PILIHANKU

PILIHANKU
part 91


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡


setelah selesai berbelanja, azzam pun mengantarkan karina pulang terlebih dulu, baru setelah itu dia pun pergi mengantarkan kedua mertuanya pulang,


"pi' apa azzam boleh bertanya? tanyanya


"memang kamu mau tanya apa zam? sepertinya serius banget, ucap papinya.


"emm,, itu,, tentang ucapan papi tadi waktu di terminal? ucap azzam.


mendengar pertanyaan menantunya dia pun langsung bungkam, melihat reaksi mertuanya yang jadi berubah sedih, "maaf pi' azzam gak bermaksut,,,


"gak pa2, papi tau kamu pasti penasaran dengan ucapan papi tadi, tp papi mohon kamu jangan ungkit soal itu pada karina, ucap sang mertuanya.


"papi juga bingung gimana mau ceritainnya, soalnya ini juga masa lalu saya, dan pasti ada drama yang tidak ongin kita ingat kembali, ucap papinya.


"udah pi' kalau memang berat untuk papi bisa bercerita, gak usah di paksain, tapi bila papi ingin berbagi kisah atau cerita di masa lalunya papi, papi bisa kok cerita sama azzam, papi jangan mengangap azzam sebagai menantu papi, tapi papi bisa anggap azzam sebagai teman atau sahabat, azzam akan jadi pendengar baik dan akan membantu papi sebisa mungkin,


papi karina masih ragu untuk berbagi, dia takut nanti azzam akan berubah, dan meninggalkan putri satu2nya. tp ada benarnya juga, dia harus memberi tau azzam kebenarannya. "tapi papi minta sama kamu zam, setelah kamu mendengar perkataan papi, kamu jangan sesekali menceritakan ini kepada karina, dan kamu juga jangan pernah berniat untuk meninggalkan karina nanti. ucap papinya.


"berarti cerita papi ini ada kaitannya sama karina istri saya ya pi'?tanya azzam.


dan papinya pun hanya menganggukkan kepalanya. "kamu bisa menepati janji kan zam? tanyabpapinya lagi. "insa allah pi'.

__ADS_1


"sebenarnya... dulu kala waktu papi berpacaran sama maminya karina,, ayahnya papi/kakeknya karina., tidak menyetujui hubungan kami, diwaktu itu kala papi mengajak nya kerumah untuk memperkenalkan kepada orang tuanya papi, awalnya sih baik baik aja, ibu juga menyukai almarhum maminya karina.


tp ketika selesai makan, ayah langsung mengusir maminya karina, dan menentang hubungan kami, dia yang sakit hati karna hinaan ayah, langsung berlari dan meninggalkan papi, tanpa menghiraukan papi yang terus memanggil2


"tadinta papi ingin mengejar, tapi ayah langsung menyuruh anak buahnya mencegat papi untuk mengejarnya, dan mengurung papi selama tiga hari, tanpa tau apa yang terjadi pada almarhum maminya karina. setelah 3hari papi di kurung, barulah papi di lepas, dan mengatakan jangan menemuinya, atau berhubungan dengannya lagi, ayah pun mengancam papi, kalau sampai ayah ketahuan menemuinya atau masih berhubungan dengannya lagi, papi sudah tidak di anggap anaknya lagi alias papi di hapus dari daftar KK. ucap papinya panjang.


azzam masih pokus menyetir sambil mendengarkan papinya menceritakan kisahnya di masa lalu, setelah itu dia pun melanjutkan ceritanya.


"setelah itu papi pergi meninggalkan rumah dan terus mencarinya sampai ketemu. karna semenjak hari itu kami tidak bertemu selama 3minggu lamanya, dan di suatu hari, entah lebetulan atau karna kami memang berjodoh, akhirnya papi menemukan maminya karina, dan ketika papi memanggilnya dan mendekatinya, dia malah pergi lari dan meninggalkan papi yang kebingungan, dengan perubahan sikapnya,


"waktu itu papi berpikir mungkin dia sakit hati kepada papi, karna tidak langsung menemuinya dan menanyakan bagaimana kabarnya, bahkan kami tidak ketemu selama itu, hingga membuat dia membenci papi, setelah hari itu papi tidak pernah menyerah untuk mencoba berbicara secara langsung padanya, dan menanyakan apa yang terjadi padanya, kenapa selalu menghindari papi,


"suatu hari papi diam2 mengikutinya dan tanpa sepengetahuannya, ketika ada kesempatan papi pun tidak menyia-nyi kannya,


begitu kiran masuk ke kosannya hutama pun langsung ikut masuk hingga membuat kiran kaget luar biasa, "astafirullahalazim,,, mas tama, kamu ngapain datang kesini? mas tau dari mana kalau aku tinggal di sini? mas harus pergi sekarang, sebelum suruhan ayahnya mas datang kesini dan,,, ucap kiran menghentikan ucapannya, dia takut kalau salah bicara. "dan apa kiran? tannya tama, "ayo katakan kiran, apa ayah melakukan sesuatu kepadamu? apa ayah menyuruh anak buahnya menerormu atau apa kiran? kamu harus beri tau aku, kamu kenapa malah menangis kiran? sebenarnya apa yang terjadi? ucap tama prustasi karna kiran tak kunjung menjawab pertanyaan hutama, tapi kiran lebih memilih menangis sejadi-jadinya, seperti memuaskan sesuatu yang dia tahan di dalam hatinya selama ini,


hutama pun membiarkan kiran menangis sampai dia puas dan berhenti sendiri, setelah itu barulah hutama menanyai kiran kembali, kiran yang sudah merasa plong,, dia pun menjawab pertanyan tama satu persatu, dan dia juga berpikir tidak ada gunanya untuk merahasiakan, "kayaknya lebih baik aku memberi tau semuanya kepada mas tama, di berhak tau, walaupun nanti dia tidak akan berpihak padaku lagi, atau dia jadi membenciku, tak apalah, batin kiran.


"kiran,, sekarang kamu coba ceritain apa yang terjadi padamu malam itu setelah pergi dari rumah? maaf bukannya aku tidak berusaha untuk mengejarmu atau menemuimu, tapi ayah mengurungku selama 3hari, dan setelah aku di bebaskan, aku terus mencarimu, tapi aku sama sekali tidak menemukanmu dimana pun, sekali lagi aku minta maaf,,, ucap tama sambil bersimpuh di hadapan kiran.


kiran yang tadinya sudah tidak menangis, sekarang dia jadi menangis terharu mendengar ucapan hutama, ternyata perkiraannya selama ini salah tentang hutama, selama ini dia berpikir tama tidak mencarinya dan tidak ingin tau keadaannya, dan bagaimana dia masih hidup atau sudah mati.


"Hei,, kok malah menangis lagi, apa ada yang salah dengan ucapanku? tanya tama

__ADS_1


"mas gak salah,, kiran minta maaf ya mas karna sudah meragukanmu, kiran pikir mas tidak pernah mencariku, dan mas sudah melupakan aku untuk selamanya, jawab kiran masih dengan terseduh2.


"mas yang harusnya minta maaf, kamu tidak salah apa2, mas yang salah telah membiarkan kamu pergi sendiri, setelah kau pulang malam itu, apa ada yang terjadi kiran? aku lihat dari keadaan kamu sekarang sepertinya kamu banyak berubah? tanya tama sambil memperhatikan kiran dengan seksama.


kiran yang merasa di perhatikan tama jadi merasa bersalah, dan juga berdosa.


"mas jangan memperhatikan aku seperti itu, sebenarnya malam itu ketika aku pulang, setelah jauh berjalan dan meninggalkan kediaman mas, aku sangat berharap mas datang untuk menemuiku, tapi setelah lama menunggu, mas tak kunjung datang, aku pun melanjutkan perjalananku pulang sambil menangis, di tengah jalan aku di cegat beberapa pria yang sudah mabuk, aku mencoba untuk menhindar dan menyelamatkan diri, tapi aku tidak bisa, mereka langsung mengepungku, dan di saat itu juga aku sangat berharap mas datang untuk menyelamatkan aku, tapi itu hayalah harapanku saja yang tidak akan nyata, mereka yang sudah di pengaruhi oleh minuman beralkohol, tidak menghiraukan permohonanku, dan mereka pun menggilir aku satu persatu, hiks,,hiks,,hiks,,,,


ucap kiran sambil menangis ketika mengingat apa yang dia alami malam itu.


sementara tama yang mendengar ucapan kiran sangat marah dan merasa bersalah karna tidak bisa melindungi kiran, wanita yang sangat dia cintai dan sanyangi, mendapat perlakuan yang tidak baik dari para pria yang tidak punya rasa malu atau pun tidak punya perasaan sedikitpun.


tama memukul dinding beberapa kali hingga melukai tangannya sendiri, tapi dia sama sekali tidak merasakan sakit sedikitpun, karna yang dia tau ini tidak seberapa di banding yang di alami kiran,


"ini semua salah ku, kalau seandainya aku tidak membawamu kerumah, dan tidak membiarkanmu pulang sendiri dengan membawa luka di hati, ini tidak akan terjadi, ucap tama prustasi sambil menjambak rambutnya sendiri, dan juga menjedotkannya kedinding sampai memar, "astafirullahalazim mas,,, kamu gak boleh gitu, liat tangan dan kening kamu sudah berdarah, ayo mas duduk di sini dulu biar aku obati, ucap kiran dengan sigapnya sambil mengambilkan kotak obat yang ada di kosannya.


lalu kiran pun mengobati tangan tama, tama yang melihat kiran mengobati tangannya dengan telaten, membuat tama jadi menangis sejadi-jadinya, dia tidak malu lagi untuk menangis di hadapan kiran, karna dia sudah menyianyiakan wanita yang sangat dia cintai, dan membuatnya hingga menderita seperti ini, "maaf ya mas, apa masih sakit ya, ini cuma perih bentar kok, setelah itu gak akan perih lagi, ucap kiran karna mengira tama menangis karna menahan perih akibat cairan alkohol tersebut.


tama pun tambah menangis, karna kiran sangat polos dan lugu, sudah di sakiti orang pun dia selalu berbaik hati kepada orang2 yang telah menyakitinya, tanpa membalas perbuatan mereka. tama pun langsung memeluk kiran dengan sangat kuat, kiran yang di peluk secara tiba2 hanya diam termangu, tanpa membalas pelukan tama, sedangkan tama yang memeluk kiran merasa ada berbeda dari kiran, "apa jangan2 kiran,,,? batinnya.


terima kasih masih setia😊


bersama saya di sini 😁😁

__ADS_1


__ADS_2