
♡♡♡♡♡♡
sementara di rumahnya zihan sedang menyiapkan acara pesta pernikahan.
sedangkan aku masih sedih dengan kehilangan calon bayiku. aku masih sering menangis bila mengingatnya, tapi aku masih beruntung ada keluarga yang selalu menasehati dan menghiburku.
"sayang,, kamu sudah bangun ya, ayo kita makan dulu, kamu pasti sudah laparkan, ucap mas rifqi, "ahh, iya mas, jawabku sambil merapikan tempat tidur, " sayang, apa kamu habis nangis ya,
"ah, engak mas, ayo kita makan aku udah laper banget, ucapku untuk mengalihkan percakapan. " ya udah ayo sayang, ucap mas rifqi lalu menggandeng tanganku.
setelah sampai diruang makan ternyata alikha sama mami sudah nungguin, "pagi sayang, "pagi bunda, ucap mami dan alikha bersamaan, "pagi mami, pagi juga putri cantiknya bunda, ucapku lalu mencium gemes pipi gembulnya alikha.
"wah,, anaknya mami tamba hari tambah cantik aja nih, ucap mami menggodaku.
"ah mami bisa aja, padahal mikaila belum mandi loh mi' hehehe,, cengirku malu2.
"iya kan mi' rifqi juga merasa seperti itu, rifqi pikir, hanya rifqi aja yang melihat perubahannya mikaila, ternyata mami juga sama, kalau alikha gimana? tanya mas rifqi pada alikha. "iya ayah, alikha juga sama seperti ayah, bunda itu lebih cantik sekarang, jawab alikha tersenyum.
"ihh,,, kalian mah bisa aja buat bunda malu, ucapku sambil tertawa, lalu mereka semua pun ikut tertawa,
melihat mereka tertawa senang ketika melihat aku tertawa, aku jadi berpikir bahwa aku harus bisa melupakan kesedihanku, aku gak boleh egois hanya memikirkan diriku sendiri, tapi tidak memikirkan bagaimana perasaan mereka yang berusaha untuk membantu dan menghiburku, batinku dengan tekad kuat.
"ayo kita makan, kalau kita ngomong terus kapan makannya? ucapku mengungatkan.
__ADS_1
"oh iya ya, ayo ayo kita makan dulu, nanti aja kita lanjut ketawanya ucap mami, lalu lami makan dengan nikmat, selesai makan alikha mengajakku bermain di ruang keluarga, katanya dia baru beli mainan baru, "bunda ayo kita main yuk, alikha ada beli mainan baru loh, dokter2an, alikha dokternya bunda jadi pasiennya ya, "ayo sayang, bunda juga sudah bosan di kamar terus, jawabku hingga membuat alikha sangat senang, "horee,,, makasih ya bunda, udah mau main lagi sama alikha, serunya dengan bersemangat sekali,
"kasian alikha, pasti dia sangat kesepian tidak mendapat perhatian dariku beberapa hari ini, ini karna aku terus meratapi kesedihanku sendiri, hingga mengabaikan putriku yang benar2 membutuhkan perhatian dariku. batinku.
"sini bunda, biar alikha periksa dulu, ucap alikha membuyarkan lamunanku.
"ooh, iya bu'dokter, ucapku sambil tersenyum berlagak sebagai pasiennya.
sementara mas rifqi dan mami sedang memperhatikan kami dari samping sambil tersenyum senang, karna aku sudah mau bermain bersama alikha dan tidak mengurung diri di kamar seperti biasa.
"wah,, lagi main apa nih? ayah boleh ikut ngak? tanya mas rifqi ikut bergabung.
"boleh dong yah, alikha sama bunda lagi main dokter2an ayah, kalau ayah mau ikut, ayah jadi pasiennya ya, alikha yang kjadi dokternya, ucap alikha dengan riang. aku yang melihat mas rifqi ikut bermain merasa heran, kenapa mas rifqi gak pergi kerja ya? batinku.
"iya sayang, tapi tiba2 mas males banget, gak tau kenapa,mas hanya ingin bersama kalian saja, bermain bersama alikha dan bunda yang cantik ya kan putri ayah,, ucapnya. "betul ayah,, sekali-kali ayah juga perlu bermain sama alikha, supaya gak streess... ucap alikha hingga membuat aku dan mas rifqi saling melihat dan tertawa renyah mendengar ucapannya.
"alikha,, alikha,,, kamu ada2 aja deh, masa' ayah di bilang stres, ucapku.
"bukan apa2 bunda, maksut alikha supaya ayah ngak stress menghadapi pekerjaan melulu' bunda,, jawabnya menjelaskan.
"wah,, ternyata anak ayah pinter banget ya, ucap mas rifqi lalu mengelus rambut nya alikha, 'iya ayah, makasih,, siapa dulu dong ayah sama bundanya, hihihi...
aku dan mas rifqi pun tersenyum medengarnya, "alikha, kamu selalu bisa membuat bunda tersenyum, makasih ya, batinku. asik bermain sampai gak terasa sudah hampir tengah hari, dan sudahnwaktunya alikha tidur siang, "anak ayah, ini sudah waktunya bobo' siang, sekarang bobo' dulu ya, nanti kita lanjut bermainnya lagi ya, ucap mas rifqi kepada alikha.
__ADS_1
"iya ayah, bunda,, alikha bobo' siang dulu ya, nanti kita lanjut mainnya, ucap alikha padaku, seolah dia ingin membuat aku mengerti, "iya sayang ga apa2 kok, ayo bunda temenin, ajakku. tapi dia menolak.
"engak bunda, alikha kan udah gede' jadi ga perlu di temani lagi, alikha bisa sendiri kok, jawabnya lalu berlalu pergi masuk kamarnya, meninggalkan aku dan mas rifqi.
"kasian alikha mas, pasti ini sebab aku yang tidak memperhatikannya beberapa hari ini,ucapku sedih. "kamu gak usah sedih sayang, itu tandanya putri kita sudah bisa tidur sendiri tanpa di temani, jawab mas rifqi lalu duduk di sampingku,
"sayang, bagaimana kalau kita pergi jalan2 keluar sambil makan siang nanti, ajak mas rifqi. "tapi bagaimana denga alikha ayah? gak mungkin kuta ninggalin dia, tanyaku memastiakan. "yaa,, kita ajak alikha lah sayang, kalau mami mau, mami juga boleh ikut, jawabnya mas rifqi.
"ngak ah, mami di rumah aja, jawab mami yang tiba2 datang menghampiri kami.
"kenapa mi? kan eank kita makan siang sama2, "mami lagi males aja, ngak apa kalian pergi aja nanti setelah alikha bangun tidur. ya udah kalu gitu mami juga mau bobo' siang juga. ucapnya berlalu,
"ya udah kalau gitu aku siap2 dulu ya mas, seperti kata mami tadi, kalau alikha sudah bangun kita pergi, ucapku lalu meninggalkan mas rifqi sendirian. setelah selesai mandi aku pun berdandan sedikit agar tidak terlihat pucat. "kamu sudah selesai sayang? wah,,, kamu cantik banget hari ini, ucap mas rifqi lalu memelukku dari belakang. "makasih mas, emang sebelumnya aku gak cantik ya mas? ucapku
"cantik sayang,, tapi lebih cantik hari ini, karna kamu sudah gak sedih lagi, ujar mas rifqi, "iya mas, maaf ya mas, kalau beberapa hari ini aku memperhatikan kalian, itu karna aku egois, hanya memikirkan perasaanku sendiri, aku yakin mas juga sangat membutuhkan perhatian dariku juga, mas juga pasti sakit kan? ucapku minta maaf sambil menggenggam tangannya mas rifqi.
"gak apa2 sayang, melihat kamu sudah seperti biasanya saja sudah membuat mas senang, dan sekarang kamu sudah mau bermain bersama alikha, sudah mau menghias diri kamu sendiri, itu saja sudah sangat membuat mas bahagia, jadi mulai sekarang kamu jangan sedih lagi ya, kalau kamu ada yang ingin di tanyakan kamu tanya mas aja, atau mau cerita juga boleh,
"iya mas, makasih ya mas, mas selalu sabar dalam menghadapi aku yang kekanak-kanakan ini, dan tidak pernah bosan untuk mengingatkanku, ucapku lalu memeluknya dengan erat, "iya sayang,,
"oh iya, alikhanya sudah bangun mas?
"belum sayang, mungkin bentar lagi, yuk kita kebawah mana tau alikhanya sudah bangun, jawab mas rifqi.
__ADS_1