PILIHANKU

PILIHANKU
Episode 3


__ADS_3

Setelah membeli es krim, kak Adam mengantarku pulang karena hari mulai gelap.


"Sudah kak, disini saja." Aku menatap kak Adam sebentar. "Baiklah kalau gitu, sampai jumpa besok!" Kak Adam pergi. "Iya sampai jumpa."


Hari yang menyenangkan bersama kak Adam. Aku tidak melihat mobil didepan rumah, mungkin ayah sudah pergi. Aku masuk ke dalam rumah dan melihat nenek sedang menyiapkan makan malam. "Kamu sudah pulang Mika? Dari mana saja kamu, nenek menghawatirkan kamu." Entah kenapa air mataku tiba-tiba jatuh, akupun memeluk nenek dan menangis.


"Ada apa Mika, kenapa kamu menangis?" Nenek membalas pelukanku, aku mengusap air mata lalu melepas pelukanku. "Aku tidak apa-apa nek, aku akan mandi dulu." Aku berjalan menuju kamarku. "Baiklah kalau begitu, nenek sudah menyiapkan makanan kesukaanmu." Aku mengangguk lalu meneruskan jalanku.


Selesai mandi aku langsung turun untuk makan malam. Kami makan berdua di meja makan, setiap melihat nenek aku selalu berpikir, bagaimana jika nenek pergi meninggalkanku untuk selamanya? Apa yang akan ku lakukan jika itu terjadi. "Dimakan nak, jangan melamun. Apa makanannya tidak enak?" Astaga apa yang aku pikirkan, baiklah nek aku akan melanjutkan makanku sambil menonton berita di TV, katanya ada kecelakaan pesawat tadi siang.

__ADS_1


Malam itu aku habiskan dengan memikirkan hal yang tidak-tidak. Esoknya aku bangun terlambat karena tidurku tidak nyenyak. Aku hampir terlambat masuk sekolah, untung saja masih sempat. "Tumben kamu datang terlambat, ada apa?" Aku duduk di bangkuku. "Tidak, aku hanya tidak bisa tidur semalam."


Jawabku lemas.


"Apa yang kamu pikirkan, apa dia menggangumu?" Citra menanyakannya padaku, jawabku hanya menggelengkan kepala. Pelajaran dimulai, aku tidak melihat Ali hari ini, kenapa dia tidak sekolah ya? Sudahlah sekarang aku harus fokus pada pelajaran.


Tapi, apa yang sedang di lakukan Ali sekarang, kenapa dia tidak masuk sekolah?


Astaga, aku hampir ditegur guru, untung saja citra menyadarkanku kalau tidak aku pasti sudah berdiri di depan mengerjakan soal yang bahkan aku tidak mengerti sama sekali.

__ADS_1


Saatnya istirahat. Dari pada aku terus memikirkan hal buruk itu, aku memutuskan jalan-jalan mengelilingi sekolah sendirian. Saat aku berjalan melintasi lorong, beberapa murid perempuan sedang membicarakan Ali. Aku menguping pembicaraan mereka dari jauh. "Kamu tau Ali dari kelas sebelah, katanya orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat."


"Oh ya kasihan sekali, aku harap dia selalu sabar menghadapi semua ini." Apakah yang dikatakan mereka benar? Astaga, aku berlari menuju kelasku. Sesampainya, teman-teman ku sedang membicarakan Ali, mereka sudah tau. "Dari mana saja kamu Mika, apa kamu sudah tau orang tua Ali..." Aku memotong omongan Citra. "Aku tau." Jawabku ketus.


"Baru saja kemarin kita bertemu dengannya di kafe, semoga dia baik-baik saja." Citra mengelus rambutku. "Pulang nanti kita temui Ali dirumahnya ya, Citra!" Ajakku. "Baiklah aku juga mau lihat bagaimana sikapnya setelah orang tuanya sudah tidak ada." Citra selalu menghadapi suatu hal dengan tenang dan cuek, tapi aku tidak bisa. Aku tau yang di rasakan Ali sekarang. Dia merasa kehilangan sama sepertiku saat dulu.


Pulang sekolah aku langsung mencari alamat rumah Ali. Ternyata rumahnya cukup jauh dari sekolah. Dan tidakku sangka ternyata rumah Ali sangat besar, dengan 2 pohon Cemara di depan nya menambah kesan mewah pada rumahnya. Aku masuk kedalam kebetulan banyak sekali orang mungkin saudaranya datang untuk melayat.


Di dalam aku tidak melihat Ali, mungkin dia ada di kamarnya. "Kalian teman-temannya den Ali ya, sini masuk den Ali sedang di kamarnya." seorang wanita tua menghampiri aku dan Citra, mungkin itu asisten rumah tangga di rumah ini. "Ahh, terima kasih banyak. Kami datang untuk melayat sekaligus melihat keadaan Ali." Jawabku sopan, bibi itu mengangguk dan menunjukan jalan menuju kamar Ali di lantai 2.

__ADS_1


__ADS_2