
"tok,,,tok,,,tok,,," dengan ragu lala pun mengetuk pintu rumah pak samsul.
sementara didalam azzam dan juga kedua orang tuanya masih asik ngobrol di ruang tamu, kirana tidak ikut, dia memilih masuk kamar untuk istirahat, tp karina tidak betul2 tidur.
dia sekarang sedang melihat2 semua foto zihan yang melekat di dinding, dan foto2 keluarga azzam, mulai dari azzam kecil sampai dewasa, dan dia juga melihat ada ank perempuan disamping azzam, "ini pasti zihan seperti yang bapak ceritakan tadi, "dia persis seperti lala sangat cantik, apa mungkin lala itu adalah zihan, tp kenapa dia tidak mengenal mas azzam, bhatin karina merasa penasaran.
walau pun kamar ini tidak berpenghuni tp tetap rapi, karna ibu azzam selalu membersihkannya setiap hari, karna zihan tidak suka kalau kamarnya kotor atau berantakan, jadi dia berharap suatu saat zihan akan kembali lagi.
mendengar suara ketukan pintu, mereka saling melihat satu sama lain, lalu ibu berkata "siapa yang bertamu tengah malam seperti ini? ucapnya penasaran karna sebelumnya tidak pernah sama sekali ada yang bertamu tengah malam.
"ya udah ibu buka sana, mana tau pak Rt atau tetangga yang lagi perlu sesuatu, ucap pak samsul pada istrinya.
ibu itu pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi kedepan untuk melihat siapa yang datang,
setelah pintu di buka alangkah terkejut ibu itu, dia merasa tidak percaya dan dia tak tau harus berkata apa, ini seperti mimpi tp kenyataan ada di depan mata,
dia sempat terdiam beberapa saat tp akhirnya dia sadar dan langsung memeluk lala, lalu berteriak pada suaminya bahwa anak mereka telah kembali.
"zi, zihan,,, ucapnya lalu memeluknya,
"pak,,, anak kita sudah pulang, teriaknya.
sementara lala hanya diam dan bingung mau berkata apa lagi, dia juga tidak tau apa maksut ibu itu, "kok ibu ini memanggilku zihan? kenapa dia melukku seperti ini? seperti sangat merindukan seseorang, batin lala penasaran.
mendengar suara teriakan istrinya pak samsul langsung lari menemuinya, dia takut terjadi sesuatu pada istrinya, begitu juga dengan azzam ikut menyusul ayahnya, dan karina yang sedang asik melihat2 album pun ikut berlari keluar mencari tau apa yang terjadi.
dan begitu sampai di depan,mereka semua sangat terkejut, apalagi ayahnya yang tidak menyangka akan melihat putri kesayangannya, sedangkan azzam dan karina saling melihat karna tidak percaya bahwa lala bisa sampai di sini, azzam tau kalau dia itu adalah lala yang azzam kenal
__ADS_1
"zihan,,, seru ayah lalu memeluknya,
"sayang,,, kamu kemana saja selama ini? ayah dan ibu sangat merindukanmu, ayah dan ibu sudah mencari kamu kemana-mana, tp tidak ketemu, apa kamu baik2 saja? tidak ada yang terluka hah?
ucap ayahnya sambil membolak balikkan lala melihat apakah ada yang terluka, dan tidak ada yang kurang satu pun dari lala.
lala hanya diam dan tidak tau harus berkata apa, dia mencoba mencari jawaban dari azzam dengan melihatnya, tp azzam hanya menghela nafas dan mengajak mereka semua masuk kedalam,
"sudah ayo kita masuk, jangan berdiri terus, kita bicara di dalam, ajak azzam.
mereka semua pun masuk lalu duduk di sofa ruang tamu, sedangkan karina berlalu kedapur membuatkan teh untuk mereka semua, ibu membawa lala duduk di sampingnya dan ayahnya juga, azzam melihat kedua orang tuanya sangat bahagia, dia jadi tidak tega memberi tau mereka yang sebenarnya,
"tp ga mungkin kan aku berbohong, lebih baik jujur dari pada berbohong, batinnya.
ibu yang melihat azzam hanya biasa saja ketika melihat lala merasa heran, ayah juga sama, "zam kok kamu kelihatannya biasa saja ketemu zihan, ucap ayah azzam.
untungnya karina datang menyuguhkan teh untuk mereka, dan memberi azzam kesempatan berpikir lebih jernih lagi.
"sebenarnya,,, ayah ibu dia bukan zihan,,,
ucap azzam. tp dia itu lala, ucapnya lagi.
ibu dan ayah yang mendengar itu sungguh tidak percaya, "maksut kamu apa zam? tanya ayahnya, "iya.,, kamu kenapa sih nak? bukannya senang kalau adiknya sudah pulang tp malah bilang bukan zihan, jawab ibunya tidak percaya dengan perkataan azzam, lala hanya diam menyaksikan mereka semua.
"kalau ibu sama ayah ga percaya dengan perkataan azzam, ibu boleh tanya padanya, ucap azzam sambil melihat lala. dia tau ga mudah bagi ibu dan ayahnya percaya kalau dia bukan zihan, karna dia juga sama seperti mereka waktu baru pertama kali melihatnya, tp azzam tidak memberi tau lala soal itu, azzam memastikannya terlebih dahulu supaya tidak salah mengenal orang.
ibu pun beralih melihat lala dengan serius dan dia bertanya pada lala bahwa apa yang di katakan azzam tersebut benar,
__ADS_1
lala pun hanya menganggukkan kepala, membenarkan perkataan azzam .
ibu yang melihat lala menganggukkan kepala, membenarkan perkataan azzam merasa sangat kecewa, "tidak mungkin,,, ucap ibu menggeleng-gelengkan kepalanya, dia sangat yakin bahwa lala adalah zihan putri kesayangannya.
"ibu sangat yakin bahwa kamu itu adalah anak ibu zihan, ibu bisa buktikan, ucapnya lagi meyakinkan yang lain.
"ayah juga sangat berharap bahwa dia adalah zihan bu', tp bagaimana ibu bisa membuktikan kalau lala adalah zihan? tanya suaminya ragu.
"iya bu' apa ibu punya bukti, kalau dia zihan kenapa dia tidak ingat sama sekali pada kita semua, sambung azzam.
" ayah, azzam, kalian ingatkan kalau zihan itu punya tanda lahir di kepalanya,
ucap ibu bersemangat, ayah yang mendengar itu juga ikut bersemangat,
"tp bu,, bagaimana kalau tidak, jangan terlalu berharap nanti ibu sama ayah kecewa, kata azzam meyakinkan mereka.
"pasti ada, iya kan sayang, ucap ibu pada lala, "aku tidak tau bu' karna aku tidak bisa melihatnya, jawab lala karna dia memang tidak tau sama sekali kalau dia punya tanda lahir, maminya pun tidak pernah bercerita tentang tanda lahirnya.
"apa jangan2 aku memang jihan, tp bagaimana aku bisa jadi anaknya mami papi? batin lala jadi penasaran.
"sini ibu periksa rambutmu dulu, kata ibu sambil meraih rambut lala dan menyisihkan rambut lala kesamping dan ternyata tanda lahir yang dikatakan ibu itu benar adanya,
ibu yang melihat itu berseru semangat pada suaminya, "haa,, apa ibu bilang, dia adalah zihan yah, ayo coba liat ini tanda lahirnya zihan betul ada, ucap ibu bahagia
"apa? apa ibu ga salah liat? tanya suaminya tidak percaya, lalu dia pun mendekat untuk melihat, dia pun berseru bahagia ketika melihatnya. "iya ibu benar dia adalah zihan putri kita bu' ucap ayah azzam sangat bahagia lalu memeluk lala.
semoga kita semua selalu di beri kesehatan dan dilimpahkan rizkinya
__ADS_1
Aamiin,,,,
terima kasih sudah setia membaca😊😊