Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 9


__ADS_3

Akhir Pekan


"Ayo kita turun ke lapangan pagi ini! Mami tunggu kalian di depan dalam 10 menit!". Titah Mami Sari pada peserta training.


Sandra dan teman-temannya lantas segera bersiap-siap dengan cekatan. Sandra mengambil topi berwarna hitam miliknya dan segera memakai kaus kaki putih lengkap dengan sepatu kets berwarna hitam.


Sepuluh orang peserta training itu pun dengan kompak keluar dari ruang ganti caddy. Mami Sari yang melihat sepuluh anak didiknya sudah siap lantas segera mengajak mereka semua menuju ke lapangan.


Hari ini adalah akhir pekan di mana lapangan golf biasanya lebih ramai dari biasanya. Banyak pemain golf yang datang bersama dengan keluarga, teman ataupun pasangannya. Sandra mengamati titik awal keberangkatan para pemain golf yang sudah di penuhi oleh deretan buggy car lengkap dengan tas-tas golf yang di sematkan di belakangnya.


"Mi, ini lapangannya kan ramai. Lalu gimana kita mau menjelajah lapangan? Pasti mengganggu para pemain kan?". Tanya Merin meluapkan kebingungannya.


"Mereka semua akan turun ke lapangan di sesi kedua. Tenang saja. Yaaa.. Kalaupun apes, mungkin kalian kena bola yang nyasar dari pemain golf yang berada di belakang hehehehee". Mami Sari melontarkan candaan.


"Yeee Mami! Benjol lah kepala! Hahhaaha." Ujar Merin tertawa.


Mami Sari menepuk kedua tangannya ke udara. "Dengarkan Mami!". Ujar Mami Sari meminta perhatian.


"Hari ini kita akan jalan kaki mulai dari hole 1 sampai hole 9. Besok lanjut ke hole 10 sampai hole 18. Begitu terus selama 2 pekan! Persiapkan stamina kalian semua! Kalian sudah 1 pekan menjalani training. Di pekan ke 2 dan ke 3, Mami akan menekankan pengenalan lapangan setiap hari dengan berjalan kaki. Lalu di pekan ke 4, kalian akan belajar mengendarai buggy car. Setelah itu kalian akan menjalani trial langsung dengan para pemain golf. Apa kalian mengerti?". Ujar Mami Sari seraya menatap satu per satu anak didiknya.


"Mengerti, Mi!". Ujar kesepuluh peserta dengan serempak.


Sandra mulai mengikuti langkah Mami Sari menuju ke lapangan golf. Ia menatap ke atas di mana matahari sudah cukup terik menyinari karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


"Kalian harus memastikan rumput yang ikut terangkat karena pukulan dari stik golf di benarkan kembali memakai ini ya". Ujar Mami Sari seraya memperlihatkan sebuah benda yang mirip seperti garpu namun lebih kecil dan pendek.


"Kalian harus perhatikan posisi berdiri kalian semua ketika pemain golf akan memukul bola. Tidak boleh berdiri sejajar dengannya karena itu akan mengganggu konsentrasi. Kalian harus berdiri menyamping agak di belakang pemain". Ujar Mami Sari seraya mengambil posisi untuk melakukan pukulan pertama di teeing ground.


Tak!


Bunyi stik golf berjenis driver yang memukul bola golf terdengar. Sandra beserta rekan-rekannya dengan sigap memperhatikan letak jatuhnya bola kecil berwarna putih itu.

__ADS_1


"Kalian lihat di mana letak jatuhnya bola? Kira-kira itu di jarak berapa meter?". Tanya Mami Sari.


"Jatuhnya bola sih kira-kira tau di mana, Mi. Tapi kalau jaraknya, gak tau hehehe" Ujar Sandra seraya menggaruk tengkuknya.


"Di setiap hole kalian harus selalu ingat ada pohon yang menjadi patokan jarak. Di hole 1 ini, pohon pinus yang berdiri sendiri di sebelah kiri sana adalah patokannya". Tunjuk Mami Sari pada sebuah pohon yang cukup jauh letaknya dari teeing ground.


"Ayo kita mencari di mana kira-kira bola yang tadi Mami pukul". Ujar Mami Sari seraya melangkah menuju buggy car.


"Mi! Nebeng dong! Masa Mami naik buggy car, kita semua jalan sih?". Protes Sandra.


"Jalan!". Titah Mami Sari berpura-pura membentak Sandra.


Sandra pun terkekeh hingga akhirnya Ia ikut jalan dengan bersama rekan-rekannya dan berhenti tepat di tengah-tengah lapangan. Sandra menoleh ke belakang tempat Mami Sari memukul bola pertama kali hingga ke tempat jatuhnya bola yang berada di dekatnya saat ini.


Sandra mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian mencoba menerka stik golf apa yang di butuhkan Mami Sari di pukulan kedua agar bolanya bisa sampai ke green area.


"Oke. Sekarang coba kalian perkirakan berapa jarak bola ini hingga ke green area? Ingat hole 1 ini adalah par 4. Itu artinya pukulan yang di perlukan dalam hole ini berjumlah 4 kali saja." Jelas Mami Sari.


"Kalau misalnya di par 4, ada pemain yang jumlah pukulannya sampai 6 kali atau lebih gimana, Mi?". Tanya Giska.


"Nanti kalian akan menemukan berbagai macam karakter pemain golf. Ada yang sudah mahir dan biasanya mereka tidak akan terlalu merepotkan kalian, ada juga pemain baru yang terkadang membuat kalian kesal setengah mati. Bagaimanapun pemain golf yang kalian temani di lapangan, sikap profesional kalian harus tetap nomor satu." Ujar Mami Sari.


"Sekarang Mami harus pakai stik apa untuk memukul bola ini?".


Sejenak hanya ada keheningan di antara seluruh rekan Sandra karena masing-masing sibuk berpikir.


"Aku rasa Mami perlu pakai iron nomor 5 atau iron nomor 6". Ujar Sandra memecah keheningan.


"Kenapa kamu menyarankan Mami pakai stik iron nomor itu, Sandra?" Tanya Mami Sari meminta penjelasan.


Sandra melarikan pandangannya menuju ke green area. "Karena jarak bola sampai ke sana masih sekitar 100 meter, Mi." Jawab Sandra.

__ADS_1


"Jadi aku rasa iron nomor 5 atau nomor 6 bisa membawa bola Mami sampai ke green area dan hembusan angin juga tidak terlalu kencang saat ini."


Mami Sari tersenyum menatap Sandra. "Good!".


"Merin, ambil stik iron nomor 5!" Titah Mami Sandra pada Merin.


Merin lantas segera berjalan menuju buggy car.


"Lari Merin! Pemain golf tidak suka menunggu para caddy yang lama hanya untuk mengambilkan stik golfnya!". Ujar Mami Sari sedikit berteriak.


"Di lapangan kalian semua harus cekatan. Tidak boleh lambat!". Mami Sari mengalihkan pandangannya pada Sandra dan anak didiknya yang lain.


Setelah Merin memberikan stik yang di minta tadi, Mami Sari lalu mengambil posisi untuk memukul bola. Namun belum sempat Mami Sari memukul terdengar sebuah tepukan dan sorakan dari arah teeing ground.


Mami Sari menengok ke arah caddy yang tengah memberi aba-aba agar Mami Sari dan semuanya yang berada di tengah lapangan untuk minggir sejenak karena kuatir akan terkena lemparan bola golf dari pemain yang sedang di bawanya.


Mami Sari lantas mengajak anak didiknya untuk minggir terlebih dulu. Terdengar sebuah pukulan dan tak lama Sandra melihat bola putih jatuh lebih jauh di depan bola Mami Sari.


Sandra dan rekan-rekannya yang lain lantas menatap sebuah buggy car yang sedang di kendarai oleh dua orang pria menuju ke arahnya.


Mami Sari lantas menghampiri dua orang pria yang memakai topi dan kaca mata hitam yang baru saja turun dari buggy car.


Salah seorang pria menerima sebuah stik golf dari caddy. Ia lantas membuka kacamata hitam nya dan membuat seluruh orang terpana.


Merin mencubit lengan Sandra seraya berbisik. "Fix dia jodoh gw! Ketemu lagi sama dia!".


Sandra menatap ke arah pria tampan yang tak lain adalah Satya. Pria itu terlihat mengulas senyum pada Mami Sari.


"Bagaimana kalau anda gabung dengan kami? Saya juga baru mulai di hole 1 ini. Hitung-hitung mereka semua bisa lebih awal belajar menangani pemain di lapangan". Terdengar sebuah tawaran dari Satya pada Mami Sari yang membuat Sandra dan rekan-rekannya terkejut.


...🌴🌴🌴...

__ADS_1


Like, komen dan vote donggsss😘


Next👉 Aku up 2 bab sekaligus 😆


__ADS_2