
"Aku mau kamu, Yank..."
Terdengar suara manja Nadya yang memenuhi indera pendengaran Satya. Namun bukannya terbuai, Satya justru malah merasa risih mendengar rajukan seperti itu dari mulut Nadya. Itu mengingatkannya pada suatu hal.
"Hentikan. Keluar dari kamarku selama aku masih baik padamu, Nad". Ujar Satya menatap tajam.
"Yank... Sampai kapan kamu mau seperti ini ke aku? Ini gak adil untuk aku!". Cecar Nadya kesal.
Satya tersenyum miring menatap pada Nadya. "Menurutmu ini adil untukku, huh?".
"Kau yang berbuat ulah lalu kau berharap aku memakluminya. Begitukah maumu?".
"Aku sudah minta maaf padamu berulang kali! Itu semua tidak di sengaja terjadi! Aku tidak sengaja melakukannya! Kau harus bisa membedakannya!". Ujar Nadya dengan berteriak.
"Kalau kau waras, kau tidak akan datang ke pesta jahanam itu, Nadya."
"Aku hanya ingin bersenang-senang dengan teman-temanku! Apa salahnya?". Tanya Nadya frustasi.
"JELAS SALAH! Karena hal itu lah kau merusak semuanya! Kau tidur dengan pria lain di pesta lajangmu itu dan kau hamil anak pria itu hasil dari cinta satu malammu! Lebih gilanya kau minta aku untuk bertanggung jawab hanya karena aku sudah berstatus suamimu! Dimana otakmu?!".
"Dan dengan kejinya kau malah menggugurkannya hanya karena aku tidak akan mau mengakuinya sebagai anakku. Selama menjadi suamimu dalam 6 bulan ini, sekalipun aku tidak pernah niat untuk menyentuhmu. Entah siapa yang mengirimkan video menjijikanmu itu padaku setelah kita akad, tapi aku sangat berterima kasih pada orang itu."
Satya menatap tajam pada Nadya. Ia sungguh muak menjalani pernikahan semacam ini. Tidak pernah terpikirkan olehnya jika Ia akan berada dalam situasi yang pelik dalam sebuah mahligai rumah tangga.
Satya dan Nadya adalah teman sejak SMA. Mereka berdua mulai berpacaran sejak bangku kuliah dan sempat terpisah saat Satya melanjutkan kuliahnya ke Inggris. Sepulangnya Satya ke tanah air setelah menuntaskan studinya, kedua belah pihak keluarga telah sepakat untuk segera menikahkan Satya dan Nadya. Tentu saja pernikahan mereka termasuk juga urusan bisnis di dalamnya.
Namun Satya dan Nadya tidak memusingkan urusan para orang tua. Yang mereka berdua tahu hanyalah akhirnya kisah cinta mereka akan berakhir di pelaminan.
Satya mencintai Nadya sepenuh hati dan selalu menjaga wanita itu dengan baik. Namun sayang, pernikahannya harus ternoda dan Ia dikecewakan oleh Nadya dengan sangat dahsyat.
__ADS_1
Selang dua jam setelah pernikahannya telah diresmikan dan Satya telah berubah status menjadi suami dari Nadya, Ia mendapatkan sebuah kiriman paket sebuah video dari orang yang tak di kenal. Satya sangat syok tatkala melihat bahwa di dalam video tersebut adalah Nadya dengan seorang pria yang tengah memadu kasih di atas ranjang.
Suara manja Nadya yang mendayu terbuai akan hentakan demi hentakan pada tubuhnya terdengar sangat jelas di indera pendengaran Satya saat Ia melihat video itu.
Bagaimana hati Satya? Hancur. Hanya 1 kata itu yang bisa menggambarkan betapa hancurnya hati pria itu. Akad sudah terucap, nasibnya tak bisa di ubah. Kedua belah pihak keluarga dengan keuntungan masing-masing saling bernaung di dalam mahligai pernikahan Satya dan Nadya.
"Aku harus bagaimana? Kamu tidak mau mengakuinya sebagai anakmu, sedangkan kamu adalah suamiku! Aku hanya menjaga nama baik ku dan keluarga!". Pekik Nadya.
"Tentu saja aku tidak mau mengakuinya! Menyentuhmu saja aku belum pernah, lalu bagaimana aku bisa menghamilimu?". Balas Satya dengan kesal.
"Sudahlah aku malas berdebat! Aku lelah! Keluar dari kamarku sekarang, Nadya". Ujar Satya dengan nada tak terbantahkan.
Nadya lalu menghentakkan kakinya dengan kesal melangkah keluar dari kamar Satya.
Braak!
"Astaga! Aku benar-benar menikahi nenek lampir". Ujar Satya saat terkejut karena Nadya menutup pintu kamarnya dengan keras.
Keesokan harinya...
Sandra mengerjapkan mata berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam pupil matanya. Ia menggeliatkan tubuhnya serenggang mungkin.
"Aaahh.. Tubuh gw pegal-pegal..." Ujar Sandra pelan.
Sandra menatap ke langit-langit kamarnya, pikirannya berlari mengingat lagi pada acara makan malam bersama dengan Satya. Sandra menangkupkan kedua tangannya dan dengan cepat merentangkannya di atas kasur.
"Whuaaa.. Itu bukan mimpi!". Seru Sandra.
Sandra lalu tiba-tiba saja terduduk dan melarikan pandangannya ke area kamarnya. Netra matanya terhenti pada sebuah jaket bomber hitam yang tergantung di balik pintu kamarnya. Jaket itu adalah bukti nyata bahwa semua yang terjadi semalam adalah kenyataan. Ia pergi makan malam dengan pria itu, Ia muntah di depan pria itu, dan Ia pun di antar pulang hingga depan rumah oleh pria itu.
__ADS_1
Sandra berguling di kasurnya seperti cacing kepanasan. "Gak apa-apa kalau keberunungan gw habis dalam semalam. Setidaknya gw pernah jalan sama cowok tampan dan kaya! Hahahaha". Sandra menjerit tertahan dari balik bantal guling yang di peluknya.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara ketukan di pintu kamarnya. "Kaaakkk! Kata Ibu bangun! Kakak gak kerja?!". Suara teriakan adik Sandra dari balik pintu memenuhi indera pendengaran Sandra.
"Ya dek! Kakak udah bangun!" Jawab Sandra cepat.
Sandra lalu melihat jam weker di atas nakas dan waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Sandra lalu segera bangkit dari tempat tidur dan membuka jendela kamarnya agar udara pagi masuk.
"Aahh.. Gw masuk sesi tunggu ke dua hari ini. Bisa santai sebentar". Ujar Sandra.
Pembagian jam kerja caddy di bagi menjadi dua sesi tunggu. Sesi pertama berada di pukul 5 pagi - 9 pagi dan di lanjutkan sesi kedua pukul 10 pagi - 2 siang. Dan kedua sesi itu berganti setiap dua hari sekali.
Sandra meraih ponselnya di atas nakas dan menonaktifkan mode pesawat. Ia melihat berbagai pesan masuk dari beberapa rekan kerjanya. Sandra melihat nomor Satya belum di simpan olehnya ke daftar kontak. Jari Sandra lantas tertahan sejenak saat memikirkan nama yang tepat untuk pria itu. Namun berapa kali di pikirkan Ia tidak bisa mendapatkan pikiran selain 'Tuan Satya' saja.
Sandra lantas memberanikan diri untuk mengirim pesan pada pria itu.
'Pagi Tuan... Maar jika saya mengganggu anda pagi-pagi. Tapi saya mau menyampaikan kalau jaket anda ada pada saya. Bagaimana saya mengembalikannya?'
Setelah mengirimkan pesan itu, Sandra lalu menaruh kembali ponselnya ke atas nakas. Belum sempat Ia melangkah keluar kamar, nada dering ponselnya terdengar memekakkan telinga. Sandra melotot terkejut saat Ia melihat nomor Satya yang terpampang di layar.
Sandra berdeham sesaat sebelum Ia mengangkat telfon tersebut. "Ha-halo Tuan.." Ucap Sandra akhirnya melalui telfon.
"Hmm"
Deg. Hanya mendengar suara dehaman yang terdengar sensual dari pria itu saja jantung Sandra sudah berdetak tak karuan!
...🌴🌴🌴...
__ADS_1
Lovenyaaa, komennyaa, hadiahnya dongggssa😂😘