
♡♡♡♡♡
"makasih ya bos atas sarannya, saya juga berusaha sebaik mungkin.
"sama2, saya juga senang bisa berbagi ilmu, ucap maz rifqi.
"ya sudah kalau gitu saya duluan ya, soalnya masih banyak yang harus di kerjakan agar bisa lebih cepat pulang, pamitnya azzam lalu pergi meninggalkan mas rifqi dan rangga berdua.
"kalau kamu bagaimana rangga? tanya mas rifqi. rangga yang tidak mengerti arah pembicaraannya mas rifqi, lalu bertanya. "bagaimana apanya bos? saya tidak mengerti maksutnya bos? ucapnya.
"hah,, maksut saya apa kamu sudah menikah? atau sudah punya pacar gak? kata mas rifqi. mendengar perkataan mas rifqi, rangga pun langsung tersenyum,
"kalau masalah itu saya belum menikah bos, dan pacar pun saya belum ada, tp,,, ada seseorang yang saya sukai bos, kata rangga dengan malu-malu,
"ooh,, kalau begitu tunggu apalagi? kalau kamu ada menyukai seseorang, langsung utarakan perasaanmu, agar dia tau.
"tapi saya takut tidak di terima olehnya, saya sudah lama menyukainya, bahkan sebelum dia mengenal saya, ucap rangga.
"berarti kamu sekarang sedang berusaha mendekatinya ya, tp kalau kamu tidak mengatakannya dia gak akan tau, dan akhirnya kamu keduluan sama orang lain, kalau sudah begitu tak ada guna lagu kamu menyesalinya, ucap mas rifqi.
"tp saya sudah berjanji kepada orangtuanya, bahwa kami tidak boleh pacaran sebelum anaknya lulus kuliah,
"wah,, kamu hebat ya, kok bisa sih orangtuanya tau tp sementara gadis yang kamu sukai tidak tau sama sekali, memang siapa cewek yang kamu suka? tanyanya.
"sebenarnya saya menyukai adiknya bang azzam bos, yaitu zihan..jawab rangga dengan jujur.
"apa katamu,, apa azzam tau masalah kamu suka dengan adiknya itu?
"bang azzam tidak tau soal itu, tp ayah dan ibu sudah tau, dan mereka menyetujui aku dengan zihan, tp kami tidak boleh pacaran sebelum zihan lulus,
dan itu permintaan ayahnya zihan.
__ADS_1
"ooh,,, begitu ya, tp tidak ada salahnya kamu memberi tau perasaanmu kepada zihan, agar dia bisa tau, kalau kamu tidak mengatakannya dia bisa menyukai orang lain, lagian setau saya zihan juga bentar lagi lulus, jadi kalian bisa saling kenal satu sama lain, sambil menunggu zihan lulus.
sarannya mas rifqi kepada rangga.
"ya sudah kalau begitu saya juga mau pulang dylu, tp ingat, coba kamu pikirkan perkataan saya tadi, ucap mas rifqi.
"iya bos, akan saya pertimbangkan, hati-hati di jalan bos. ucapnya pada mas rifqi,
lalu mas rifqi pun langsung pergi meninggalkan rangga yang sedang termenung memikirkan perkataannya mas rifqi, "kayaknya ada benarnya juga apa yang di katakan sama bos rifqi tadi, kalau aku hanya dia sambil menunggu, bisa2 zihan menyukai cowok lain, ah,, gak boleh,, aku harus mengatakannya secepatnya sebelum orang lain terlebih dahulu, gumam rangga bicara sendiri,
rangga pun kembali melakukan aktivitas nya dengan tidak pokus, karna sambil memikirkan bagaimana caranya dia untuk mengutarakan perasaannya, hingga sampai sore dan pulang ke kos'annya.
mas rifqi yang tadinya pergi bertemu azzam sudah kembali ke kafe, "gimana mas pertemuannya? tanyaku kepo.
"ya,, biasa aja la sayang, mas hanya berbagi pengalaman aja sama azzam, o ya alikha mana sayang? kok gak kelihatan? tanya mas rifqi, "alikha lagi tidur mas, tadi kecapean habis main, dia sering nanyain arkan mas, katanya dia mau sekolah kaya arkan biar bisa main barwng arkan, alikha lucu banget ya mas, hihihi,,,
"kasian alikha ya sayang, dia pasti sangat kesepian gak punya teman bermain, alikha itu masih terlalu kecil kalau sekolah, yang ada gurunya bukannya ngajar tp momong anak iya,hahaha.ucap mas rifqi sambil tertawa, "iya ya mas.. ucapku juga.
"itu sih memang maunya mas aja, bukan karna alikha ya kan, ucapku bisa menerka isi pikirannya mas rifqi, memang sih kalau alikha sudah bisa punya adik, tp kan kita sebagai perempuan yang sudah pernah mengalami bagaimana rasanya melahirkan, masih bisa membayang
kan rasa sakitnya, jadi masih agak rada-rada takut sih menurut aku,,
"ya udah kalau gitu kita bahasnya nanti aja ya sayang, mending kita pulang aja, ayo sayang, ajak mas rifqi.
"tp alikha masih tidur mas, kasian kan kalau dia kebangun padahal baru aja tidur, ucapku. karna kasian kalau tidurnya alikha terganggu. "ga pp sayang, alikha biar mas yang gendong,
setelah sampai rumah seperti biasanya mandi, sehabis mandi kami pun makan malam, selesai makan aku menemani alikha dikamarnya lalu membacakan dongeng untuknya, setelah alikha tidur, aku pun kembali ke kamar kami, dan ternyata mas rifqi belum tidur, dia masih menunggu ku, "belum tidur ya mas? ucapku lalu berbaring di samping mas rifqi yang sedang asik memainkan ponselnya,
"belum sayang, mas kan lagi nungguin kamu, jawabnya lalu meletakkan ponselny,
"memang ada perlu apa mas? tanyaku
__ADS_1
"ya,, mau bahas masalah tadi sore sayang, masa' kamu lupa sih,
"ya ampun mas, aku kirain apaan,
"jadi gimana sayang? kamu mau kan,,, kalau alikha punya adik lagi? tanya mas rifqi kembali. "gimana ya mas, bukannya aku gak mau, tp aku tu masih takut mas, jawabku. "kamu gak usah takut sayang, mas akan selalu ada di samping kamu, kita serahin semuanya hanya kepada allah...
dia yang maha tau segalanya,
aku pun hanya diam, masih bingung dengan pikiranku sendiri, mas rifqi yang mengerti dengan ketakutanku, dia pun menasehati dan memberikan pengertian ke padaku, aku pun sangat bersukur bisa memiliki mas rifqi yang selalu mengerti akan aku, "makasih ya mas, sudah mengerti dengan keadaan hatiku, ucapku.
"iya sayang, itu memang harus mas lakukan, kalau bukan mas siapa lagi, mas gak mau memaksa mu sayang, jawabnya
"aku janji mas, kalau aku sudah siap, aku akan segera memberi tau mas,
"iya sayang, tp walau pun demikian mas masih bisa minta haknya mas malam ini kan? tanya mas rifqi sambil tersenyum nakal, hingga membuat aku yang tadinya serius jadi ketawa dan malu. "hahaha,,, orang lagi serius bahas ini, tp mas malah nanya yang lain, ya itu haknya mas kok, gak mungkin kan aku menolaknya, itu kewajiban bagi aku yang sebagai istri kamu mas,, kata ku sambil tersenyum.
"alhamdulillah,, mas pikir akan di tangguhkan juga, jawabnya.
lalu setelah itu kami pun melewati malam yang indah tanpa gangguan apa pun,
sementara di seberang sana rangga masih bergelut dengan pikirannya sendiri, tadinya rangga sudah bersiap untuk pergi menemui zihan, tp dia urungkan kembali, karna hatinya yang tidak menentu,
rangga yang tidak tau kalau sebenarnya zihan juga menaruh perasaan terhadap nya, kalau dia tau pasti lebih mudah untuk mengatasi masalahnya sendiri,
"gimana ya? apa aku kasih tau bang azzam saja ya? dan meminta solusi darinya, tp bagaimana kalau bang azzam tidak mengijinkan aku berhubungan dengan adiknya? sama seperti ayahnya, gumam rangga ngomong sendiri,
"aakh,,, tau ah,, aku jadi pusing sendiri,
ucapnya lalu tiduran sambil memeluk gulingnya, dia pun akhinya tidur dengan pikiran yang penuh pertanyaan,
gimana besti? apa rangga akan melanggar janjinya? demi menjamin pujaan hatinya tidak akan kelain hati, 😊😁😉😎
__ADS_1