
♡♡♡♡♡
besok paginya ibu sama ayahnya azzam sudah hampir sampai, karna hari ini mereka akan sampai, jadi azzam memutuskan tidak berangkat kerja, karna azzam ingin menjemputnya langsung ke loket, "mas, ayo kita berangkatnya sekarang, ntar ibu sama ayah nunggu lama lagi loh, kalau sampai kita berangkatnya kelamaan, ucap karina.
"iya sayang, ayo' kita pergi, ajak azzam.
setelah beberapa menit mereka pun sampai di loket, dan ternyata bus yang di naiki ayahnya baru saja tiba, azzam pun langsung menghampiri kedua orangtuanya
"ayah, ibu, sapa azzam, lalu dia pun meraih tangan ayah dan menciumnya, dan juga kepada ibunya, begitu juga dengan karina melakukannya bergantian,
"ibu' gimana perjalanannya? ibu pasti capekkan, ucap karina lalu memeluk ibu mertuanya, "sayang,, mantunya ibu, ibu masih kuat kok, aduh,, ini calon cucunya ibu ya, ucap ibunya sambil mengelus perut menantunya itu,
"iya bu' calon cucunya ibu sekarang sudah aktif banget, jawabnya sambil tersenyum, "halo cucunya nenek,, maaf ya sayang nenek baru busa datang, mulai hari ini kita akan sering bersama2, jadi nenek akan selalu ada untuk cucu kesayangan nenek nih, ucapnya masih dengan mengelus2 perut karina, lalu dia pun mencoba menempelkan telinganya di perut karina tersebut, sambil mendengarkan dan merasakan pergerakan cucunya.
padahal mereka masih di loket, dengan keadaan orang masig ramai2nya, tp mereka sama sekali tidak menghiraukan tatapan orang2 yang ada di sana, melihat kelakuan istrinya pak samsul pun hanya tersenyum, dia juga sangat bahagia karna akhirnya yang mereka harapkan sudah jadi kenyataan, "udah bu' ayo kita pulang, nanti setelah sampai di rumah baru deh ibu main sama calon cucu kita, ucap suaminya masih dengan tersenyum,
"iya bu' ayo kita naik ke mobil, ajak karina
"ayo sayang, kita duduk di belakang aja ya, biar ayahmu yang di depan sama azzam, ibu masih ingin bersama cucu ibu,
"iya bu',,, dan mereka pun langsung pulang, selama di perjalanan ibu dan karina asik bercerita berbagi pengalaman,
sementara zihan sudah lama menunggu di rumahnya azzam, sambil menyiapkan makanan untuk ayah dan ibunya, mbok yem juga ikut membantu, dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan ayah dan ibunya.
setelah menunggu beberapa saat, merekapun sampai, zihan yang mendengar suara mobil, dia pun langsung berlari ke depan dan meninggalkan mbok yem yang tersenyaum melihat tingkahnya zihan, "hati2 non, jangan lari nanti jatuh loh,, seru mbok yem tp tak di dengar oleh zihan.
begitu mereka keluar dari mobil, zihan pun langsung menghambur kepelukan ibunya, karina yang melihat gerakan zihan dia pun langsung menghindar takut kena senggol olehnya,
"ibuuu,,, serunya, "aduh, hati2 dong nak, nanti kamu bisa jatuh, ucap ibunya khawatir, "ibu, zihan sangat kangen,
"apa sama ayah kamu gak kangen nih,,? ucap ayahnya lalu merentangkan tangannya dan di sambut oleh zihan, "Ayah,, zihan juga sangat merindukan ayah, o iya, ayah sama ibu pasti laparkan, zihan sudah masak makanan untuk kalian, jadi ayo kita makan,, ajak zihan sambil menggandeng ayah dan ibunya.
__ADS_1
sedangkan azzam dan karina hanya tersenyum menyaksikan zihan dan ke dua orangtuanya, "ayo sayang, kamu juga pasti sudah laparkan, mas juga lapar banget karna tadi pagi hanya sarapan sedikit, ucap azzam lalu azzam pun menggandeng tangan karina dan masuk kedalam rumah,
mbok yem yang sedang menata makanan di meja pun menoleh ke arah suara yang datang, "wah, makasih ya mbok, ucap karina, "iya non sama2, selamat datang bu' pak', semoga suka dengan masakan yang kami sediakan, ucap mbok yem.
"makasih ya mbak, sudah repot2,, ucap bu'ririn, dengan senyum manisnya.
lalu mereka pun langsung makan.
selesai makan, mereka pun lanjut di ruang keluarga sambil bercerita, dan berbagibkabar masing2, tidak lupa juga zihan menanyakan soal rangga kepada ayahnya tersebut, karna sudah lama zihan ingin menanyakan hal tersebut. jadi ini adalah waktu yang tepat, apalagi besok adalah hari kelulusannya zihan, dan zihan ingin memastikan hubungan mereka di restui oleh ke dua orang tuanya.
"ayah,,, apa boleh zihan tanya sesuatu? dan zihan pengen tau banget, ucap zihan.
"Ya boleh dong sayang, memangnya putri ayah mau tanya apa sih? sampe segitu ingin taunya,, ucap sang ayah.
"eemm,,, ini soal rangga yah,, jawab zihan.
"oh iya,, ayah hampir lupa, bagaimana kabarnya rangga? apa dia baik2 saja kan? tanya sang ayah dengan cepat.
"syukur alhamdulillah deh kalau gitu, ayah khawatir kalau rangga gak betah,
"ya pasti betah lah yah, soalnya kan ada zihan,, ucap zihan merasa percaya diri,
"emang kamu sudah saling ketemu sama rangga? tanya ayah dan ibunya.
"sudah bu' tp gak sering2 amat kok, paling hanya sekali seminggu, itu pun kalau rangga gak kecapean karna banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.
"ooh,, berarti kalian sudah dekat ya? tanya ibunya lagi. "gak juga bu' hanya bertemen biasa aja, kan gak boleh sama ayah,, jawab zihan.
mendengar perkataan zihan, azzam dan karina pun langsung memperhatikan ayahnya, sebagai tanda tanya.
sedangkan ayah yang di tatapnya hanya tersenyum malu, sambil garuk2 kepala, istrinya yang sudah paham pun langsung mewakili suaminya tersebut.
__ADS_1
"bukan gak di bolehkan sama ayah, tp kalau bisa lebih baik langsung di halalkan saja, kata ibunya.
"eh,, tapi tadikan kamu mau tanya sesuatau sama ayah dek? emangnya kamu mau tanya apa? ucap azzam mengingat kan zihan, "oh, iya,, tadi zihan mau tanya soal rangga sama ayah, tp sudah langsung di jawab sama ibu' sebelum aku bertanya, ucap zihan sambil tersenyum.
"itu berarti ayah setuju kan kalau zihan sama rangga? tanya zihan meyakinkan.
"setuju sih setuju,, tp kamu dengar sendirikan tadi apa yang di bilang sama ibu' lebih baik di halalin saja,,, kata azzam
"iya mas,, aku dengar kok, gak pa2 dihalalin sama rangga, dari pada keduluan sama cewek lain bleew,,, ucap zihan sambil menjulurkan lidahnya ke pada azzam karna sebbell.
azzam pun hanya diam saja, tanpa membalas kelakuan adiknya, karina, ayah dan ibunya, pun han tersenyum sambil geleng2 kepala melihat mereka berdua.
"kalau ayah sama ibu kamu itu setuju2 saja, apalagi ayah mengenal rangga dengan baik, dia itu pria yang sopan, ramah, suka menolong orang, dan hormat kepada orang tua, siapa saja, dia tidak akan membeda-bedakannya, dia juga sangat menyayangi kedua orang tuanya.
ucap sang ayah memuji rangga.
"wah,,, kelihatannya ayah sangat menyukai rangga ya? ucap karina.
ayah mertuanya pun langsung tersenyum, "bukan begitu nak, tp rangga memang orangnya seperti itu, ayah menyetujuinya dekat dengan zihan karna ayah percaya padanya, dia tidak akan melupakan janji yang sudah dia ucapkan, dan tidak akan melanggarnya, meskipun hanya niat saja.
dan ayah sangat yakin itu, ucapnya.
"iya, ayah betul, dan dia selalu menepati janjinya pada zihan selama ini, walaupun kami hanya sebagai teman, ucap zihan membenarkan ucapan ayahnya.
"oh iya,, ibu sama ayah pasti capekkan semalaman naik bus, lebih baik ibu sama ayah istirahat dulu, nanti kan kita bisa sambung lagi cerita2nya, ucap karina.
"iya, kamu betul nak, rasanya tubuh ibu ini sakit semua, ucap sang ibu mertua.
"ya udah kalau gitu ayah sama ibu langsung kekamar aja, semalam sudah karina beresin kok, jadi ibu dan ayah bisa langsung istirahat dengan nyenyak.
"iya ayo bu, biar zihan pijiti ya, kata zihan
__ADS_1
lalu setelah zihan mengantarkan mereka kekamar, sekarang hanya ringgal azzam dan karina, "mas,, apa kamu juga setuju dengan rangga? tanya karina. azzam pun menganggukkan kepalanya, "iya sayang, mas juga sangat senang kalau zihan bersama rangga, karna mas juga sangat mengenal rangga, bahkan sampai sekarang rangga tidak pernah berubah, dari dulu sampai sekarang dia masih tetap rangga yang sama, karina yang mendengar itu pun akhirnya mengerti.