Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 65


__ADS_3

"Yank! Kok kamu diam aja sih?" Tanya Nadya. "Kenapa kamu tiba-tiba ada di sini?"


Nadya menyusuri penampilan Satya dari atas kepala hingga ke bawah. "Kamu ada rapat di sini? Pantesan tadi pagi aku lihat mobil kamu di jalan". Ujar Nadya seraya menggoyang-goyangkan lengan Satya dengan manja.


"Lepaskan tanganmu dariku Nadya" Sahut Satya dengan nada dingin.


Nadya menengadahkan kepalanya menatap Satya. "Kenapa sih? Di sini gak ada siapa-siapa, Yank. Hanya ada teman-temanku aja kok". Ujar Nadya.


Namun Satya tetap menepis tangan Nadya dengan kasar hingga membuat wanita itu cemberut. "Kamu lihat apa sih?" Tanya Nadya yang baru sadar jika sedari tadi Satya tidak melihat ke arahnya melainkan menatap lurus ke depan hingga akhirnya Nadya mengikuti arah pandang Satya.


"Hey kamu! Sudah dapat bola golfku?" Ujar Nadya melihat Sandra yang tengah berdiri tertegun menatap ke arahnya.


Sandra terlihat mengusap dua sisi wajahnya lalu segera melangkah mendekat pada Nadya. "Ini bolanya, Bu". Ujar Sandra dengan nada pelan seraya menundukkan kepala.


"Baguslah! Tunggu di buggy car dengan temanmu! Aku mau bicara dengan suamiku sebentar!" Titah Nadya menatap Sandra.


Tes...


Air mata yang sedari tadi berusaha Sandra tahan kini kembali turun tanpa seizinnya. Sandra berjalan dengan tertunduk tidak mampu menatap wajah Satya. Hatinya seakan di hujam berulang kali dengan sebilah pedang. Rasa perih tak tertahankan Ia rasakan hingga air mata Sandra terus turun membasahi wajahnya.


Sandra melewati Satya yang sedari tadi hanya diam membeku ketika Ia melewati pria itu. Giska yang sudah memahami situasi karena Ia mendengar segalanya lantas segera menghampiri Sandra. Giska dengan cepat mengelap wajah Sandra yang basah karena air mata di balik buggy car.


"Sssttt... Tenangin diri lo dulu, San" Ujar Giska dengan mata berkaca-kaca. Entah mengapa Giska pun merasakan rasa sedih saat melihat Sandra terus menerus menangis menahan suara.


Sandra mengelap wajahnya yang basah dengan punggung tangannya dengan kasar. Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan berusaha menguasai diri kembali. Giska mengintip dari balik buggy car dan matanya melotot saat melihat Satya menepis kembali tangan Nadya dan melangkah menuju ke arahnya.

__ADS_1


"San.. Dia kesini" Ujar Giska.


Baru saja Sandra menatap Giska, Satya sudah berada di hadapannya. Menatapnya dengan netra mata yang memancarkan berbagai rasa yang tidak dapat diungkap dengan kata.


Satya memegang lengan Sandra seraya menatap Sandra yang membuang muka kepadanya. "Ikut aku..." Ujar Satya pelan namun seketika itu juga Sandra menepis tangan Satya.


"Tolong ikut aku sayang. Aku akan jelaskan semuanya" Ujar Satya dengan nada memohon.


"Yank! Kamu ngapain sih di situ?". Ujar Nadya seraya berjalan menghampiri. Mendengar suara Nadya, Sandra lantas mengelap wajahnya, menghapus jejak air mata.


"Kamu ngapain sama caddy-caddy ini sih?" Tanya Nadya saat sudah di sisi Satya. Nadya menatap Satya, Giska serta Sandra silih berganti. "Ada apa sama mereka?"


Satya mengusap wajahnya dengan kasar. "Nadya, hentikan permainan golf mu sekarang juga dan kembalilah ke rumah". Ujar Satya dengan tegas.


Satya menatap Sandra lalu beralih menatap Nadya dengan tatapan tajam seperti biasa. "Tidak bisakah kau tidak membantahku walau hanya sekali, Nad?"


"Aku ingin tahu alasannya kenapa kamu melarangku berhenti di tengah-tengah permainan seperti ini!" Ujar Nadya bersikeras.


Mendengar perdebatan Satya dan Nadya di sisinya membuat Sandra reflek menyentuh dadanya. Hatinya terasa nyeri hingga akhirnya Sandra memutuskan untuk pergi begitu saja.


Satya dengan cepat menarik lengan Sandra yang baru berjalan beberapa langkah. "Ikut aku".Ujar Satya dengan menggenggam erat jari jemari Sandra dan mau tidak mau menariknya dengan paksa.


Nadya dengan raut wajah terkejut menghalau tubuh Satya begitu saja. Sontak saja Satya menarik tubuh Sandra ke balik punggungnya agar tidak berhadapan dengan Nadya. "Apa-apaan ini, Yank??!!" Pekik Nadya menatap Satya dan Sandra silih berganti.


"Pulang kerumah sekarang, Nad. Akan ku jelaskan padamu nanti". Ujar Satya.

__ADS_1


"Tidak! Katakan padaku apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menarik caddy ini untuk ikut bersamamu?!". Tanya Nadya dengan bertubi-tubi. "Lalu.apa ini??? Kenapa kamu menggenggam tangannya Yank?!!". Nadya berusaha meraih tautan kedua tangan Satya dan Sandra namun dengan cepat Satya melindungi Sandra dengan tubuhnya.


Satya mencondongkan tubuhnya mendekat pada Nadya. "Turuti perkataanku sekarang, Nad. Atau kau akan menyesal". Bisik Satya dengan penuh ancaman.


Nadya menatap tepat ke dalam manik mata sang suami yang berkilat marah. Hingga akhirnya Nadya memutuskan untuk mengikuti perintah Satya dan mengajak teman-temannya agar segera pergi dari lapangan golf.


Setelah kepergian Nadya dan teman-temannya yang di ikuti oleh Giska serta dua orang caddy lainnya. Kini tinggallah Sandra serta Satya yang saling berdiam diri membisu di sisi lapangan. Dari kejauhan netra mata Satya menangkap ada sebuah buggy car yang berhenti di teeing ground.


Satya menatap Sandra yang masih membuang muka. "Sayang..." Sahut Satya seraya membungkukkan sedikit tubuhnya untuk menatap wajah Sandra.


Satya mengusap air mata yang jatuh di pipi Sandra dengan lembut. "Tolong ikut aku..Akan aku jelaskan semuanya tanpa ada yang aku tutupi padamu..." Satya memohon.


Sandra menepis lengan Satya lalu menatap Satya dengan matanya yang merah. Kilatan rasa marah, kecewa, sedih tercetak jelas di mata Sandra. "Jelaskan apa?"


"Menjelaskan tentang kamu yang menipuku tanpa belas kasih? Atau tentang kamu yang mungkin diam-diam mentertawakanku karena sudah berhasil menjeratku dalam permainanmu?" Ujar Sandra dengan penuh amarah. Matanya kembali berkaca-kaca hingga sekali berkedip pun air mata akan kembali turun membasahi wajahnya.


"Tidak sayang. Kumohon dengarkan dulu penjelasanku. Ikut aku maka kau akan mengetahui segalanya. Kita harus bicara". Satya membungkukkan tubuhnya menatap tepat ke dalam manik mata Sandra seraya menggenggam kedua tangannya.


Satya menoleh sekilas saat melihat buggy car pemain lain mulai berjalan ke arahnya. Mau tak mau Satya menarik Sandra hingga tubuh ramping sang istri terduduk begitu saja. Saat Sandra hendak kembali turun dari buggy car, Satya dengan cekatan menarik lengan Sandra.


"Aku mohon sayang... Ikut denganku." Satya menatap Sandra dengan wajah frustasi. "Aku tidak mau melakukan kekerasan padamu hanya agar kau mau menurutiku sekarang. Aku mohon hmm?"


Sandra menatap Satya yang memasang raut wajah memelas. Tak dipungkiri, Sandra pun ingin mendengarkan alasan Satya atas segala yang pria itu lakukan terhadapnya, namun rasa sakit hati Sandra sesaat menguasai dirinya. Hingga akhirmya Sandra pun hanya mengangguk sedikit dengan mulut terkatup rapat.


...🌴🌴🌴...

__ADS_1


__ADS_2