Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 7


__ADS_3

"Kalian semua lihat ke sini!". Titah Mami Sari pada 10 orang peserta training caddy baru termasuk Sandra.


"Ini adalah tas stik golf". Ujarnya seraya membuka tas yang tinggi dan cukup besar. "Kalian harus hapalkan satu per satu fungsi dari masing-masing stik ini".


"Coba kamu yang duduk di belakang, ayo maju ke depan!" Ujar Mami menatap ke arah Sandra.


Sandra tentu saja melihat ke kanan dan kiri lalu menunjuk dirinya sendiri. "Aku, Mi?"


"Ya! Ayo ke depan!"


Sandra lantas berdiri dan melangkah maju ke depan tepat di sebelah Mami Sari. "Oke. Kamu perhatikan lebih dulu penjelasan Mami". Ucap Mami Sari yang di angguki oleh Sandra.


"Jumlah stik golf ini ada 14 buah. Yang kepalanya besar seperti ini disebut wood atau driver. Stik ini di pakai oleh player pada pukulan pertamanya di teeing ground.". Jelas Mami Sari seraya menarik 1 buah stik golf dengan kepala yang paling besar hampir menyerupai setengah lingkaran.


"Lalu yang bentuknya mirip semua dengan bentuknya pipih di namakan iron. Iron ini ada 7 buah dengan masing-masing nomor berbeda yang tertera di sudut kepalanya".


"Mi, gimana kita bisa tau harus pakai stik iron nomor berapa saat di lapangan?". Tanya salah seorang yang Sandra belum ketahui namanya.


"Biasanya player akan menyebutkan nomor berapa yang ingin mereka pakai. Tapi jika player diam saja dan mereka hanya meminta kalian untuk mengambilkan stik iron, perkirakan saja jarak bolanya pada area green. Amannya kalian bisa ambil iron nomor 5 sampai nomor 7". Jelas Mami Sari.


Sandra mencoba memahami seraya mengamati satu per satu stik golf yang berada di hadapannya.


"Nah yang ini adalah iron sand wedge yang biasa di pakai ketika bola berada di area pasir. Lalu ini putter di pakai hanya ketika bola sudah berada di green area".


"Oke. Sekarang kamu Sandra coba jelaskan kembali yang tadi mami ucapkan!". Ujar Mami Sari menatap Sandra dengan tersenyum.


Sandra mengatur napasnya agar tidak gugup lalu Ia mulai mencoba menjelaskan kembali fungsi dari masing-masing stik golf seraya mengambilnya satu per satu. Rekannya yang lain pun mengamati dengan baik ucapan Sandra.


"Oke. Sudah jelas ya tentang stik golf? Ada pertanyaan?". Tanya Mami Sari.


"Tidak ada, Mi!" Ucap mereka semua serempak.

__ADS_1


"Oh ya Mami perlu ingatkan tentang stik golf ini ya. Selama di lapangan, stik golf ini adalah tanggung jawab kalian. Kalian harus menjaganya dengan baik. Bahkan 1 cover (pelindung) kepala stik ini tidak boleh ada yang hilang. Kalau hilang, ada saja player yang menuntut ganti rugi atau ada juga player yang baik hati tidak menuntut. Pada intinya kalian harus memastikan semua dengan baik jumlah cover dan stik nya harus sama sebelum kalian turun lapangan sampai kalian naik ke lapangan. Mengerti?". Ucap Mami penuh penekanan.


"Mengerti, Mi!". Ucap Sandra dan seluruh rekannya kompak.


Tak lama pertemuan itu pun usai. Sandra dan rekannya lain pun bubar menuju ke ruangan caddy.


"Habis ini apa ya?" Tanya Merin yang berjalan bersebelahan dengan Sandra.


"Katanya kita pengenalan lapangan kan?". Timpal seseorang yang bernama Giska, yang di ketahui oleh Sandra dari nametag nya.


"Gw gak sabar untuk turun lapangan dan bawa player muda yang ganteng-ganteng deh!Hehehehee". Merin terkekeh geli.


"Itu bulan depan masih lama! Lo kerja di sini tujuannya mau dapat cowo ganteng? Iya beruntung kalau muda, lah kalau tua seperti bapak yang 36 B tadi gimana?". Sentil Sandra.


Merin melongo memikirkan kata 36 B. "Bapak 36 B? Maksud lo siapa........." Tak lama Merin tertawa terbahak-bahak hingga beberapa orang menoleh ke arahnya.


"Oh player mesum tadi hahahahhaha. Lo tenang aja! Gw bukan selerannya. Lo lihat nih ukuran gw! Mana mau dia ngelirik gw! Bisa jadi dia ngelirik lo! Jadi gw aman dari tua bangka keladi! Hahahahahaha" Ujar Merin seraya menunjuk ke arah Sandra.


Satu jam setelah istirahat, Sandra dan rekan-rekannya segera berkumpul kembali di depan ruang caddy. Mami Sari meminta mereka semua mengikutinya menuju ke lapangan. Tak di sangkal, Sandra pun bersemangat ketika bagian menjelajah lapangan golf di mulai walau kini matahari sedang sangat terik.


Sandra berhenti di depan sebuah taman tempat titik utama para player golf untuk pergi turun ke lapangan atau yang baru saja selesai bermain di lapangan. Sandra mengamati ke area tangga di mana para caddy sedang duduk berbincang menunggu giliran untuk turun ke lapangan.


"San! San!".Pekik Merin seraya menarik-narik manset Sandra.


"Apa sih, Mer?" Tanya Sandra menatap Merin dengan mengerutkan kening.


"Itu lo lihat! Tipe player golf yang begitu tuh maksud gw! OH MY GOD.. Ganteng banget, Sandra!!!". Ujar Merin heboh.


Sandra melarikan netra matanya ke arah Merin memandang.


Deg!

__ADS_1


Itu kan cowok yang tabrakan sama gw...


Batin Sandra seraya diam terpaku saat meliat pria tersebut melangkah ke arahnya. Tidak. Tepatnya ke arah Mami Sari yang berdiri tepat di depan dirinya!


"Halo, Pak Satya. Anda bermain sendiri hari ini?". Sapa Mami Sari tatkala pria yang bernama Satya berhenti di depannya.


"Ya.. Saya perlu penyegaran sendiri sesekali hehehe". Satya tersenyum.


Merin yang melihat dengan jarak yang sangat dekat dan melihat senyum Satya yang menawan tentu saja mencubit lengan Sandra diam-diam membuat Sandra mengaduh kecil.


"Merin! Lo apa-apaan sih!". Ujar Sandra protes. Namun Merin hanya terkekeh kecil.


"Anda di tugaskan Pak Syarif lagi untuk memberikan pelatihan?" Tanya Satya seraya menatap satu per satu calon caddy baru di belakang Mami Sari.


"Ya. Seperti yang anda lihat hehehe" Ujar Mami Sari seaya tertawa pelan.


"Harusnya anda tidak perlu susah payah begini. Kenapa tidak mau di pindahkan ke bagian kantor saja daripada harus ke lapangan lagi?". Tanya Satya.


"Saya senang di lapangan, Pak. Udaranya segar. Setiap hari olahraga, badan juga bugar. Lihat saya masih awet muda di usia menuju 40 ini, kan? Coba kalau di kantor, duduk diam depan komputer. Wah stress saya!". Ujar Mami Sari seraya bercanda hingga membuat Satya terkekeh kembali.


"Baiklah kalau begitu. Kapan mereka semua ini turun ke lapangan?" Tanya Satya lagi seraya menatap Sandra cukup lama.


"Bulan depan. Saya pastikan dalam 1 bulan ini mereka dapat dengan baik memahami medan lapangan dan layak turun ke lapangan". Ujar Mami Sari dengan optimis.


Satya mengangguk. "Oke. Lakukan saja apa yang harus kamu lakukan. Saya permisi dulu". Ujar Satya segera melangkah pergi.


Sepeninggal Satya, benak Sandra bertanya-tanya. Sebenarnya siapa pria itu?


...🌴🌴🌴...


2 bab today! Semoga besok juga bisa 2 bab ya😂

__ADS_1


Kayak biasa donggss.. Like, komen dan vote! 🥰


__ADS_2