
♡♡♡♡♡♡♡
selesai makan malam mereka pun kembali keperaduan malam, sementara di kediamannya azzam, dia sedang membantu karina membereskan barang2 keperluan untuk calon bayi mereka, yang gak terasa sebentar lagi akan lahir kedunia. azzam sudah menyiapkan box untuk bayinya, dia sekarang sedang menata baju2 kedalam lemari mungil khusus untuk bayi,
"mas, apa sudah semuanya di sini? tanya sang istri. "sudah sayang, ini juga sudah mas pisahin untuk di bawa kerumah sakit kalau pas kamu lahiran, tapi mas hanya menyiapkan beberapa pasang untuk bayi kita, lalu beberapa pakaian untuk kamu juga sayang, gimana apa masih ada yang kurang? tanya azzam pada karina.
"gak ada lagi mas, semuanya sudah cukup, mas tinggal masukin ke tas saja, supaya nanti ngambilnya gampang, gak repot2 lagi" ucap karina.
"Ok,, semuanya sudah beres sayang, ayo kita tidur, ini sudah hampir jam sepuluh malam" ucap azzam lalu dia pun berdiri dan membantu karina untuk berdiri,namanya juga orang hamil pasti susah bergerak, kalau sudah duduk ya duduk aja. karna sekarang usia kandungan karina sudah masuk delapan bulan,
setelah pagi hari menjelang, karina bangun lebih cepat dari biasanya, walaupun karina sedang hamil besar tapi dia tidak pernah bangun lama2.
setelah beberapa menit azzam pun bangun, dia langsung mencari keberadaan istrinya,
karna tidak biasanyabdia bangun lebih cepat, "sayang.. kamu di mana? panggilnya sambil mencari ke kamar mandi, lalu azzam pun langsung ke dapur, tapi di sana juga tak ada.
"tuan sudah bangun ya, apa tuan ingin di buatkan kopi? sapa mbok yem, ketika melihat majikannya datang dengan tiba2, apa lagi azzam keluar kamar masih menggunakan piama bergambarkan hello kitty dan berwarna pink, atas permintaan karina. anehnya.. dulu karina tidak terlalu menyukai gambar hello kitty atau pun warna pink, tapi entah kenapa akhir2 ini dia lebih menyukainya,
mungkin ini bawaan bayi kali.
"gak usah bi' nanti saja, oh iya bi' karina mana? tanya azzam mencaritau.
"oh,, non karina sedang ada di tamam tuan" jawab pembantunya masih menahan senyum agar tuannya tidak merasa malu,
"makasih ya bi' ucapnya lalu berlalu pergi ketaman untuk menemui sang istri.
__ADS_1
"sayang.. ternyata kamu di sini, mas dari tadi mencari kamu, kamu ngapain bangun cepat banget? sampai2 mas khawatir, karna ketika mas bangun mas gak bisa menemukanmu" tanya azzam beruntun.
karina yang melihat azzam datang lalu bertanya tanpa henti, dan dengan raut wajah penuh kecemasan, dia pun tersenyum manis karna azzam belum mengganti pakaiannya sama sekali, "pasti mas azzam tidak menyadari atau tidak ingat kalau dia memakai piama" batinnya.
"kamu kenapa senyum-senyum sayang? bukannya jawab pertanyaan mas, tapi kamu malah tersenyum gak jelas nih..
"maaf mas kalau aku dah buat mas cemas, tadi aku bangun lebih awal karna perut aku mules ingin ke toilet, jadi setelah bangun gak bisa tidur lagi, jadi dari pada bingung mau ngapain, lebih baik aku bantuin mbok yem aja, tapi mbok yemnya sudah hampir selesai, jadi dari pada bengong gak ngapa-ngapain mending aku nyiram tanaman saja mas hehehe,,, ucapnya memberi tau azzam.
"Hah.. sukur deh kalau kamu ga apa2, lain kali jangan pergi tanpa memberi tau mas ya" ucap azzam mengingatkan.
"iya mas, sekali lagi maaf ya mas,, mas ngaca gak sebelum keluar kamar? tanyany
"mana sempat ngaca sayang,, yang ada di pikirannya mas itu hanya kamu, jadi jangankan ngaca, ba... ucapnya azzam lalu menyadari kalau bajunya masih yang dia pakai semalam.
ayo sayang kita masuk aja, sebelum lebih banyak orang yang liatin mas" ucapnya lalu menggandeng karina masuk ke dalam rumah, "emang kenapa harus malu sih mas? mas kan ga telanjang, masih pakai baju lengkap kok, cuma... hanya pakai piama gambar hello kitty warna pink" bisik karina ke telinga azzam.
lalu dia pun tertawa terbahak2, " itu kamu tau sendiri, mas kan jadi malu banget" keluhnya azzam.
begitu masuk mereka bertemu mbok yem yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, mbok yem pun tersenyum sambil menyuruh mereka sarapan,
azzam yang melihat itu langsung bersembunyi di belakang karina karna malu, "tuan, non, sarapannya sudah siap, sudah bisa sarapan" ucap pembantunya.
"iya bi' nanti saja, kami mau mandi lebih dulu" ucap karina pada mbok yem.
lalu mereka pun segera berlalu kekamar dan meninggalkan mbok yem yang masih melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
"tuan pasti baru sadar kalau dia keluar dengan pakaian seperti itu" gumam mbok yem sambil tersenyum geleng2 kepala.
selesai mandi azzam memakai pakaiannya, dia akan segera berangkat kantor setelah selesai sarapan, "sayang,,, boleh gak kalau mas gak usah pakai pakaian seperti itu setiap malam" pinta suaminya.
"memang kenapa mas? kan hanya di pakai waktu tidur saja, lagian kelihatannya mas juga merasa nyaman memakainya ketika tidur" ucap karina.
"iya sih, mas akui memang mas sangat nyaman memakainya, tapi.. kamu lihat sendiri kan pagi ini, sudah membuat mas malu, gimana kalau mami papi lagi di sini? atau dalam keadaan darurat, misalnya pas waktunya kamu mau lahiran, pasti mas bakalan gak ke pikiran buat ganti dulu ketika liat kamu mengeluh sakit atau apalah" jawab azzam dengan jelas.
"ya udah deh,,, terserah mas saja, ada benarnya juga apa yang mas bilang" ucap karina. "makasih ya sayang sudah ngertiin mas" ucapnya lalu mencium wajahnya karina dengan gemmes.
"ya udah ayo kita sarapan dulu, nanti mas telat ke kantornya" ajak karina.
lalu mereka pun sarapan, selesai sarapan azzam pun langsung berangkat ke kantor,
siangnya azzam sedang makan siang di restiran dekat kantornya, dan kebetulan sekali di sana ada maya juga yang sedang makan siang bersama seseorang yang lebih tua darinya, bisa dibilang dia lebih cocok di sebut ayahnya, tapi dari perlakuan lelaki tersebut kayaknya sih mereka sepasang kekasih.
maya tidak menyadari kalau azzam ada di sana, dia juga tidak tau kalau azzam sempat memperhatikan mereka berdua.
"maya,, apa aku tidak salah lihat ya, sepertinya maya sudah menemukan korban baru, tapi ini jauh lebih tua darinya, maya,, maya,, apa tidak bisa ya dia mencari pria lebih muda, yang bisa di angga sebagai kekasihnya, apa dia tidak takut di labrak istri lelaki tersebut" batin azzam geleng2 kepala melihat kelakuan maya mantan kekasihnya dulu.
entah kenapa dia bisa pernah mencintai maya dengan sepenuh hatinya, hingga membuat hatinya terluka dan tidak percaya dengan adanya cinta suci. tapi ternyata cinta suci itu memang ada, dia menemukannya dari karina istri tercintanya.
"ngomong-ngomong, tentang cinta sejati pasti ada, tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menemukannya, bisa di bilang seperti mencari jarum di tumpukan jerami,
"ya ngak😊😊😙😚😚
__ADS_1