PILIHANKU

PILIHANKU
part 97


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡


"mas kenapa aku ada di rumah sakit? dan apa yang terjadi mas? tanyaku penasaran


"tadi pagi kamu kecelakaan sayang, dan alhamdulillah sekarang kamu baik2 saja.


aku pun bergerak ingin duduk dan,,


"akh,, seruku sambil memegang perutku yang perih, dan setelah memegang perutku barulah aku menyadari bahwa perutku sudah rata, tidak ada tanda2 kehidupan di dalam sana, lalu aku pun beralih melihat mas rifqi,


"eh, kamu hati2 sayang, jangan banyak gerak dulu, lukanya belum kering, ucap mas rifqi, "mas,, bayi kita mana? tanyaku. mas rifqi pun langsung menundukkan kepalanya, dan dia hanya diam, aku yang masih menunggu jawaban darinya, tapi dia tidak menjawabnya.


"mas, bayi kita mana? tanyaku sekali lagi, lalu mami pun masuk sambil menenteng rantang dan meletakkannya di atas meja, "sayang,, kamu sudah siuman ya,, seru mami lalu memelukku bahagia, "iya mi', jawabku, lalu aku pun menanyakan hal yang sama pada mami,


"mi' bayi mikaila mana? apa yang terjadi pada bayiku? tanyaku, aku melihat perubahan wajah mami yang sudah berubah sedih, "maaf ya sayang, biar suamimu saja yang menjawabnya,


ucap mami.


melihat reaksi mereka berdua aku jadi berpikir yang aneh2, "mami,, mas, jangan bilang kalau bayi aku telah,,,? tanyaku tanpa melanjutkan ucapanku, karna aku tak sanggup untuk meneruskannya, mendengar ucapanku mas rifqi pun langsung memelukku dan menangis, "maafin mas ya, mas gak bisa menjaga kamu dan bayi kita, dia sudah pergi untuk selamanya sayang, hiks hiks,, kamu harus kuat dan sabar sayang, allah lebih sayang padanya dari pada kita, ucap mas rifqi lalu di angguki oleh mami sambil menangis.


"apa? tidak mungkin mas, kalian pasti bohong, ngak,, ngak,, ngak, mana bayiku, aku ingin melihatnya mas, aku ingin melihatnya, mana bayiku, hiks hiks hiks,,,


seruku tidak percaya dengan ucapan mas rifqi, aku pun menangis sejadi-jadinya, tidak terima dengan apa yang mereka bilang, "sabar sayang, mas sudah memakamkannya tadi sore, setelah kamu pulih kita akan pergi berziarah kesana, kamu harus kuat, ingat masih ada alikha menunggu di rumah, dia pasti sangat merindukanmu, ucap mas rifqi mengingatkanku, aku pun hanya bisa menangis, karna aku belum sempat melihatnya. "mungkin mas rifqi benar, kalau allah lebih sayang padanya, batinku.


"bagaimana wajahnya mas? apa dia cantik atau tampan mas? tanyaku memaksakan senyum.


"bayi kita laki2 sayang, wajahnya sangat tampan sama persis seperti mas mu ini, ucap mas rifqi sambil tersenyum, aku pun tersenyum sambil membayangkan wajah bayi kami, mami juga ikut tersenyum melihat aku sudah bisa menerima kenyataannya,


"ini, mas tadi sempat mengambil foto wajah bayi kita sayang, karna mas tau kamu pasti ingin melihatnya ya kan, ucap mas rifqi memberikan ponselnya.


aku pun langsung meraih ponsel mas rifqi dan melihatnya, "anakku, iya mas, dia sangat tampan persis seperti mas, makasih ya mas sudah mengambil fotonya, jadi aku bisa melihat bagaimana wajahnya, kalau tidak aku takkan pernah tau, ucapku.


"sama2 sayang, ya udah kamu istirahat ya, supaya cepat pulih dan pulang kerumah, apa kamu tidak merindukan putri kita, ucap mas rifqi. "iya mas,


"rifqi kamu ganti baju sana, mami ada bawa baju ganti untukmu, baru setelah itu kamu makan, karna dari tadi kamu belum makan sama sekali, ucap mami lalu duduk di sampingku menggantikan mas rifqi.


"iya mi' bagaimana dengan alikha mi? apa dia gak nyariin aku sama bundanya? tanya mas rifqi.

__ADS_1


"alikha baik2 aja, tadi mami sampai rumah alikha sudah tidur, kata bi'mina tadi memang alikha terus nyariin kalian, tapi setelah dia tidur, mami sudah menitipkan alikha pada bi'mina, dia akan menjaganya dengan baik, jawab mami.


paginya aku masih tidur dan mami pamit pada mas rifqi untuk pulang, nanti siang mami akan datang membawa alikha.


setelah mami pulang mas rifqi pun menelpon kafe, untuk memberi tau pekerjanya bahwa mas rifqi tidak akan datang beberapa hari ini, dan memberi tau alasannya, dan juga sama dengan resto, karna sekarang rangga sedang pulang kampung, selesai telponan mas rifqi beralih melihatku,


"maaf sayang, apa mas membangunkan mu ya? "gak mas, mami mana mas?


"mami pulang sayang, nanti siang dia datang bersama alikha, jawabnya.


"iya mas, aku kangen banget sama alikha,


sampai berapa hari lagi aku di sini mas? tanyaku karna aku susah mulai jenuh, dan sekaligus sedih juga, masih memikirkan bayiku yang sudah tiada.


"sampai kamu benar2 pulih sayang, baru setelah itu kita akan pulang, sudah kamu jangan memikirkan soal itu, apa kamu lapar sayang, tanya mas rifqi.


aku pun menganggukan kepala,


"ya udah mas suapin ya, ini tadi susternya sudah mengantarkan sarapan untukmu, kamu harus kuat makan, agar cepat pulih dan cepat pulang, Oke, ucap mas rifqi.


setelah selesai sarapan mas rifqi pun menyuruh ku untuk kembali istirahat, aku menuruti semua yang di ucapkan mas rifqi, "aku tidak ingin membebaninya lagi, dengan melihatku sedih, pasti mas rifqi akan sedih juga, jadi aku harus terlihat kuat dan tangguh, mas rifqi pasti sangat kelelahan, bhatinku.


tak berapa lama mas rifqi keluar untuk membeli sarapan untuknya, lalu dia pun kembali keruangan di mana aku di rawat,


mas rifqi sarapan sendiri dengan lambat seperti tidak berselera untuk makan, dan seperti ada beban pikiran yang berat, sesekali dia menghela nafas dengan berat,


aku yang dari tadi memperhatikan mas rifqi merasa heran, "ada apa dengan mas rifqi, apa ada sesuatu yang dia sembunyikan? atau apa ada masalah di tempat kerja ya?batinku penasaran.


sedang asik memikirkan mas rifqi, tiba2 ada yang mengetuk pintu, dan ternyata yang datang adalah karina dan suaminya,


"Hai,, mbak, ucap karina langsung memelukku, "mbak yang sabar ya,, ucapnya sambil menangis sedih karna aku kehilangan anakku, aku yang tadinya memang suka menangis diam2, agar mas rifqi tidak mengetahuinya, dan terlihat tegar di hadapan mas rifqi, kami sebagai perempuan tidak perlu merasa malu untuk menangis, sedangkan laki2 berbeda,


melihat aku menangis, mas rifqi pun pura2 pergi kekamar mandi dan meninggalkan azzam, tapi sebenarnya di sana mas rifqi juga menangis, dia sedih karna kehilangan bayi kami, setelah di rasa sudah, dia pun keluar dari kamar mandi dengan bersikab biasa saja, tapi mana bisa di sembunyikan, aku juga tau kalau mas rifqi pasti merasa sedih, atau merasa terpukul.


"udah bos, di ikhlasin saja, insa alllah, itu yang terbaik, memang sih gampang untuk ucapinnya, tapi ya memang kita harus ikhlas, hanya itu yang bisa kita lakuin, ucap azzam sambil mengelus- elus punggungnya mas rifqi, untuk nenangin dan memberikan kekuatan pada mas rifqi,


"makasih ya zam, sudah datang,

__ADS_1


"iya bos, sama2, jawab azzam.


tak berapa lama mami pun datang bersama alikha, begitu alikha melihatku langsung berseru memanggilku,


"bunda, ayah,,, alikha rindu banget sama bunda dan ayah, ucapnya lalu memeluk ayahnya lebih dulu, baru setelah itu dia pun beralih padaku, mas rifqi pun menaikkan alikha di sampingku, aku yang sudah sangat kangen memeluk alikha dengan erat, "bunda sangat merindukanmu nak, ucapku.


"alikha juga sangat merindukan bunda, bunda baik2 saja kan? apa betul bunda kalau adiknya alikha sudah pergi jauh? nenek bilang kalau adiknya alikha sudah berada di surganya allah, dan dia sangat bahagia berada di sana bunda, apa itu betul bunda? tanya alikha beruntun.


aku yang mendengar begitu banyak pertanyaan alikha hanya bisa menganggukkan kepala lalu memeluknya lagi, dan mengusap air mata tanpa sepengetahuan alikha.


"Hai alikha,, kamu tidak menyapa aunty ya, aunty ada di samping kamu loh, ucap karina mengalihkan perhatian.


"oh, aunty, maaf ya aunty, tadi alikha sangat merindukan bunda, jadi tidak memperhatikan sekitarnya alikha hehehe,,


jawabnya alikha sambil tertawa malu.


"gak apa2 kok, kamu cantik banget, ikat rambutnya lucu banget, siapa yang rapiin sayang? tanya karina sambil sesekali karina memainkan kepangnya alikha.


"oh, ini bibi' yang ikat aunty, biasanya bunda yang ikat tapi hari ini bibi' karna bunda masih di sini, jawabnya jujur.


"wah, hebat ya bunda sama bibi'nya, bisa ngikat rambut alikha sebagus ini, serunya.


"aunty,, perutnya aunty kan masih gede' itu berarti adik bayinya masih ada kan?


tapi kalau bunda sudah tidak ada lagi, sudah pergi jauh, ucapnya


aku yang sudah tak sanggup mendengarnya memilih untuk berbaring kembali, dan membelakangi alikha dan karina, air mata ini pun luruh tak bisa berhenti, karina yang paham akan perasaanku langsung mengajak alikha pindah tempat,


"sayang, alikha sama aunty ngobrol di bawah aja ya, agar bundanya bisa istirahat, dan cepat pulih, ucapnya.


"iya aunty, ayah,,, alikha ingin turun, seru alikha memanggil ayahnya, mas rifqi pun mengangkat alikha dan mendudukkannya di sopa bersama mami dan karina, alikha pun asik bercerita dan sesekali dia tertawa


"sayang,, kamu gak pa2 kan? kamu yaang sabar ya, seiring berjalannya waktu kita akan bisa melewatinya, ucap mas rifqi.


"iya mas, makasih ya mas, selalu memberiku semangat, padahal mas juga sangat membutuhkan perhatian, karna bukan hanya aku saja yang kehilangan, tapi mas juga pasti sangat kehilangan kan? ucapku masih dengan membelakanginya, "gak juga sayang, walau pun kita sedih, tapi kita harus bisa menerimanya dwngan ikhlas sayang,,, ucapnya


😊😊

__ADS_1


__ADS_2