Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 6


__ADS_3

"GOOD SHOT!" Teriak seorang caddy setelah seorang pria memukul bola golf dari teeing ground.


Pria itu nampak serius memperhatikan letak jatuhnya bola kecil berwarna putih yang baru saja di pukul oleh stik golf nya. Setelah mengamati, pria itu pun memberikan stik golf yang di pegangnya pada caddy lalu kembali melangkah menuju buggy car.


Satya Nagara.


Nama pria itu. Seorang pria berusia 26 tahun yang berasal dari Indonesia. Memiliki tinggi sekitar 180 cm dengan berat tubuh yang ideal. Berotot namun sesuai pada tempatnya dan tidak berlebihan hingga membuatnya semakin gagah dan maskulin. Parasnya yang menarik dan tampan dengan rambut berwarna hitam legam. Netra matanya tajam setajam ujung pisau yang siap menusuk.


Satya adalah seorang anak tunggal dari pasangan pengusaha kaya raya. Sang Ibu memiliki bisnis di bidang fashion dan kuliner yang sukses. Sedangkan Sang Ayah menjalankan perusahaan keluarga yang turun temurun dari kakek buyutnya dan sudah menjadi perusahaan terkemuka di tanah air.


Siapa pun mengenali kedua orang tuanya, namun Satya tidak terlalu suka untuk di sorot oleh kamera hingga tak banyak artikel yang memuat tentang dirinya. Satya kini mengikuti jejak Sang Ayah. Selepas Ia menyelesaikan studi Master di Inggris, pria itu segera kembali ke Indonesia untuk membantu Sang Ayah menjalankan perusahaan yang telah resmi berpindah tangan pada keluarganya melalui proses suksesi.


"Ambilkan iron nomor 5." Titah Satya pada caddy seraya turun dari buggy car menuju bola golf nya yang berada di tengah-tengah lapangan.


Satya berdiri tepat di samping bola golfnya. Ia tengah mengira-ngira sudut kemiringan lapangan dengan kuatnya pukulan yang harus Ia keluarkan.


Sang caddy dengan sedikit berlari ke arahnya lantas segera memberikan stik golf yang di minta oleh Satya tadi.


Satya meraih stik golf tersebut dan mulai mengambil posisi untuk memukul. Berulang kali Ia fokus menatap bola hingga ke green area. Satya menarik napas dalam-dalam dan memukul bola golf nya dengan kencang.


Satya terus melihat ke green area letak jatuhnya bola. Bola tersebut terus bergerak turun melengkung mengikuti kemiringan green area hingga berhasil masuk ke dalam hole.


"YES!". Pekik Satya girang namun dengan cepat Ia kuasai kembali mimik wajahnya menjadi datar.


Sang Caddy yang tak sengaja melihat Satya yang di kenal dingin dan misterius itu pun melongo. Tak sempat pula Ia lontarkan pujian yang seharusnya di ucapkan oleh caddy pada para pemain golf selama di lapangan.


"Birdie, kan?"

__ADS_1


Caddy itu mengerjapkan matanya. "Eh, uhm, maaf apa Tuan?". Tanya Sang Caddy sedikit gugup karena ketahuan terkesima.


"Di Par ini saya birdie kan? Ini Par 3". Ucap Satya.


"Oh Iya, Tuan! Hebat! Anda selalu hebat!". Ujar Sang Caddy seraya menunjukkan kedua jempol tangannya ke udara.


Satya tersenyum tipis dan menyerahkan stik golf pada sang caddy. "Saya jalan kaki menuju hole terakhir. Kamu duluan saja bawa buggy car nya". Ujar Satya lalu melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari sang caddy.


...🌻🌻🌻...


Di ruangan lain yang berada di bagian belakang Golf Country Club, tepatnya ruangan-ruangan para pekerja Country Club tersebut termasuk ruang istirahat para caddy tengah terdengar suara riuh saling bersahutan.


Di ruang ganti khusus caddy, Sandra beserta 9 orang lainnya sedang berganti baju dengan kaus polo shirt berwarna putih dan celana jeans hitam. Tak lupa Ia juga memakai manset putih untuk menutupi lengannya. Rambut panjangnya Ia ikat dengan kuncir kuda.


Ia mengambil topi berwarna hitam dari dalam tasnya lalu dengan cepat memakainya. Tak lupa sepatu kets berwarna hitam pun melengkapi seluruh penampilannya saat ini.


Hari ini Sandra sudah mulai menjalani pelatihan menjadi caddy golf dalam waktu 1 bulan. Sandra berpikir bahwa Ia bisa langsung bekerja namun tentu saja tidak bisa karena Ia harus melalui pelatihan untuk menguasai lapangan dan istilah-istilah dalam permainan golf.


"Kita setiap hari training dari jam 8 sampai jam 4 ya?". Tanya salah seorang teman baru Sandra.


Sandra mengangguk pelan. "Iya, kemarin katanya sih begitu".


"Lo gak pakai make up?". Timpal seorang lagi.


"Lho memang harus? Kita kan masuh training?". Tanya Sandra mengerutkan dahinya kebingungan.


"Harus! Nih setidaknya lo pakai lipstick supaya kelihatan segar! Ngomong-ngomong nama gw Merin!". Ujarnya seraya menunjuk nametag yg tersemat di polo shirtnya.

__ADS_1


"Gw Sandra". Ujar Sandra seraya tersenyum manis.


"Ayo semua anak baru ikut mami ke ruangan lain!". Seru seorang wanita yang berusia di akhir 30 tahun membuyarkan kerumunan Sandra dan yang lain.


Tak lama Sandra dan seluruh rekannya pun bangkit mengikuti wanita yang di panggil oleh mami itu menuju keluar ruangan. Mami Sari adalah caddy senior yang sudah bekerja di Golf Country Club tersebut selama 20 tahun sejak Ia lulus sekolah. Mami Sari dan seorang Caddy senior lainnya memang di tunjuk oleh manager untuk memberikan pelatihan pada para calon caddy baru.


Sandra dan rekannya yang lain kini sudah berada di area club house yang mewah. Ia bisa melihat taman indah dan lapangan hijau yang membentang luas. Lalu lalang para pemain golf yang hendak turun ke lapangan pun tak luput dari netra matanya.


"Caddy baru nih, Mi?" Ucap seseorang pada Mami Sari ketika berpapasan.


"Ah.. Iya, Pak!" Jawab Mami Sari sopan.


Orang tersebut menelisik satu per satu pada Sandra dan yang lainnya. "36 B ada gak nih?" Ucap orang itu tiba-tiba hingga membuat Sandra dan rekan nya saling melempar pandangan.


Mami Sari tertawa menanggapinya. "Hahahaa.. Mungkin saja ada, Pak!".


Pria paruh baya itu terkekeh pelan. "Oke deh. Kabari saya kalau mereka semua sudah bisa turun lapangan. Saya tidak keberatan menjadi pemain percobaan untuk salah satu dari mereka" Ujar pria paruh baya itu melihat ke arah Sandra.


Mami Sari mengangguk. "Baik. Nanti saya kabari. Semoga permainan anda menyenangkan hari ini, Pak Teguh!".


Pria paruh baya bernama Teguh itu pun berlalu.


"Mi, kok dia tanya 36 B segala sih? Untuk apa?". Tanya Merin.


"Ya beginilah jadi caddy. Walau kalian hanya menemani di lapangan, tetap saja ada pria-pria hidung belang". Ujar Mami Sari menjelaskan seraya berjalan.


...🌴🌴🌴...

__ADS_1


Hi, di sini aku akan banyak menyisipkan istilah-istilah dalam permainan golf ya. Semoga di pahami❤


Like, komentar dan subscribe nya donggsss😘


__ADS_2