
♡♡♡♡♡♡♡
setelah zihan menerima lamaran rangga, rangga pun menyematkan cincin di jari manisnya zihan, yang sudah dia sediakan sejak hari itu, dan zihan juga menyematkan cincin di jari manisnya rangga, setelah itu mereka pun melanjut kan acara selanjutnya yaitu makan bersama, selesai acara mereka pun saling bercerita dan juga menentukan kapan hari baik untuk akad nihah rangga dan zihan nanti, orang tua zihan tidak menuntut banyak hal kepada keluarga rangga, yang terpenting bagi mereka semua adalah, anak2 bisa bahagia menjalani kehidupan rumah tangga mereka,
setelah dapat waktu yang di tentukan untuk hari pernikahan zihan dan rangga, rangga dan kedua orang tuanya pun kembali pulang, ayah rangga menyerahkan semua urusan kepada calon besannya, dan juga sekaligus dana untuk keperluan nanti, karna acara akad nikah akan di laksanakan di rumahnya zihan.
sesampainya di rumah rangga langsung masuk kekamarnya dan mencoba menelpon bosnya, untuk izin beberapa hari lagi, sampai pernikahannya selesai,
seperti permintaan zihan kalau acara pernikahannya dengan rangga yang sederhana saja, zihan tidak mau membebani banyak hal kepada rangga,
bukan rangga tidak ada modal untuk membiayai pernikahannya dengan zihan, tapi zihan tidak ingin menghambur2kan uang yang sudah susah payah di tabung rangga, "lebih baik uangnya kita buat modal usaha saja" begitulah ucapan zihan kepada kedua orang tuanya dan calon mertuanya, dan mereka semua sangat setuju dengan permintaan zihan,
di seberang sana zihan sedang duduk sambil melamun, sampai tidak memperhatikan ibunya datang menghampiri, "sayang,, kok belum tidur sih? ucap ibunya hingga membuat zihan kaget. "ahh, ibu' zihan belum ngantuk bu' ini bentar lagi zihan mau tidur, jawabnya. "apa kamu masih memikirkan masalah pernikahan kamu ya? atau kamu berubah pikiran? tanya sang ibu.
"memikirkan sih iya bu' tapi kalau berubah pikiran ya enggak lah, zihan juga menginginkan pernikahan ini, ucapnya.
"ya trus kamu kenapa melamun? sampai ibu panggil dari tadi gak dengar, makanya ibu samperin, kata sang ibu.
"hehehe,,, ibu kepo ya, dah ah zihan mau tidur aja, ibu gak usah khawatir ga ada apa2 kok, ibu do'ain aja semoga semuanya berjalan lancar, ucap zihan lalu berbaring dan menarik selimutnya. "ya udah kalau memang gak ada apa2, tapi kalau ada yang ingin kamu bicarain, kamu tinggal bilang saja sama ibu, ga usah sungkan, ucap ibunya, lalu ibunya pun keluar dari kamar zihan dan menutup pintunya.
setelah ibunya keluar zihan pun kembali duduk dan menelpon rangga, rangga yang baru selesai mandi duduk di ranjangnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, seketika dia senang banget karna calon istrinya yang menelpon, dengan sekejap mata rangga pun langsung mengangkatnya,
"Selamat malam calon istriku,,, apa kamu sedang merindukanku ya hehehe...
goda rangga begitu telponnya tersambung, zihan yang mendengar kata calon istriku hanya tersenyum dan wajahnya langsung bersemu merah, untung dia sedang berada di kamar jadi gak ada yang melihatnya,
"ihh,, kamu apaan sih, aku matiin aja ya, ucap zihan dengan nada marah.
__ADS_1
"eh, jangan, jangan, aku serius kali ini, jawab rangga seketika, takut kalau zihan benar2 mematikan telponnya.
"uh, baru segitu aja sudah marah, tapi mas yakin wajah kamu sekarang sudah merah bak kepiting rebus ya kan,,
"uh,, ranggaa,, sudah tau masih aja godain aku, seru zihan marah.
"maaf, maaf, habisnya kamu ngegemesin banget sih, aku serius kali ini, oh iya ada apa kamu nelpon? gak seperti biasanya,
tanya rangga, karna biasanya rangga yang selalu menelpon zihan, tapi ini baru pertama kalinya zihan yang nelpon.
"emm,, pekerjaan kamu gimana? apa om rifqi gak marah kamu libur lebih lama? ini aja sudah tiga hari sama besok kamu di sini, dan pernikahan kita juga tiga hari lagi, apa ga masalah sama pekerjaan kamu? tanya zihan khawatir.
"oh,, kamu gak usah khawatir masalah itu, bos rifqi orangnya baik, apa lagi kalau dia tau alasannya, tadi juga aku sudah mencoba menelponnya tapi gak di angkat,
nanti aku coba hubungi bang azzam saja, oh iya apa bang azzam sudah tau soal pernikahan kita? tanya rangga.
"apa kamu serius gak mau pernikahan kita di rayain seperti pernikahannya bang azzam waktu itu? tanya rangga.
"gak usah angga, aku memang hanya ingin pernikahan yang sederhana saja, lagian buat apa coba menghambur2kan banyak uang hanya untuk satu hari saja, seperti kataku tadi siang, lebih baik uang yang sudah kamu kumpulkan kita buat usaha saja nanti setelah kita menikah, kenapa?apa kamu sangat ingin pernikahan kita di adakan secara besar besaran? ucap zihan.
"oh,, bukan begitu, aku sih setuju2 aja mau bagaimana pun, tapi aku hanya ingin memastikannya sekali lagi, karna setau aku setiap perempuan itu pasti menginginkan pernikahan yang sangat mewah dan istimewa, tapi ternyata aku salah, tidak semua perempuan itu sama, dan aku tidak salah pilih dengan calon istriku ini hehehe,, ucapnya lalu tertawa.
"ketawa aja terus,, untung kamu gak ada di sini, kalau gak sudah habis aku pukul,
gerutu zihan, tapi sebenarnya dia senang banget di panggil seperti itu oleh rangga.
"jangan marah,, aku kan cuma bercanda,
__ADS_1
ya udah, kamu bobo' sekarang ya..
aku juga ingin menelpon bos rifqi dulu, selamat malam calon istriku,, ucap rangga lalu mengakhiri panggilan tanpa menunggu balasan zihan.
ketika panggilan terputus, zihan dengan malu2 membalas ucapan rangga. "selamat malam juga calon suamiku, hihihihi...
ucapnya dengan malu lalu tersenyum sendiri sambil guling2 di tempat tidurnya.
setelah itu dia pun tidur dengan tesenyum
sedangkan rangga sedang menelpon bosnya, setelah diangkat rangga pun langsung meminta izin dan menjelaskan semuanya, dan tidak lupa juga dia memberi tau bosnya untuk datang.
"halo bos, maaf malam2 mengganggu waktu istirahat anda, ucap rangga.
"halo rangga, ngak apa2 kok, saya juga belum tidur, ada apa pasti lagi mikirin sesuatu ya? tanya rifqi. "ah iya bos, sebenarnya saya mau nambah ijin libur beberapa hari lagi hehehe,, ucap rangga dengan malu2. "emang ada hal apa sampai kamu minta ijin tambah libur lagi? tanya rifqi tambah penasaran,
"sebenarnya saya ingin menikah tiga hari lagi bos,, tapi aku,,, jawab rangga. sebelum rangga menyelesaiin kalimatnya rifqi pun kaget dan langsung bertanya,
"apa? menikah,,,? kenapa kamu tidak memberi tau saya. kapan acaranya? tanya rifqi. "acaranya tiga hari lagi bos, jawabnya. "ya udah kalau gitu kamu boleh libur sampai acara pernikahannya selesai, dan saya kasih cuti seminggu lagi untuk bulaan madu mu, oke,,, ingat kamu harus memberi tau saya, kalau memang keadaannya begini. saya akan datang menghadiri acara pernikahan kamu, ucapnya masih tidak percaya.
"ah, makasih bos untuk semuanya, tapi saya ingin memberi tau kalau acaranya hanya sederhana saja, hanya acara kedua belah pihak keluarga, ucap rangga.
"kenapa tidak di selenggarakan? apa kamu gak punya dana? saya akan membantu kamu untuk membiayainya, ucap rifqi kembali.
"bukan masalah biaya bos, tapi itu permintaan calon istrinya aku, hehehe..
"ooohh,,, oh iya. siapa calon istri kamu? apa orang kampung itu juga? soalnya selama kamu kerja di sini gak pernah dengar kamu dekat dengan wanita, kecuali adiknya azzam, ucap rifqi santai.
__ADS_1
"ya itu bos tau, saya memang menikah dengan adiknya bang azzam, yaitu zihan. jawab rangga dengan jujur tanpa basa- basi.