
setelah cukup lama mereka bercerita satu sama lain, mereka pun akhirnya pulang, tadinya maminya tidak mau pulang, tp karna karina baik2 saja dan tidak perlu ada yang di khawatirkan lagi, barulah maminya mau untuk pulang.
setelah kepulangan orangtuanya karina kembali berbaring di kamar, azzam sangat mewanti wanti istrinya itu, agar tidak bergerak semaunya saja,
"kasian mami ya mas,, kayaknya mami sangat ingin merasakan bagaimana perasaan orang hamil, ucap karina sedih,
"iya sayang, maka dari itu kamu harus bersikap baik pada mami, dan seperti katanya tadi, bila kamu menginginkan sesuatu jangan sungkan untuk meminta dan mengatakannya kepada mami.
ucap azzam mengingatkan istrinya.
sementara di sebrang sana maya sangat emosi, karna gagal lagi untuk bertemu dengan azzam, maya sudah mencoba menghubungi azzam, tp nomornya sudah diblokir oleh azzam, jadi maya pun memutuskan langsung pergi kekantornya azzam, agar bisa segera bertemu, tp dia kalah cepat lagi, karna sebelum dia sampai azzam dan karina sudah pergi kerumah sakit,
"sial,, kenapa sih aku selalu gagal untuk bertemu dengannya, eh tunggu dulu, tadi kata pegawainya azzam kerumah sakit untuk mengantarkan istrinya, berarti istrinya itu sedang sakit, jadi otomatis besok istrinya ga masuk kerja, jadi aku ada kesempatan dong untuk ketemu dengannya, gumam maya. lalu tersenyum dengan hati yang penuh kemenangan.
lalu dia pun kembali dengan misinya yang gagal,
"mas, kamu hubungi ayah gih, beri tau kabar bahagia ini kepada ayah dan ibu, mereka pasti sangat senang dan bahagia mendengarnya, ucap karina kepada suaminya agar menelpon orangtuanya di kampung, "oh,, iya ya sayang, mas hampir lupa mengabari ibu dan ayah, mas telpon dulu ya, ucap azzam lalu meraih ponselnya dari atas nakas di samping dia berbaring,
lalu dia pun langsung menelpon ayahnya,
"halo assalamualaikum ayah,,,
"waalaikumsalam nak,, apa kabar kalian?
"alhamdulillah baik yah, bahkan ada kabar baik yang ingin aku sampaikan kepada ayah dan ibu, ucap azzam semangat.
"kabar baik apa nak? seru ibunya dari seberang sana, karna tadi suaminya mengaktipkan spekearnya, jadi dia bisa mendengar apa yang di kata kan azzam.
"karina menantu ibu dan ayah sekarang sedang hamil bu' dan kalian akan segera mempunyai seorang cucu, ucap azzam.
"alhamdulillah,,, seru ibu dan ayahnya sama2, "akhirnya ya nak, allah mengabulkan doa kita semua, ucap ibunya sangat terharu karna akhirnya karina bisa hamil juga, "iya bu' azzam juga sangat bersyukur, jawabnya.
"ingat nak kamu harus jaga karina dengan baik, jangan sampai cucu ibu kenapa2, nanti setelah 7 bulanan ibu sama ayah akan datang, kalau sekarang ibu ngak bisa datang, karna ada banyak pesanan kue yang harus ibu buat, ucap ibunya.
"ngak apa2 bu' ibu gak usah khawatir, aku akan selalu menjaga karina, dan memastikan kalau cucu ibu baik2 saja,
__ADS_1
jawab azzam kepada ibunya.
"nak, selamat ya, akhirnya sekarang kamu sudah jadi calon ayah, jadi bersikap baiklah kepada istrimu, jangan sekali-kali kau membuatnya kecewa dan menangis, wanita hamil itu sangat sensitif, dan gampang menangis walau hanya dengan masalah sepeleh, jadi kamu harus bisa mengerti keadaannya, nasehat ayahnya agar bersikap baik kepada istrinya,
"baik ayah, aku akan selalu mengingat pesan ayah, jawabnya. sedangkan karina yang mendengar nasehat ayah mertuanya kepada suaminya, tersenyum dengan bangga dan penuh kemenangan, karna sangat di sayang oleh mertuanya,
lalu setelah selesai telponan, azzam pun kembali berbaring di samping karina, dan mengelus elus perut rata istrinya,
"mas gak pergi lagi ke kantor? tanya karina. "ngak usah sayang, tanggung ini juga udah hampir sore, jawab azzam.
"sayang,, mulai hari ini kamu gak usah kerja lagi ya, kamu harus jaga kesehatan, dan jangan terlalu capek dulu,
"tapi mas, aku pasti bosan di rumah terus, ucap karina protes dengan keputusan suaminya, "ya mau bagaimana lagi sayang, namanya juga untuk menjaga buah hati kita ini, jadi kamu harus bisa, ucap azzam lalu mencium perut rata karina.
"kamu harus sabar ya sayang, kalau sudah agak mendingan, nanti kamu boleh ikut ke kantor buat nemenin mas aja, tp kalau sekarang belum bisa sayang, kamu dengar kan kata dokter kemarin, jangan terlalu banyak gerak, jangan banyak pikiran, pokoknya masih banyak lagi yang lainnya.
ucap azzam mengingatkan karina agar mematuhi semuanya.
"iya mas,, aku akan patuh, ternyata mas juga bisa kayak emak2 ya, ga bisa ini, gak bisa itu, hahahahaha.... ejek karina lalu menertawakan suaminya itu. azzam pun ikut tertawa melihat kelakuat istrinya itu,
lagi asik bercanda berdua, zihan datang menggangu mereka berdua,
"siapa lagi sih yang datang? ganggu istirahat orang aja, ketus azzam.
"kamu buka aja mas, siapa tau ada yang penting, ucap karina kepada suaminya.
azzam pun membuka pintu, "ternyata yang datang adalah zihan, batin azzam.
"eh kamu dek, kok gak kasih tau kalau kamu mau datang, kan bisa mas jemput, kata azzam basa basi, karna melihat raut wajah zihan yang sudah mau marah.
"mas gak perlu banyak alasan, kenapa lama banget sih mau buka pintunya aja?
mbak karin mana? tanyanya. "mbak mu ada di kamar, ayo kalau mau ketemu sama mbakmu, ajak azzam.
begitu pintu kamar di buka, zihan langsung bertanya tanpa henti dan menyalahlan mereka berdua karna tidak mengabarinya. "mbak kenapa kalian gak mau memberi tau aku soal kehamilannya mbak karin sih, kalian jahat banget, kalau bukan ibu yang memberi tau, aku bakalan gak tau sama sekali, cerocosnya zihan, merasa di bohongi.
__ADS_1
"maaf ya dek, itu bukan salahnya mbakmu, mas yang salah karna lupa memberi tau mu, ucap azzam.
"maaf ya zi, udah dong kamu jangan marah gitu, nanti cepat tua tau,,, ejek karina agar marahnya zihan segera berakhir. "ih,,, mbak kok ngomongnya gitu sih, ya udah aku gak marah lagi tp ada syaratnya, seru karina. tersenyum dengan maksut tertentu,
"loh kok pakai syarat segala sih dek, cetus azzam gak mau dengan perkataan zihan.
"biarin aja mas,, ucapa karin.
"ngak, gak boleh sayang, nanti kalau syarat yang di minta zihan, yang aneh2, kan bahaya atau ngak mungkin kita iya kan, kata azzam lagi menasehati istrinya, karna azzam tau bagaimana tabiat adiknya ini.
"ayo gimana jadinya mas, mbak, tanyanya
"apa sayaratnya? tanya karina.
"syaratnya, mbak sama mas harus bantuin zihan dekat sama angga, ucap zihan sambil tersenyum malu, karna mengatakannya kepada mereka,
"maksut kamu apa dek? angga itu siapa? tanya azzam karna memang dia tidak mengenal angga.
"haah,, angga itu yang kerja di restorannya pak rifqi, yang menggantikan posisinya mas azzam, orang kampung kita. jawab karina tanpa merasa ragu.
"ooh,,, rangga,, ucap karina.
"ngapain kamu bilang seperti itu, emang kamu mengenal dia, tanya azzam.
"zihan itu menyukai rangga mas, jadi maksutnya zihan, kita bantu dia untuk pendekatan ke rangga, ucap karina yang paham maksutnya zihan, "iya betul mbak, mbak memang lebih mengerti dari pada mas azzam, jawab zihan.
"apa? maksut kamu, kamu itu ingin menjalin hubungan dengan rangga? kamu itu masih kecil, dan masih sekolah, jadi belum waktunya untuk pacaran2 dulu, ucap azzam dengan tegas tidak mengijinkan adiknya pacaran.
"iihh,, kok gitu sih mas, nanti takutnya angga kepincut cewek lain mas, gimana dong mbak? bantuin zihan ya bujuk mas azzam, ucap zihan beralih ke karina, karna tidak dapat persetyjuan dari azzam. "biarin ajalah mas, lagian zihan juga sudah memasuki umur 20 tahun,
jadi sah2 aja kalau dia menyukai lawan jenisnya, "tp sayang,, zihan itu masih kecil, belum waktunya buat pacaran.
"kecil apanya sih mas? zihan sudah gede' kok, iya kan mbak, ucap zihan.
"iya mas, udah biarin aja, yang penting pacaran gak aneh2 dan gak macam2, iya kan zihan, hanya status aja kan,
__ADS_1
" iya mbak, itu pun kalau angganya suka sama aku, kalau ngak, berarti aku yang terlalu berharap, gumam zihan.
😊😚