PILIHANKU

PILIHANKU
part 101


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡♡♡


setelah pulang dari rumahnya zihan, rangga langsung memberi tau ibu dan ayahnya, tapi awalnya mereka menolak permintaan rangga, karna mereka tau orang tua zihan, orang yang terpandang di kampung ini semenjak azzam dan karina menikah, dan semua orang kampung tau siapa mereka sekarang, jadi jelas lah kedua orang tua rangga menolaknya, bukannya takut di tolak, tapi mereka merasa minder atau malu untuk memulainya.


tapi ketika rangga memberi tau semuanya kepada ayah dan ibunya, mulai dari awal mereka bertemu dan hingga sampai sekarang, kedua orang tua zihan sudah menerima rangga untuk jadi calon mantunya, "ya sudah pak,, kalau memang itu yang terbaik untuk rangga, ya kita harus mendukungnya pak, ucap ibunya kepada sang ayah.


"ya sudah, kamu pastikan saja pada nak zihan kalau besok kita akan datang, ayah sama ibu akan mengusahakan yang terbaik, jawab ayahnya.


"tapi nak,, ibu ingin bertanya sekali lagi sama kamu, apa kamu sudah memikirkannya dengan baik2 nak? kamu tau kan, kalau menikah itu bukan untuk main2, kamu itu harus punya rasa tanggung jawab yang penuh, dan menikah itu harus saling mengasihi, menyayangi, dan satu lagi harus bisa jujur dan saling percaya pada pasangan kita masing2, dengan berbekalkan semua itu, akan bisa mempertahankan bahtera rumah tangga selamanya, ucap sang ibu menasehati rangga.


"iya bu' rangga sudah sangat yakin dengan niat dan pilihan rangga, dan aku akan selalu mengingat nasehat ibu sama ayah selamanya, dan seperti kata ayah juga, tidak boleh menyakiti atau main tangan kepada seorang perempuan, seburuk apa pun kelakuan istri kita tapi dia tetap seorang perempuan, karna ibu kita juga seorang perempuan, jadi harus bisa menghindari sifat seperti itu, jangan sampai melakukannya, karna hanya dengan kita melakukannya sekali, maka akan mudah untuk mengulangnya lagi, hanya melakukan sekali yang susah, tp untuk kedua kali atau ketiga kalinya akan terulang lagi, ucap rangga yang mengingat akan nasehat ayahnya.


"ayah senang, ternyata kamu ingat dengan nasehat ayah, ucap ayahnya.


lalu setelah itu mereka pun berdiskusi untuk hari besok,


esok paginya, rangga ayah dan ibunya sudah siap, dan akan pergi kerumahnya zihan, mereka tidak mengundang orang atau pun kerabat dekatnya, karna ini juga kan secara tiba2, kalau seandainya saja rangga mengabari mereka terlebih dulu, pasti ada waktu untuk memberi tau semua keluarga, dan begitu juga dengan keluarganya zihan, mereka juga tidak memberi tau siapa pun termasuk azzam, kecuali papi dan maminya zihan, papi dan maminya sudah memberikan izin,


tapi mereka tidak bisa datang, sebenarnya sih bukan tidak bisa datang, kalau datang pun tidak akan sempat, karna ini hanya acara lamaran mendadak jadi mending mereka gak usah datang, nanti aja ketika acara akat nikahnya saja,


sesampainya di rumah zihan, mereka di sambut dengan baik oleh orang tua zihan.


ketika melihat rangga datang hanya bersama ayah dan ibunya, dia pun jadi tersenyum, karna mereka sama2 hanya bertiga saja, tanpa di dampingi oleh orang lain, setelah di persilahkan masuk, mereka pun saling bersalaman dan melanjutkan acara yang ingin mereka laksanakan.

__ADS_1


"assalamualaikum,,, pak' bu'. ucap ayah rangga. "wa'alaikum salam, ayo silahkan masuk, ucap ibunya zihan. lalu menoleh suaminya yang tersenyum. "ayah kenapa senyum2 tadi di depan? tanya sang istri setelah mereka semua masuk dan duduk saling berhadap2an,


"iya pak, kok senyum2, apa ada yang aneh ya dengan rangga? tanya rangga.


"bukan seperti itu nak rangga, bapak tadi senyum hanya karna kita kok samaan ya bertiga, dan gak ngundang2 siapa2, ucapnya memberi tau.


"ooh,, gitu ya pak, ucap rangga.


"maaf ya pak bu' kalau kami hanya datang bertiga saja, itu karna saudara2 kami pada jauh semua, ya kalau memberi tau mereka pun, mereka ga akan sempat, ya wong yang mau lamaran aja pun bilangnya secara mendadak, ucap ibu rangga sambil tersenyum malu melihat calon besannya.


"ya gak perlu minta maaf lah mbak, sebenarnya kami juga demikian mbak,


kalau ngabarin saudara atau anak, gak bakalan sempat, soalnya jauh, ya udah mending kita2 aja, nanti kalau sudah acara akadnya baru kita kabarin masing2 ya mbak hahaha,,, ucap ibu zihan sambil tertawa agar mereka semua tidak merasa canggung satu sam lain.


"jadi begini pak, bu' kedatangan kami kesini ingin melamar putri bapak sama ibu, untuk putra kami rangga, sebenarnya ini bisa di bilang bukan melamar, tapi bisa di bilang juga meminang, karna kami hanya datang bertiga saja, tanpa ada keluarga ataupun saudara yang menyaksikan, maaf kalau niat baik kami secara mendadak, tapi niat kami tulus dan suci ingin menjadikan putri bapak dan ibu sebagai calon mantu kami, ucap ayah rangga menyampaikan tujuan dan niat baiknya.


"ya, saya sebagai ayah dari putri kami sangat senang dengan kedatangan kalian sekeluarga dan juga niat baik bapak dan ibu, saya dan istri saya juga sangat setuju bila nak rangga punya niat baik untuk melamar ataupun meminang putri kami zihan, tapi walaupun demikian kami juga harus mempertanyakan persetujuan putri kami terlebih dulu, apakah dia bersedia atau tidak, ucap ayah zihan.


lalu dia pun menoleh kearah zihan dan bertanya. "nak,, apa ayah boleh bertanya? ucap ayahnya. lalu zihan pun menganggukkan kepalanya mengiyakan, dia sangat gugup karna semua mata beralih kepadanya, apa lagi dari tadi rangga sudah memperhatikannya, hingga membuat zihan duduk sambil menundukkan kepalanya, dia jadi salting,


"apa kamu bersedia jadi calon istrinya nak rangga? tanya sang ayah lembut.


ibu zihan duduk di sampingnya sambil mengusap2 tangannya zihan dan memberikan semangat agar tidak gugup.

__ADS_1


lalu dengan mantap zihan menjawab pertanyaan ayahnya di hadapan calon mertua dan calon suaminya,


"bismillahirrahmanirohim,,, zihan bersedia jadi calon istrinya mas rangga" dengan mengucapkan basmalah zihan langsung menjawabnya dengan baik, dan ketika semua orang mendengar jawaban zihan langsung mengucapkan alhamdulillah,


karna zihan sudah menerimanya.


dan ada lagi yang lebih senang, membuat seseorang jadi tersenyum malu dan juga bahagia yaitu rangga, sebab di kalimat terakhir zihan tidak langsung menamai rangga seperti biasanya, tapi zihan menambai satu kata mas sebelum menyebut namanya rangga, hingga membuat rangga tak berhenti tersenyum.


sementara zihan sudah sangat malu dengan ucapannya tadi, tapi bukan karna ucapannya menerima rangga, tapi karna kata(mas)tadi, hingga membuat zihan sangat malu.


"aduh,,, ngapain sih tadi aku bilang kek gitu, rangga pasti kesenangan, tapi kalau aku sebutin namanya aja tadi, pasti ayah akan protes, dan akan ada drama lain lagi, aku malu banget nih, mana rangga dari tadi liatin aku mulu'sih, apa dandanan aku terlalu norak ya? ibu sih dandanin aku kayak gini, untung gak banyak orang, dan hanya kami2 saja, batin zihan mengerutu gak karuan.


"hahaha,,, kelihatanya zihan sangat malu banget sekarang, kalau seandainya hanya ada kami berdua saja di sini, sudah pasti aku akan mencubit wajahnya yang memerah itu, tapi zihan cantik banget hari ini, apalagi tadi zihan memanggilku dengan sebutan mas, aduuhh,,, rasanya aku seperti melayang jauh ke angkasa,


pengen dengar dia manggil aku secara langsung seperti itu, hehehe,,,


batin rangga sambil cengar cengir sendirian.


"kamu kenapa nak rangga? apa kamu ingat sesuatu kejadian lucu ya? tanya ibu zihan kepada rangga, karna sejak tadi di perhatiin rangga senyum2 sendiri.


"oh, ah,,hehehe,, iya bu,ucap rangga malu,


dan zihan tau apa yang sedang rangga tertawakan, "awas ya kamu nanti rangga, gumam zihan, lalu kembali seperti semula.

__ADS_1


semangat💪💪 teruss


__ADS_2