Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 56


__ADS_3

"Aku tidak mau!" Pekik Sandra dengan raut wajah cemberut.


"Ayolah sayang. Ini akan sangat menyenangkan! Aku jamin kau akan berteriak puas dan menikmatinya". Bujuk Satya seraya menatap sang istri.


"Sudah aku bilang, aku tidak mau! Jangan memaksaku." Sandra mencebikkan bibirnya.


Satya menghela napas. "Kau tahu ini sangat mudah. Kau hanya harus duduk di atas dan selanjutnya nalurimu yang akan bekerja. Percayalah padaku oke?".


Sandra diam sejenak menatap sang suami. Satya terlihat menganggukkan kepala memberikan semangat. "Benarkah ini akan menyenangkan?". Tanya Sandra akhirnya walau masih merasa sedikit ragu.


Satya tersenyum. "Ya. Ini akan menyenangkan!".


"Aaaahhh Tidak turunkan aku!". Sandra memekik tatkala Satya mengangkat tubuhnya begitu saja.


"Perhatikan aku". Ujar Satya. "Gas berada di sebelah kanan. Ini ATV sayang, sangat mudah mengendarainya. Anggap saja ini seperti buggy car yang biasa kau kemudikan saat bekerja di lapangan golf".


Sandra mencebikkan mulutnya. "Tapi lihatlah sekitar kita... Track nya penuh batu dan tanah. Bagaimana kalau aku jatuh?".


"ATV ini kan memang untuk berpetualang. Di situlah seninya. Ayolah jangan banyak takut! Kau coba saja dulu mengendarainya, nanti kau akan ketagihan!" Sahut Satya.


"Aku akan di mengikutimu dari belakang. Kita akan menjelajah hutan ini dengan mengendarai ATV".


Sandra lantas menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia lantas segera mencoba untuk menjalankan pelan-pelan ATV tersebut.


"Ayo kita jalan!" Titah Satya dari belakang. Pria itu bahkan sudah sangat gemas melihat Sandra yang masih diam.


Perlahan tapi pasti Sandra langsung saja mengendarai ATV hingga berjalan. Setelah dirasanya Ia mulai terbiasa dan menguasai, Sandra tersenyum smirk. "Ini sangat mudah! Hehhehehe bodohnya aku". Gumam Sandra pada dirinya sendiri.


"Sayang! Kita akan kemana!" Teriak Sandra pada Satya yang berada di belakangnya.

__ADS_1


"Terus saja! Di depan sana ada jalan buntu, nanti kita berhenti di situ". Sahut Satya tak kalah berteriak.


Sandra pun segera mengendarai ATV dengan lebih kencang hingga membuat Satya melongo. "Astaga... Tadi dia ketakutan, tapi lihat sekarang..." Satya bergumam seraya tersenyum geli. Satya pun menaikkan kecepatan ATV yang dikendarainya untuk menyusul sang istri.


...


Sandra membentangkan kedua tangannya ke samping seraya menghirup udara sebanyak yang Ia bisa. Udara yang terasa jernih bebas dari polusi dan segar, membuat pikiran Sandra tenang. Ia mengedarkan pandangannya sejauh yang Ia bisa, pemandangan pepohonan hijau yang rimbun di temani siluet langit biru dengan semburat kekuningan yang menandakan hari sudah mau sore.



Sumber: Dokumen Pribadi 😅


"Ini indah sekali..." Gumam Sandra.


Satya melangkah menghampiri Sandra dan melingkarkan tangannya dari belakang. Memeluk tubuh ramping sang istri yang beraroma campuran lavender dan vanilla merupakan hal favoritnya. Sandra menangkupkan kedua lengannya di atas lengan Satya.


Satya menyusupkan kepalanya ke sisi leher Sandra. Mengecupnya sekilas dan menyandarkan dagunya di atas bahu sang istri. "Aku juga... Aku bahkan lebih bahagia dari dirimu". Ujar Satya. Andai Sandra bisa melihat raut wajah Satya saat ini yang menampakkan raut wajah yang sangat serius.


"Tapi kami tahu tidak... Aku adalah seseorang yang percaya kalau kita tidak boleh bersikap berlebihan".


"Maksudmu bagaimana?". Tanya Satya dengan mengerutkan kening.


"Mmm maksudnya... Kalau aku tertawa keras, aku takut kalau akan ada kejadian yang mungkin membuatku sedih dalam waktu dekat. Dan benar saja... Setelah aku mentertawai sesuatu dengan keras, entah esok atau lusa, ada saja hal yang membuatku sedih hehehehehe.." Sandra menjelaskan pada Satya. "Jadi ketika aku sangat bahagia seperti sekarang, aku jadi takut kalau akan ada sesuatu yang mungkin akan membuatku menangis dengan keras".


Satya sontak saja tertegun. Tubuhnya membeku sesaat kala mendengar penuturan Sandra. Ia merasa tertampar. Bagaimana jika suatu hari Sandra mengetahui statusnya? Satya yakin itu akan sangat menyakiti Sandra. Satya memejamkan mata sesaat. Ketakutan akan kehilangan Sandra perlahan menjalar dalam relung hati.


Satya sudah mencintai Sandra. Ya. Benar. Satya sudah menyadari perasaannya. Hingga rasa cinta itu tanpa Ia sadari sudah tumbuh berakar. Menancapkan akarnya dengan kokoh di hati Satya. Akar cinta atas nama Sandra Aruni.


Satya membalikkan tubuh Sandra dengan lembut. Ia menyusuri wajah Sandra dengan tatapan yang teduh. Mengagumi pahatan Sang Pencipta di wajah sang istri. Satya mendekatkan wajahnya ke wajah Sandra.

__ADS_1


Cup.


Satya mengecup kening Sandra.


Cup


Kecupan pria itu mengecup kedua kelopak mata Sandra hingga seluruh sisi wajah Sandra Ia kecup dengan lembut. Hingga wajah keduanya hanya berjarak setipis kertas, hembusan nafas keduanya pun saling beradu. Satya sengaja menahan wajahnya. Hingga akhirnya Sandra yang memulai.


Dalam hati Satya tersenyum girang. Sandra lebih dulu mencium bibirnya. Walau hanya sebuah kecupan namun sudah cukup membuat Satya senang. Sandra hanya bergeming tidak melakukan gerakan apapun hingga akhirnya Satya menekan tengkuk Sandra lebih dalam seraya membuka mulutnya. Pria itu mencium bibir sang istri dengan rakus.


...


Satya menatap tubuh polos Sandra.Tubuh yang putih bersih terawat oleh sang pemilik. Satya menyusuri jari telunjuknya dari bahu Sandra hingga turun ke area tangan lalu beralih ke dua bola kenyal yang sudah menantangnya untuk di kecup. Satya memutari telunjuknya di area gelap bola kenyal Sandra. "Aku akan menjaga dirimu.." Sahut Satya pelan. Jari telunjuknya lalu turun menyusuri area pusar Sandra. "Aku akan menghormatimu sebagai istriku seutuhnya.." Jarinya lalu berlari lebih turun ke bawah hingga membuat Sandra menahan napas. "Dan aku akan mencintaimu dengan seluruh hidupku".


Jleb! Satya memasukkan dua jarinya hingga membuat Sandra terkesiap. "Aku mencintaimu.. Sangat mencintaimu Sandra Aruni". Bisik Satya ditelinga Sandra.


Satya dengan lembut menggerakkan dua jarinya hingga membuat Sandra membuka mulutnya tanpa suara. "Kau milikku. Sungguh aku tidak akan menyerah pada dirimu". Sahut Satya seraya menaikkan intensitas gerakan jarinya.


Sandra mendengar semua yang di ucapkan oleh Satya. Namun Ia sudah tak fokus karena Satya membuatnya melayang. Sandra terbuai dengan perlakuan Satya yang seakan memuja dirinya dan memberikan kenikmatan dunia yang benar-benar membuatnya candu.


Sandra meremas seprai kala jari Satya terus mengaduk intinya hingga matanya memejam membuka. Mulutnya menganga mengeluarkan lenguhan yang terdengar seksi di telinga Satya. Sesuatu terasa ingin meledak di dalam diri Sandra. "Keluarkan sayang" Ujar Satya seraya menikmati wajah sang istri yang terlihat candu di matanya.


Sandra melenguh. Tangannya meremas seprai dengan kuat dan seluruh tubuhnya bergetar dengan hebat. Saat itu pula Satya menarik jarinya dan di gantikan oleh mulutnya yang menghisap habis cairan kenikmatan dari sang istri.


"Oh Astaga.. Apa yang kamu lakukan..."Ujar Sandra dengan tubuhnya yang lemas setelah mencapai puncak.


Satya tersenyum miring seraya mengelap bibirnya yang basah. "Kini giliranku sayang..." Ujar Satya mengambil posisi dengan torpedomya yang siap menggempur.


...🌴🌴🌴...

__ADS_1


__ADS_2