PILIHANKU

PILIHANKU
part 84


__ADS_3

♡♡♡♡♡


malamnya setelah selesai makan malam kami duduk santai di ruang keluarga sambil nonton tv, lalu mas rifqi pun memberikan kode padaku untuk mengambil kejutan yang aku simpan siang tadi, aku pun bergegas kekamar dan membawa dua kotak tersebut dan memberikannya kepada mas rifqi,


"ini mas, ucapku lalu duduk di samping mas rifqi, alikha yang melihat aku menyerahkan kotak hadiah kepada ayahnya pun langsung bertanya.


"bunda, kok bunda kasih ayah kado sih? apa ayah lagi ulang tahun ya bunda?


tanya alikha penasaran. lalu mami juga menganggukkan kepala, karna alikha sudah mewakili mami bertanya lebih dulu.


"ooh,, ini, ayah lagi gak ulang tahun kok sayang, jawab mas rifqi.


" lah, trus,, kalau bukan ulang tahun kenapa ada kado segala? tanya mami.


"sebenarnya,, ayah sama bunda ada kejutan buat alikha dan nenek loh, ucap mas rifqi. "wah,,, kejutan apa yah? alikha pengen tau, tanya alikha antusias banget.


"mami juga jadi penasaran nih, hihihi...


"ini buat mami, dan ini buat alikha, ayo silahkan di buka, ucap mas rifqi sambil tersenyum, lalu mas rifqi pun menggenggam tanganku dengan erat, kmi pun mengamati perubahan sikap mami dan alikha, mami yang lebih dulu sudah membuka kotaknya, dan mami langsung diam lalu memperhatikan benda kecil yang ada dalam kotak tersebut,


lalu mami beralih melihat kami berdua, aku dan mas rifqi kompak menganggukkan kepala, sontak mami langsung menangis dan memelukku, dia menangis bukan karna ada apa ya, tp mami menangis terharu karna bahagia, "berarti cucu mami akan tambah lagi dong? ucapnya masih dengan tangis harunya, "iya mi, sekarang mikaila sedang mengandung cucunya mami, jadi alikha akan segera punya adik mi, ucap mas rifqi lagi,


sementara alikha yang sedang serius membuka kadonya, langsung menoleh ke ayahnya, karna mendengar ayahnya menyebutkan dia akan punya adik, dan itu membuat alikha tidak jadi membuka kadonya, tp alikha malah bertanya.

__ADS_1


"ayah,, apa alikha tadi tidak salah dengar kan, tadi ayah bilang alikha akan punya adik.. "iya sayang, alikha gak salah dengar kok, dan nenek juga akan punya cucu lagi, jawab neneknya senang.


mendengar pengakuan neneknya alikha pun bersorak dengan gembira, "horree,,, alikha akan punya adik, bunda,, alikha mau punya adik cewek ya bunda, supaya alikha ada teman main boneka, main masak2, main dokter2an bunda, ucap alikha semangat, aku yang mendengar permintaan alikha pun hanya tersenyum, ternyata benar alikha sangat kesepian karna tidak mempunyai teman untuk bermain,


"iya sayang,, yang penting alikha doain bunda supaya sehat selalu ya, ucap mas rifqi. "oh iya bunda, adiknya ada di mana sih? kapan adiknya datang? tanya alikha.


"adiknya alikha ada di dalam perutnya bunda, ucapku lalu meletakkan tangannya di atas perut rataku, "loh,, kok bisa di dalam sini sih bun? tanyanya lagi.


"bisa dong sayang, sekarang adiknya masih kecil banget, tp nanti kalau perutnya bunda sudah semakin besar, itu tandanya adiknya alikha juga tumbuh besar, dan akan segera lahir kedunia ini sayang, lalu alikha bisa melihatnya, menjaganya, menciumnya, dan memeluknya nanti, jadi alikha harus bisa jaga bunda sama calon adiknya ya,, ucapku tersenyum yang melihat alikha sangat antusias mendengar ucapanku.


"iya bunda, alikha akan selalu jagain bunda sama adiknya alikha, adik kecil,,, kamu jangan nakal di dalam perutnya bunda ya, baik2 di dalam sini ya, ucap alikha masih dengan setia memandangi perut rataku, dan lalu menciumnya.


melihat perlakuan alikha kami semua pun langsung tertawa bahagia, "ya udah kalau gitu, rifqi kamu bawa mikaila istirahat sana, ini sudah malam, alikha biar mami aja yang tidurkan, iya kan sayang, ucap mami pada alikha, "iya nek, alikha kan sekarang sudah gede' jadi gak boleh bikin bunda capek, kasian adiknya nanti, mulai dari sekarang alikha akan bobo' di temani sama nenek aja, jawabnya.


di tengah malam aku terbangun ingin ke kamar mandi, tp ketika aku bangun, aku tidak melihat mas rifqi ada di sampingku,


"kemana mas rifqi ya? apa dia lagi di kamar mandi? batinku lalu masuk ke kamar mandi tp mas rifqi tidak ada, aku pun melanjutkan ritual yang harus aku laksanakan dari tadi, karna memang sudah tak tahan pengen keluar.


setelah merasa legah, aku pun kembali dan masih tidak melihat mas rifqi di kamar, karna penasaran mas rifqi pergi kemana tengah malam begini, aku pun keluar dari kamar dan menuju kamarnya alikha, "mana tau tadi alikha nangis dan di temani sama ayahnya, batinku lagi.


tp ketika hendak sampai di kamarnya alikha aku mencium bau wangi masakan, dan itu membuatku heran dan sekaligus merasa takut, gak mumgkin kan bi'mina masak tengah malam begini, jadi karna penasaran aku pun memberanikan diri untuk memeriksa langsung kedapur, dan ternyata di sana aku melihat mas rifqi sedang masak sesuatu, " kayaknya mas rifqi sedang kelaparan banget, batinku.


"mas,, kamu ngapain masak di tengah malam2 gini? mas lagi kelapaeran ya?

__ADS_1


"eh,, sayang,, kamu ngagetin mas deh, iya,, mas lagi laper banget nih, entah kenapa mas bawaannya selalu laper, padahal tadi malam mas sudah makan banyak, jawabnya.


"awas loh mas, nanti mas bisa jadi gendut kalau makan tengah malam, apa lagi yang mas makan itu adalah mi, jangan di biasaain mas, ucapku menasehatinya.


"ya udah, mas makan aja sekarang biar aku temenin, besok2 gak boleh lagi ya makan mi tengah malam, biar besok aku suruh bi'mina nyiapin makanan untuk mas makan kalau lagi lapar tengah malam, jadi gak perlu repot masak lagi, ucapku memberikan saran.


"iya sayang, mas juga gak mau jadi gendut seperti katamu tadi, nanti kamu malah gak cinta lagi sama mas, dan ngelirik cowok lain lagi, ucap mas rifqi.


"mas,, mas,,, kamu ada2 aja ah, mana mungkinlah aku ngelirik cowok lain, sementara suami aku sendiri sudah lebih dari segalanya, jawabku sambil tersenyum.


mas rifqi pun tersenyum bahagia mendengar ucapanku.


setelah selesai menemani mas rifqi makan kami pun kembali ke kamar, sekarang sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, aku berbaring di ranjang, dan mas rifqi duduk di sampingku sambil bercerita, sebelum mata ini terpejam aku pun menyempatkan bertanya, "mas,, kok bisa sih mas yang ngidam, padahalkan aku yang hamil mas, tanya ku yang masih merasa heran,


"iya ya,, mas juga gak tau, tp azzam pernah cerita dia juga mengalami hal yang sama, di mana karina tidak ngidam sama sekali sama seperti kamu ini,


bahkan azzamlah yang merasakan mual dan pengen makan sesuatu yang asam2 seperti mas juga, jawabnya. masih entah apa lagi yang ucapkan mas rifqi tp aku tidak mendengarnya lagi, karna aku sudah tertidur dan masuk alam mimpi,


mas rifqi yang menyadari aku sudah tertidur dia pun hanya tersenyum dan menyelimutiku, lalu dia ikut berbaring di samping dan memelukku dengan erat.


dan kami pun mengarungi mimpi2 kami sendiri.


terima kasih😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2