cinta mereka, dan malam pertama yang di nantikan setiap pengantin baru.
semakin lama wajahnya rangga semakin mendekat, rangga terus mencoba untuk memberanikan diri, ketika dia melihat zihan menutup mata, rangga pun tidak mau membuang2 waktu lagi, ini ada lah tanda kalau zihan juga menginginkannya,
dengan bercampur gugup rangga pun mencium bibirnya zihan, rangga terus ******* bibirnya zihan, zihan yang sudah merasakan sesak karna tidak bisa bernapas, zihan pun memukul dadanya rangga agar rangga melepasnya, ketika rangga menyadari sang istri sudah hampir kehabisan oksigen, dia pun langsung melepasnya dengan cepat, mereka berdua terengah-engah seperti habis lari marataon saja, lalu menghirup udara dengan sangat rakusnya,
lalu zihan pun tertawa melihat tingkah mereka berdua, tapi rangga tidak mau tinggal diam lagi, dia pun melanjutkan aksinya tadi sampai dia merasa puas,
"hati-hati ya angga, aku takut, ucap zihan, "iya sayang,, kamu jangan khawatir, aku pasti sangat hati2, kamu tahan sikit ya, ini pasti sakit, ucap rangga mengingatkan istrinya.
zihan pun hanya menganggukkan kepalanya sambil menggigit bibirnya,
begitu rangga memasukinya zihan pun langsung berteriak kencang, "aakh... sakit, sakit banget, hiks hiks,,, seru zihan sambil menangis. rangga yang melihat zihan teriak kesakitan dan menangis, membuatnya jadi takut, tapi dia mencoba untuk tenang agar zihan tidak tambah takut lagi, "ga apa2 kok sayang, itu memang biasa bagi pasangan seperti kita yang masih perawan dan jejaka, aku juga merasakan sakit juga, tapi memang tak seperti yamg kamu rasakan, ucap rangga menerangkan semuanya.
"tapi,, ini memang sakit, jawabnya zihan.
"ga apa2, setelah ini kamu tidak akan merasakan sakit lagi, tapi kamu akan merasakan yang namanya sorga dunia sayang" ucap rangga lalu mencium air matanya zihan, dan kembali mencumbuinya, agar bisa mengurangi rasa sakitnya zihan, dan benar saja. setelah rangga kembali mencumbunya zihan pun mulai bergairah kembali, dan rangga pun memastikan zihan sudah tidak sanggup lagi untuk minta diberi lebih, rangga pun melancarkan serangannya hingga berkali-kali, zihan yang sudah merasakan nikmat yang di berikan sang suami, tidak sadar kalau dia mendesah dengan sangat kuat, hingga membuat rangga tambah semangat untuk reproduksi,
dan untung saja kedua orang tua zihan tidak ada, kalau tidak mungkin mereka akan mendengar suara ******* zihan yang kelewat kuat, tapi justru itu yang membuat rangga tambah semangat.
__ADS_1
setelah mereka berdua mencapai puncak, rangga pun tumbang dia atasnya zihan, dia sudah tak mampu lagi untuk bangun, mungkin saking keras perjuangan rangga untuk menerjang gerbang yang sangat kokoh tersebut, jadi begitu berhasil dia pun sudah terkulai lemah.😁😁
malam ini mereka hanya beraksi sekali saja, karna rangga tidak tega ketika
melihat istrinya merasa kesakitan, dan rangga juga merasa kesakitan, mungkin karna baru pertama kali bagi mereka, jadi itu memang sudah sepantasnya,
setelah lelah bertarung rangga dan zihan pun tidur dengan sangat nyenyak, hingga mereka tidak ingat untuk bangun pagi, mereka bangun sudah hampir jam sepuluh pagi, zihan bangun lebih dulu,
ketika zihan bangun dan merasakan ada tangan kekar memeluknya dari belakang, dan pagi ini dia tidak lupa lagi, karna dia sudah bertempur bersamanya sepanjak malam, ketika zihan mengingat kejadian itu,zihan tersenyum malu, wajahnya pun bersemu merah kembali bila mengingatnya,
lalu zihan pun bangun untuk segera mandi, dia bergerak dengan pelan agar tidak membangunkan rangga, tapi ketika dia bergeser sedikit saja sudah membuatnya merasakan sakit yang sangat perih, zihan pun meringis kesakitan,
"auw,,,! serunya hingga membuat rangga terbangun, ketika menyadari istrinya kesakitan rangga pun langsung duduk dan menanyakannya.
"kamu kenapa sayang? kok kayak kesakitan gitu? tanya rangga pada zihan.
"iya, aku merasakan perih di bagian sini, dan aku gak bisa gerak, kalau gerak dikit aja langsung perih, jawabnya zihan.
"ga apa2 kok, aku hanya mau mandi aja, bentar lagi kan ibu sama ayah pulang" jawabnya. "ya udah, kalau kayak gitu aku gendong kekamar mandi aja ya, aku bantuin kamu mandi, nanti setelah itu kita obatin lukanya, ucap rangga lasung menggendong zihan kekamar mandi.
dan seperti katanya tadi, rangga juga membantu zihan mandi, sebenarnya zihan masih malu, tapi apa boleh buat, dia memang membutuhkannya.
"ga apa2 kok angga, biar aku aja, aku bisa kok, ucapnya dan mencoba untuk berdiri, tapi alhasil dia pun hampir jatuh karna tidak bisa menahat perihnya.
"udah, kamu duduk yang tenang aja, biar aku yang bantuin, jawabnya rangga.
"tapi aku malu,, kalau kamu yang mandiin, "ngapain kamu malu sama suami kamu sendiri sayang, lagian kan aku juga sudah melihat semuanya semalam, dan sudah merasakannya juga, sebab itu lah kamu merasakan perih, jadi ga usah malu2 lagi ya sayang,, ucap rangga tanpa embel2.
__ADS_1
zihan yang mendengar ucapan rangga merasa sangat malu, rangga dengan gampang mengucapkannya, wajah zihan sekarang sudah sangat memerah, ingatannya langsung menerawang ke kejadian tadi malam, dan mengingat betapa agresipnya dia, hingga mendesah dengan sangat keras karna kenikmatan, di buai oleh aksi sang suami.
zihan pun hanya diam ketika rangga memandikannya, setelah selesai rangga kembali menggendong zihan keluar dari kamar mandi, dan memakaikan pakaian untuknya, rangga juga sudah selesai mandi, rangga yang melihat zihan berjalan dengan tertatih2 pu bertanya.
"kamu mau kemana sayang? kalau masih sakit jangan banyak gerak dulu, ucapnay
"aku mau buatin sarapan untuk kita berdua, jawabnya.
"ga udah sayang, kamu istirahat aja, nanti biar aku yang buatin, kamu pasti laper banget ya, pokoknya satu hari ini kamu jangan keluar kamar dulu, ucap rangga lalu pergi meninggalkan zihan tanpa menungga jawaban dari zihan.
"aduh,, bagaimana aku gak keluar sih, nanti ibu sama ayah pasti bertanya, terus aku jawab apa coba?? gumamnya seorang.
tak berapa lama rangga datang sambil membawa nampan berisikan dua piring nasi goreng dan dua gelas susu, untuk sarapan mereka berdua.
"taraa,,, nasi goreng ala suami kamu sudah siap, semoga istri aku suka ya,, ucap rangga sambil meletakkannya di meja dekat ranjang,
"wah,, ternyata kamu bisa masak juga ya,, aku pikir hanya jadi bos di restoran aja, yang tinggal ngatur tanpa tau cara masaknya, ucap zihan bercanda.
"hei,, kamu jangan samakan semua bos restoran ya, suamimu ini berbeda, sekarang aku sudah pinter masak, dan aku juga sudah bisa jadi koki, tapi koki di rumah kita saja hehehe... ucap rangga kembali sambil tertawa.
mereka pun sarapan sambil sesekali melontarkan candaan.
"oh iya, bagaimana aku gak keluar, kalau aku di kamar saja pasti ibu sama ayah bertanya2" ucanya zihan.
"kamu ga usah mikirin itu,ayah dan ibu sudah mengerti dan paham soal itu, kan mereka juga dulu pernah pengantin baru, yang penting satu hari ini kamu harus istirahat, ingat nanti sore kan kita kerumahnya aku untuk nginap selama dua hari juga, setelah itu kita akan pulang, ucap rangga mengingatkan zihan.
"baiklah kalau begitu, aku mah nurut aja, jawabnya pasrah.
__ADS_1
😚😍
selamat ya,,, atas jebolnya gerbang hihihi..