Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 47


__ADS_3

Kreeeettt.. Kreetttt..


Terdengar bunyi aneh yang berasal dari balik jendela kamar Sandra. Satya yang sejak tadi tidak bisa tertidur semakin merasa was was tatkala Ia mendengar bunyi aneh tersebut. Satya menengadahkan kepalanya ke atas, ke jendela kanopi yang berada tepat di atas kepalanya. Hanya berkisar 10 cm jarak antara jendela kanopi dengan puncak kepala. Jendela yang hanya di lapisi oleh gorden tipis berwarna putih yang sudah lusuh.


"Kenapa kasur ini mepet sekali dengan jendela. Kalau tiba-tiba ada tangan yang menyelinap masuk bisa langsung membekap wajahku" Gumam Satya. "Dan.. kenapa bagian atas tidak ada kacanya, oh astaga.. Di sini udaranya menusuk sekali".


Jendela kamar Sandra serta semua jendela di rumahnya tidak memiliki teralis, hanya di tutup oleh kaca kanopi. Sirkulasi udara pun di buat sangat besar yang hanya di lapisi oleh kawat nyamuk saja. Apalagi rumah Sandra sangat asri dan berada di lingkungan perumahan yang memang masih di tumbuhi oleh pepohonan rindang, tak ayal udara di sekitar pun lebih terasa dingin khususnya di saat tengah malam.


Kreettt... Kreetttt


Jantung Satya semakin berdebar saat Ia mendengar kembali suara aneh tersebut. Satya tidak bisa melihat apapun karena kamar Sandra sangat gelap gulita. Jendela besar yang mengarah ke lorong hanya memberikan siluet cahaya dari lampu lorong yang remang-remang. Satya berulang kali menatap jendela kanopi yang mengarah ke halaman belakang dan jendela besar yang mengarah ke lorong dengan silih berganti.


Bulu kuduknya meremang. Ia mengusap lengannya berulang kali berusaha mengenyahkan rasa takut yang menjalar. Satya melirik Sandra yang tertidur lelap. "Bisa-bisanya dia tertidur seperti bayi...". Gumam Satya seraya mengusap puncak kepala sang istri.


Satya lantas bangkit dari kasur dan menuju meja belajar Sandra. Ia meraih ponselnya dan melihat waktu baru menunjukkan pukul 2 dini hari. Ia melirik sekilas jendela besar yang hanya di tutupi oleh kain putih transparan. Satya bergidik. Ia benar-benar merasa takut hingga akhirnya Ia menarik bagian gorden tebal di kedua sisi jendela untuk menutup rapat pandangannya ke arah lorong.


Satya duduk di kursi, Ia menonaktifkan mode pesawat di ponselnya hingga tak lama kemudian ponselnya bergetar tanpa henti menandakan banyak sekali pesan yang masuk.


Satya membuka sebuah aplikasi pesan berlogo pesawat dan Ia mengusap wajahnya seraya menghela napas saat melihat pesan dari Nadya sangat banyak. Satya lantas mengetik balasan untuk Nadya.


'Besok aku pulang'


Setelah mengirim pesan tersebut, Satya mematikan ponselnya. Ia lantas segera kembali menuju kasur. Dengan hati-hati Satya merebahkan dirinya di sisi Sandra. Kasur yang berukuran single benar-benar membuat tubuh keduanya berhimpitan satu sama lain. Satya membalikkan tubuhnya ke arah Sandra dan memeluk sang istri dari belakang. Mencium aroma tubuh Sandra melalui tengkuknya.

__ADS_1


Hingga tanpa sadar akhirnya Satya pun tertidur nyenyak karena merasa nyaman dengan memeluk tubuh Sandra.


Pagi hari pukul 7.


Sandra yang baru saja selesai mandi melangkahkan kakinya untuk masuk kembali ke dalam kamar. Ia menatap Satya yang masih tertidur nyenyak. Sandra lantas menuju jendela kanopi berniat untuk membukanya agar sinar matahari pagi masuk ke dalam kamarnya..Namun belum sempat Sandra membukanya, tiba-tiba saja tubuhnya seakan melayang dan jatuh tepat di atas kasur.


Satya dengan cekatan merubah posisinya hingga berada di atas tubuh Sandra. Tak ayal Sandra merasa sangat kikuk dengan posisi mereka berdua. "Kapan kamu bangun?". Tanya Sandra menatap Satya.


"Aku sudah bangun sebelum kau bangun. Lalu aku tertidur lagi sebentar karena tidak ada siapapun di luar".


Sandra mengerutkan kening. "Memangnya jam berapa kamu bangun?". Tanya Sandra


"Jam 5 hehee"


"Kau masih sangat pulas, aku mana mungkin tega membangunkanmu". Ujar Satya seraya menatap Sandra yang terlihat segar dan harum. Satya lantas tersenyum jahil. "Apa kamu masih datang bulan?".


Sandra mengangguk. "Ini baru hari ketigaku". Ujarnya.


Jari telunjuk Satya menyusuri sisi wajah Sandra dengan sangat pelan dan lembut. "Hmm.. Aku sudah tidak sabar..." Ujar Satya hingga jarinya turun menuju bahu Sandra yang terekspos bebas.


Tubuh Sandra kini masih di balut oleh handuk. Sandra hanya mengenakan celana bermuda dari balik handuk yang Ia pakai. Satya mencium jengkal demi jengkal bahu putih Sandra hingga mengirimkan gelenyar aneh yang terasa asing.


Satya menyusuri leher jenjang Sandra. Memberikan banyak kecupan kecil hingga Sandra merasa kegelian. "Bila aku belum bisa mengenalimu layaknya suami istri, bolehkah aku sekarang bermain-main di sini?". Satya menyentuh bola kenyal Sandra dengan lembut hingga Sandra tersentak.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban, Satya menurunkan sedikit handuk yang menutupi area depan hingga akhirnya salah satu pucuk bola kenyal Sandra yang berwarna merah muda terlihat menyapa mata netra tajam milik pria itu.


"Bolehkah sayang?" Tanya Satya. Ia ingin memastikan sang istri merasa nyaman.


Sandra lantas mengangguk dan hal itu membuat Satya tersenyum lebar. Satya lalu menurunkan wajahnya ke area bola kenyal Sandra. Ia mencium pucuk merah muda yang sudah terlihat keras. Satya menghisap dengan lembut seraya lidahnya bermain di dalam mulutnya yang tertutup.


Tanpa sadar Sandra mengeluarkan suara lenguhan nikmat. Rasa geli bercampur rasa nikmat yang sulit untuk di jabarkan. Baru kali ini Sandra merasakan sensasi ini di tubuhnya. Sensasi yang memancing sisi lain dari dalam dirimya hingga Ia merasa ingin meledak.


Tangan Satya meremas lembut satu sisi bola kenyal lainnya. Kini bagian atas tubuh Sandra sudah terekspos sepenuhnya hingga Satya bebas menjelajah layaknya seorang bayi.


Sandra meremas rambut Satya. Tubuhnya tanpa sadar terangkat ke atas tatkala Satya melonggarkan sesapannya. Satya tersenyum miring menyadari jika sang istri menikmati ulahnya saat ini. "Jangan di tahan apapun yang ada dalam dirimu sayang.. Keluarkan saja..." Bisik Satya menatap Sandra dengan kilatan gairah di matanya. Satya berucap seraya jari jemarinya sibuk memutar-mutar pucuk bola kenyal Sandra. Pria itu tak memberikan jeda Sandra dari sengatan demi sengatan asing yang membuai Sandra.


"Mmmmmhhhh... Sudah hentikan.. Ini rasanya aku.... Oh ya ampun aku....." Sandra meracau saat Satya semakin gencar memberikan serangan di bola kenyalnya.


"Keluarkan sayang...." Ucap Satya.


Sandra meremas rambut Satya hingga menekan kepala pria itu semakin dalam ke area dada. Hingga akhirnya Sandra melenguh panjang.


Satya tersenyum senang saat Ia bisa memberikan kepuasan pada sang istri. Melihat wajah Sandra saat wanita itu melakukan pelepasan adalah pemandangan terbaik di pagi hari bagi Satya.


Sandra menatap Satya dengan napas terengah. "Ka-kamu apakan aku tadi?" Tanya Sandra menatap malu-malu pada Satya.


Satya tersenyum puas. "Aku hanya memberimu surga dunia sedikit". Ujar Satya seraya mengusap pipi Sandra. "Dan aku berjanji setelah kau selesai datang bulan, aku akan memberikan itu berkali-kali lipat dari.saat ini".

__ADS_1


...🌴🌴🌴...


__ADS_2