
tibalah waktunya mereka kembali kekota.
dan tidak lupa ayah dan ibunya juga ikut, karna ingin bertemu orang tua angkat zihan, "ibu sama ayah sudah siap? tanya azzam memastikan. "udah nak, zihan, karina, sudah pada siapkan? ayo kita berangkat, ucap ibunya.
"ayo bu' ucap karina dan zihan barengan.
"sayang ga ada yang ketinggalan kan?
tanya azzam pada karina, "udah semua kok mas, lagian kan aku cuma bawa beberapa aja, jadi ngemasnya gampang.
" ya udah ayo, ajak azzam meraih koper karina dan memasukkannya kebagasi, koper zihan juga, sama koper ayah ibunya juga. dan mereka pun berangkat setelah memastikan semua tidak ada yang tertinggal.
skip aja ya perjalanannya.๐
sekarang mereka sudah sampai di apartemen karina, karna waktu diperjalanan karina meminta mereka tinggal di apartemennya, karna kalau di tempat kos nya azzam ga mungkin, karna itu koss an khusus buat pria saja, jadi ga mungkin juga ya kan.
"ayo silahkan masuk bu' yah'. anggap aja rumah sendiri, ucap karina sambil menunjukkan kamar buat kedua calon mertuanya untuk istirahat.
"nah,,, ini kamar buat ibu dan ayah istirahat, semoga suka yaa, ucap karina sambil tersenyum pada mereka.
"makasih ya sayang, kamu tu ga cuma cantik baik sopan lagi, puji ibu padanya.
"ya udah bu, selamat istirahat, aku mau ajak zihan dulu ya, ucap karina.
dan dianggukin sama ibu' dan ayah.
setelah karina pergi, mereka pun masuk kekamar, lalu ibu berbaring diranjang,
"ayah,,, panggilnya pada suaminya yang sedang duduk di samping, "ada apa bu? kalau sudah capek tidur aja dulu, nanti kita pikirin masalah selanjutnya. ucap pak samsul pada istrinya.
"bukan soal itu yah, tp tentang karina dan azzam, "emang kenapa dengan mereka? mereka pasangan yang serasi, dan kelihatannya saling mencintai.
jawab suaminya.
__ADS_1
"gini loh yah, keliatannya karina itu orang berada, jadi ibu takut kalau orang tua karina tidak merestui mereka, kalau tau kita orang susah, ucap istrinya.
"jangan so uzdon dong buu' belum tentu mereka seperti itu. apalagi ibu belum jumpa sama sekali dengan keluarganya,
"udah...tidur dulu, seru suaminya menarik selimut sampai dada dan memejamkan matanya untuk bermimpi๐
"huh, padahal ibu masih mau tanya sesuatu, gerutunya dan berbaring.
sementara karina sedang mengantarkan zihan ke kamarnya sendiri, lalu dia pun keluar dan menemui azzam yang masih menunggunya di sofa, "mas mau tidur di sini ya?tanya karina. "yah,, mau di mana lagi? emang masih ada kamar yang kosong? tanya azzam, dia juga ga sanggup tidur di sofa, pasti bangun pagi nanti badannya pasti pada pegel semua.
"masih ada kok mas, tp karna ga pernah di pakai jadi agak berantakan dan berdebu, aku beresin dulu mas tunggu di sini bentar ya, ucapnya lalu pergi untuk merapikan kamar tersebut.
"ga usah sayang biar mas aja yang beresin, kata azzam, "ga pp mas, ucapnya sambil membersihkan ranjang dan mengganti seprei serta bantal dan guling,
"nah sekarang mas sudah bisa istirahat, aku kekamar dulu ya mas, pengen istirahat juga, capeek, keluhnya.
"makasih ya sayang, uh,, baik banget sih calon istrinya mas, udah dapet restu lagi dari calon mertuanya, goda azzam sambil tersenyum pada karina,
selagi karina mengelus elus tangannya, azzam langsung memeluk karina.
"makasih ya sayang sudah mau menerima mas, ucapnya masih tetap memeluknya.
"iya mas, aku juga sangat bersyukur bisa di pertemukan sama kamu, ucap karina membalas pelukannya.
"aku sangat mencintaimu sepenuh hatiku, jadi jangan pernah meninggalkan ku yaa,
"aku juga mencintaimu mas, dan ku mohon pegang janji2mu, kata karina dan melepaskan pelukan mereka, azzam masih menggenggam tangan karina, dia melihat bibir karina yang merag merona sangat menggoda imannya.
mereka pun saling tatap2an, dan azzam tidak menyia nyia kan kesempatan ini, dia langsung mencium karina dengan lembut, azzam yang menciumnya, membuat karina merasakan aliran darahnya semakin cepat, dan dia seperti menginginkan lebih, jadi dia pun mengalungkan tangannya di leher azzam dan membalas ciumannya.
merasakan balasan dari karina membuat azzam jadi semangat, dia pun ******* bibir karina dan memasukkan lidahnya, dia mengabsen semua deretan gigi karina, mereka saling bertukar saliva dan saking asiknya berciuman tidak sadar kalau tangannya sudah sampai kemana, dan karina juga tidak menyadarinya,
ketika azzam yang sudah di selimuti oleh kabut gairah, zihan datang dan berdehem membuat mereka berdua tersadar, bahwa mereka tidak boleh melakukan ini, dan juga merasa malu karna di pergokin adiknya sendiri, "aku kekamar dulu mas, ucap karina sambil menundukkan kepalanya, dia pun berlalu begitu saja, dia sangat malu sampe2 ga tau bicara apa lagi.
__ADS_1
"halalin dulu mas mbak karinanya, seru zihan pada azzam sambil berlalu pergi menemui karina.
azzam yang mendengar ucapan adiknya merasa malu, dan juga takut karna dia juga punya seorang adik, dia takut kalau hal sama terjadi pada adinya.
"azzam2 kamu tu bikin malu aja, batinnya sambil senyum2 sendiri, mengingat adegan mereka tadi,
"aduh,, aku harus mandi nih, kalau ngak bahaya, gumamnya lalu meraih handuknya dan masuk kekamar mandi, untung di sini ada kamar mandi,batinnya.
zihan yang menemui karina sudah berbaring di ranjang dan memakai selimut sampai menutupi kepala, "gimana nih cara ngomongnya? pasti mbak karina malu banget kepergok sama aku, batin zihan.
"mbak,,, apa mbak sudah tidur? tanya zihan memastikan, karina yang mendengar pertanyaan zihan hanya diam pura2 tidur, melihat ada pergerakan di dalam selimut membuat zihan yakin kalau karina belum tidur sama sekali, "maaf ya mbak soal tadi, aku tadinya mau ngambil air minum tp aku ga tau dapurnya sebelah mana, jadi aku cari aja,
"eehh,,, malah ngeliat yang gituan, mata aku sudah ternoda, ucap zihan menjelaskan pada karina.
mendengar penjelasan zihan dia lalu duduk dan meminta maaf dan berterima kasih juga, "maaf ya mbak uda salah tp mbak juga berterima kasih sama kamu, ucapnya, zihan yang bingung mendengar ucapan karina pun bertanya.
"kok mbak minta maaf dan berterima kasih sih? harusnya mbak kan marah, karna aku suda mengganggu kalian, kata zihan berterus terang, "sebenarnya mbak malu banget sama kamu, tp mau bagaimana lagi sudah terlanjur malu, untung kamu datang, kalau ngak aku sama mas azzam sudah berbuat dosa yang sangat besar, ucap karina merasa senang.
zihan pun mengangguk anggukkan kepalanya karna baru paham dengan maksut karina,dia juga menambahkan,
"dan untung aja bukan ibu atau ayah yang liat, kalau ngaak,.. bahhh....
berabe jadinya, besoknya langsung di nikahkan, hahahahaha ucap zihan sambil tertawa puas,
mendengar perkataan zihan karina hanya melongok dan membuka mulutnya lebar2 dan menyaksikan zihan yang ketawa.
"keluar sudah sipat aslinya, batin karina.
sampai jumpa besok ya
akak akak๐๐๐๐
kakak authorrnya bobo dulu๐๐ค
__ADS_1