Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 90


__ADS_3

Grace duduk di sebuah sofa panjang yang berada di dalam ruang rawat inap Sandra. Wanita paruh baya dengan paras cantiknya yang tak termakan usia mengamati Sandra yang sedang berusaha berdiri untuk pindah tempat duduk dari kursi roda menuju sofa.


"Kamu tidak perlu pindah di sofa. Di situ saja" Ujar Grace.


Sandra menatap canggung pada Grace yang merupakan ibu mertuanya yang baru pertama kali Ia lihat secara langsung. "Maaf". Ujar Sandra dengan nada pelan.


Grace menyisir penampilan Sandra. Balutan perban masih menyelimuti tangan hingga ke siku juga telapak kaki hingga ke lutut. Grace tanpa sadar meringis. Namun sebuah senyuman terbit saat menatap wajah Sandra yang terlihat polos tanpa sapuan make up sedikitpun. Terlihat natural dan berwajah kanak-kanak.


"Berapa usiamu?" Tanya Grace menatap Sandra.


"20 tahun, nyonya"


Grace mengerutkan keningnya terlihat bingung sekaligus tidak suka. "Nyonya? Apa kamu pegawaiku hingga harus memanggilku dengan nyonya?" Tanya Grace.


Sandra melirik Retno dengan kikuk. "Maaf, Bu. Putri saya sepertinya canggung karena bertemu dengan anda secara tiba-tiba". Ujar Retno berusaha menengahi.


"Canggung? Untuk apa kamu canggung denganku? Jika kamu masuk ke dalam keluargaku, kamu harus mengangkat dagumu dengan percaya diri. Kamu tidak boleh memberikan celah sedikitpun untuk orang-orang yang akan menjatuhkanmu". Ujar Grace menatap Sandra tepat ke dalam manik matanya.


Sandra terperangah mendengar penuturan Grace padanya. "Apa itu artinya....."


"Itu artinya aku menerimamu sebagai menantuku. Putraku sudah memberitahuku segalanya. Yah... Walau awalnya aku sangat bingung dan aku tidak tahu kenapa dia sampai memilih seorang caddy sebagai istri keduanya, namun setelah melihatmu...." Grace menatap Sandra dengan tersenyum. "Sudahlah.. Lupakan saja".


"Apa semua yang ada di tubuhmu perbuatan menantuku?"

__ADS_1


Sandra dan Retno saljng pandang dengan diam. Grace menyadari sesuatu dan Ia tertawa hingga menampilkan barisan giginya yang putih bersih. "Hahahhaha astaga! Aku baru ingat kalau aku memiliki dua menantu!" Ujar Grace seraya tertawa. "Maksudku, apa menantu pertamaku yang mencelakaimu?".


Sandra tertegun sejenak. Ia bingung harus menjawab seperti apa karena bagaimanapun Ia belum tahu apakah ibu mertuanya benar-benar mengetahui segalanya atau tidak. Jika Sandra memberitahu perilaku Nadya tempo hari, Sandra kuatir kalau itu hanya akan di anggap provokasi oleh Grace.


"Sudah kubilang kalau putraku telah memberitahuku segalanya kan? Aku hanya ingin mendengar dari mulutmu saja".


Sandra mengangguk pelan. "Ini memang perbuatan menantu pertama anda...."


"Panggil aku mama seperti putraku" Timpal Grace. Sandra pun mengangguk seraya tersenyum.


"Kudengar kamu juga sampai keguguran?" Tanya Grace lagi.


"Iya, Ma." Sandra reflek mengusap perutnya. "Aku kehilangannya..."


Grace lalu beranjak berdiri dan menghampiri Sandra. Retno yang sedari tadi diam saja akhirnya memilih untuk memberikan waktu pada Sandra dan Grace untuk saling mengenal. Retno melangkahkan kakinya keluar untuk menghubungi sang suami yang masih berada di rumah.


Grace duduk di ujung sofa dan menatap lekat Sandra yang menundukkan kepala di kursi rodanya. Grace menggenggam tangan Sandra yang terasa dingin. "Aku tahu. Di sini putraku lah yang bersalah. Dia menarikmu ke dalam pusaran masalah rumah tangganya dengan Nadya dan kamu hanya menjadi pelampiasan amarah menantu pertamaku itu". Ujar Grace dengan lembut.


Sandra menatap Grace dengan haru hingga tanpa sadar Ia menitikkan air mata. "Kenapa mama baik sekali padaku? Rasanya aku tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini".


Grace menarik tubuhnya hingga bersandar di sofa seraya terkekeh pelan. "Aku begini karena aku tahu kamu hanya menjadi korban keegoisan putraku. Lain lagi ceritanya jika kamu sudah mengetahui status putraku yang sudah beristri dan kamu tetap menggodanya, itu artinya kamu bukanlah perempuan baik-baik dan tidak layak untuk berada di sisi putraku". Ujar Grace dengan santai.


"Aku juga sangat kasihan dengan menantu pertamaku, walau dia memang melakukan kesalahan tapi aku tidak tega melihatnya hancur seperti itu. Dia sudah menemani putraku semenjak mereka berdua remaja. Tapi bagaimana lagi? Tuhan memiliki rencana lain untuk putraku, dan kamu berada di dalam rencana Tuhan. Aku bisa apa? Aku hanya bersyukur kamu perempuan baik dan polos. Aku tidak peduli dengan latar belakang keluargamu". Sahut Grace panjang lebar.

__ADS_1


"Aku........"


"Putraku sudah membuat gugatan cerai untuk menantu pertamaku itu, apa kamu sudah mengetahuinya?" Grace memotong ucapan Sandra.


Sandra terkejut bukan main mendengar hal itu. "Gu-gugatan cerai?"


Grace mengangguk. "Ya. Kenapa kamu terkejut? Bukankah seharusnya kamu senang? Kamu tidak akan menjadi istri kedua lagi". Ujar Grace yang membuat Sandra diam seribu bahasa.


...🌻🌻🌻...


HEADLINE NEWS: Satya Nagara yang merupakan CEO Nagara Corp ternyata sudah menikah secara resmi dengan putri dari keluarga Carlton, Nadya Carlton. Namun di duga putra satu-satunya keluarga Nagara telah berkhianat dengan menikah lagi dengan seorang caddy golf.


PRAAAAKKKK!


Chandra melemparkan sebuah ipad hingga membentur tembok. Pria paruh baya itu mengusap wajahnya dengan kasar. Dadanya terlihat naik turun menahan emosi yang menggelora di dalam dirinya.


"Kenapa bisa seperti ini hah?!" Bentak Chandra pada Satya yang berdiri tak jauh dari hadapannya.


"Jika seperti ini semua yang aku lakukan dengan Aldanar menjadi sia-sia! Siapa yang membocorkan berita ini?! Aku dan Aldanar bahkan sudah sepakat untuk menutup rapat tentang ini!".


Satya menatap sang ayah dengan diam, namun tangannya terkepal kuat hingga jari jemarinya memutih. "Aku akan mencari tahu secepatnya siapa yang membeberkan masalah ini pada media". Ujar Satya dengan nada tegas.


"Kau memang harus mencari tahu dan urus media hingga selesai!" Sentak Chandra dengan emosi.

__ADS_1


...🌴🌴🌴...


__ADS_2