Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 48


__ADS_3

Satya membantu Sandra mengepak baju dan di masukkan ke dalam sebuah tas lusuh berukuran besar. "Sayang, lebih baik aku minta Nino untuk membelikan koper baru sekarang juga untukmu ya." Satya masih berusaha membujuk Sandra, namun sejak tadi selalu di tolak oleh wanita itu. "Masa istriku memakai tas lusuh seperti ini sih!". Gerutu Satya lagi.


Sandra tersenyum melihat sikap Satya yang menurutnya menggemaskan. "Tas ini masih kuat di pakai. Sementara kan tidak apa-apa di manfaatkan. Apa kamu tidak kasihan dengan Nino? Dia sudah menyiapkan segala urusan pernikahan kita dari awal sampai akhir. Berikan dia istirahat..." Sahut Sandra lembut.


Satya mencibir. "Dia kubayar tidak murah sayang. Pekerjaannya memang harus selalu standby 24 jam ketika aku butuhkan".


Sandra menggelengkan kepala mendengar sang suami menggerutu. "Kamu bisa belikan aku koper sebanyak apapun tapi tidak sekarang. Kita pakai tas ini saja untuk saat ini". Ujar Sandra penuh penekanan hingga Satya selalu terperangah manakala sifat tegas Sandra sedang muncul.


"Baiklah..."


Sandra lantas memilah kembali baju-bajunya yang akan di bawa ke apartemen Satya. Ia lalu beranjak berdiri mengambil seragam caddynya tak lupa dengan topi. Melihat hal itu Satya mengerutkan kening.


"Kenapa kau membawa seragam caddy ini?" Tanya Satya.


Sandra menoleh pada Satya dengan heran. "Loh... Buat aku pergi kerja dong" Jawab Sandra lugas.


Satya semakin menautkan keningnya. "Bekerja? Untuk apa kau masih bekerja? Apa kau lupa siapa dirimu saat ini?". Tanya Satya.


"Aku Sandra Aruni."


Satya mencubit pelan cuping hidung Sandra. "Kau sekarang adalah istriku. Istri dari Satya Nagara. Lalu untuk apa kau masih tetap bekerja?".


Sandra terdiam sejenak. "Bekerja kan untuk mencari uang..."Ujar Sandra gamblang. "Kalau aku tidak kerja, aku tidak punya penghasilan".


Satya mengusap wajahnya seraya menghela napas. "Kau sudah punya suami! Kau porotin saja uangku sepuasnya".


Sandra melongo. "Nanti kamu bisa bangkrut".


Satya tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban polos Sandra. Ia menarik Sandra mendekat dan merangkulnya dengan mesra. "Terlepas dari harta keluargaku, tapi harta pribadiku bahkan bisa membiayai kehidupanmu dan anak-anak kita tanpa batas waktu, sayang." Ujar Satya pelan. "Aku sudah berjanji bukan? Aku akan membuat kehidupanmu dan keluargamu nyaman dan sejahtera. Jadi kau tidak perlu bekerja lagi".

__ADS_1


Sandra mencerna ucapan Satya. Ia menatap pria itu dengan seksama. "Tapi......" Sandra menggantungkan ucapannya.


"Tapi apa hmm?"


"Mmm... Biarkan aku bekerja hingga 3 bulan ke depan ya, sayang?". Sandra menatap Satya dengan wajah memelas. "Aku sudah susah payah menjalani training selama 1 bulan dan berhasil menjadi caddy tetap. Masa aku berhenti begitu saja? Biarkan aku bekerja selama 3 bulan lagi setelah itu aku akan berhenti".


Satya menghela napasnya. Menatap wajah sang istri yang sedang membujuk rayu dirinya. Satya menyisipkan rambut Sandra yang menjuntai di sisi pipi ke belakang kuping. "Hanya 3 bulan oke?" Ucap Satya.


Sandra pun akhirnya mengangguk senang.


...


"Pak... Bu.. Sebaiknya kalian berdua bersama Siska dan Sabil segera bersiap tinggal di hotel untuk beberapa bulan". Ujar Satya saat dirinya hendak pamit pulang dari rumah mertuanya.


Dimas mengerutkan kening. "Kenapa harus buru-buru, Nak? Santai saja.. Kami masih nyaman kok di rumah ini. Kalian lebih baik nikmati dulu masa pernikahan kalian...Jangan memikirkan tentang rumah ini atau lainnya" Dimas memberi saran.


"Benar kata bapak, kami tidak ingin mengganggu honeymoon kalian hehehee" Timpal Retno terkekeh.


"Sandra benar Pak... Bu.." Sahut Satya.


Terlebih lagi agar para makhluk tak kasat mata hilang dari rumah ini....


Satya bergumam dalam hati dengan bulu kuduk yang meremang. "Nanti aku akan kirim beberapa orang untuk membantu Bapak dan Ibu berkemas dan membawa furniture yang masih layak pakai untuk di tempatkan di salah satu gudang pabrikku" Bujuk Satya.


Dimas dan Retno lantas saling berpandangan. Hingga keduanya pun mengangguk setuju.


...🌻🌻🌻...


Setelah pamit pulang dari rumah mertuanya, Satya langsung menuju ke apartemen pribadinya. Satya dengan cekatan memberi room tour bagi Sandra.

__ADS_1


"Katakan padaku kalau ada furniture yang ingin kamu ganti atau interior ruangan yang ingin kau rombak. Aku akan menuruti sesuai seleramu. Apartemen ini milikmu sekarang". Ujar Satya setelah dirinya selesai mengajak Sandra berkeliling.


"Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu? Semuanya sudah sempurna! Sama sekali tidak ada yang perlu diganti". Sahut Sandra dengan raut wajah tak percaya.


"Nanti akan ada seorang petugas kebersihan yang akan datang setiap harinya untuk membersihkan, kau tidak perlu capek-capek memikirkan untuk bersih-bersih. Apa kau mau seorang asisten? Akan aku berikan 1 untuk membantumu melakukan berbagai aktifitas sehari-hari". Ujar Satya.


Sandra memutar bola matanya sebal. Ia tahu jika dirinya saat ini memang sudah menjadi istri orang kaya. Namun bukan berarti Ia mau hidup layaknya seorang sosialita. Sandra tetap akan berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam hidupnya, tapi untuk memiliki seorang asisten saat ini Sandra sama sekali belum memikirkannya.


"Tidak perlu. Aku belum butuh asisten pribadi sepertimu" Tolak Sandra. "Tapi aku bingung...."


"Bingung tentang apa?" Tanya Satya.


"Apa apartemen ini memang tidak pernah kamu tempati? Semuanya terlihat sangat rapi dan di beberapa ruangan masih kosong". Lanjut Sandra.


"Ya. Apartemen ini memang tidak pernah aku tempati. Aku selalu tidur di rumah" Ujar Satya seraya tersenyum.


"Tapi sekarang kamu akan selalu tidur di sini kan bersamaku?".


Mendengar itu Satya sontak saja tertegun. Ia belum memikirkan tentang hal-hal lain termasuk dimana dirinya akan tidur. Jika Satya selalu tidur di apartemen, kedua orang tuanya dan Nadya pasti akan curiga. Namun jika Satya selalu tidur di rumahnya, Sandra yang akan menaruh curiga padanya. Sial... pusing sekali beristri dua..


Satya mengulas senyum hangat. "Aku akan tidur 3x sepekan di apartemen bersamamu. Sisanya aku akan tidur di rumah".


"Kenapa harus seperti itu?". Tanya Sandra.


Satya lantas menggenggam tangan Sandra dengan lembut. "Kau tahu kan kalau pernikahan kita masih belum di ketahui oleh kedua orang tuaku. Mereka akan curiga jika setiap malam aku tidak pulang ke rumah".


Sandra tertegun sadar akan statusnya saat ini. "Ah.. Ya.. Maaf aku lupa". Sahut Sandra seraya menatap tautan tangan Satya padanya. "Aku adalah istri yang di rahasiakan". Sandra cengengesan.


"Hey... Kenapa kau berkata begitu?" Tanya Satya seraya memegang kedua bahu Sandra. "Ini hanya sementara. Aku sudah janji padamu bukan?".

__ADS_1


"Aku akan menepati janjiku, Sayang".Satya lantas menarik Sandra ke dalam dekapannya.


...🌴🌴🌴...


__ADS_2