Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
INFO NOVEL BARU


__ADS_3


Aku membutuhkanmu lagi, dek"


Jantung Farah berpacu, "Maksudmu untuk melakukan penyamaran lagi?".


Suatu kebanggaan dalam hidupnya bahwa sudah tiga kali Ia membantu Zac dalam pekerjaannya. Zac pernah membawanya ke luar kota, tepatnya ke sebuah hotel dan pasar tradisional, tempat Zac secara diam-diam menunjukkan orang-orang yang di curigai menjadi anggota komplotan mafia dari luar negeri yang tengah di buru oleh pemerintah. Farah harus sebaik mungkin untuk mengawasi mereka tanpa terlihat mencolok. Tubuhnya yang ramping, feminin dan terlihat lemah, sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan apapun selama tiga kali Ia membantu Zac. Farah diam-diam harus mengambil foto komplotan orang-orang yang di curigai dengan sebuah kamera mini yang terkadang di sematkan di kancing kemeja atau bahkan di bandana yang menghiasi rambutnya.

__ADS_1


"Aku harap kau mau melakukannya, Apakah kau mau bekerja bersamaku lagi?" Tanya Zac menatap sang adik dengan penuh harap.


"Aku sangat ingin membantumu lagi, Zac. Sungguh! Hal itu sangat memacu adrenalinku!" Farah melemparkan sebuah senyuman pada Zac. Sebagai anak yang sudah tidak memiliki Ibu, mereka di besarkan secara terpisah. Zac di besarkan oleh ayah mereka yang keras dan tidak terbantahkan, sementara Farah di besarkan oleh Tante Okta, kakak ibu mereka. Saat kecil, bertemu Zac dua kali dalam setahun sudah bisa di anggap sering.


Masa kanak-kanak mereka pun sangat jauh berbeda. Masa kecil Zac di habiskan dengan berbagai permainan menyenangkan selayaknya anak kecil, sementara masa kecil Farah sangat monoton. Gadis itu terlalu di lindungi hingga tumbuh menjadi gadis yang canggung dan tidak memiliki kenangan menyenangkan di masa kecilnya.


"Tidak. Kecuali kau ingin dia melarangmu pergi. Tidak perlu kuatir, Ayah akan menelfon Tante Okta untuk menutupi aksi kita. Ayah akan mengatakan kalau dia berada di Kota Balikpapan untuk suatu hal dan ingin kau menemuinya di sana seraya mengajakmu liburan sesaat"

__ADS_1


Farah menatap Zac dengan raut wajah terkejut. "Jadi Ayah tahu rencana ini?".


Zac menganggukkan kepala. "Ayah tahu tentang kau yang akan melakukan penyamaran, Farah. Tapi.... Ayah tidak tahu di mana tempatnya. Sejujurnya, aku berbohong pada Ayah".


Farah merasa syok mendengar pengakuan Zac. "Kau berbohong pada Ayah?". Ayah mereka sudah berusia separuh abad. Farah membayangkan membohongi sang ayah sama sekali tidak berguna karena ayah mereka bisa mendeteksi kebohonngan di wajah setiap orang yang di temuinya. "Kenapa kau membohongi Ayah, Zac? Sebenarnya misi seperti apa kali ini yang akan kau berikan padaku?".


...🖤🖤🖤...

__ADS_1


Ikutin ini juga yaa guys🙏😁


__ADS_2