Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?
Bab 89


__ADS_3

Tiga hari kemudian...


Waktu baru saja menunjukkan pukul 10 pagi, namun di sebuah ruang kantor yang mewah yang terletak di lantai teratas sebuah gedung tinggi, justru aura terasa mencekam tatkala Nadya memporak-porandakan segala barang yang tersebar di seluruh penjuru ruangan. Nadya mengamuk tidak terima saat Ia menerima sebuah surat gugatan cerai yang di layangkan oleh Satya terhadap dirinya.


"Ini tidak adil, Satya!!!" Teriak Nadya melempar sebuah vas bunga tepat ke samping tubuh Satya dan hancur berantakan membentur dinding.


Satya bergeming tak beranjak dari balik meja kerjanya. Sedari tadi Ia hanya membiarkan Nadya melampiaskan emosinya yang meluap-luap walau ruang kerjanya yang harus menjadi korban.


"Apa menurutmu aku keterlaluan sehingga kau bisa memperlakukanku sampai seperti ini?". Nadya menatap Satya dengan raut frustasi.


"Demi Tuhan, aku hanya bersalah pada malam itu saja. Setelahnya aku bahkan tidak pernah bertemu pria itu lagi atau pria manapun! Dan jika aku hamil karena malam itu, mana bisa aku prediksi huh?!" Nadya melangkah dengan sempoyongan ke arah Satya setelah mengeluarkan emosinya dengan begitu hebat.


"Tapi kau..." Jari telunjuk Nadya menunjuk tepat ke dada bidang Satya. "Kau telah berkhianat dengan menikahi wanita lain. Wanita yang akan menjadi tanggung jawabmu selain aku. Kau mengambil langkah yang sangat menyakitkan untuk membalas perbuatanku padamu, Satya". Nadya menatap nanar tepat ke dalam netra tajam pria yang masih menjadi suaminya. Air mata jatuh tanpa permisi membasahi pipinya.


"Apakah semua yang kita lalui selama bertahun-tahun tidak ada artinya bagimu?Senyumanmu, sentuhanmu, tawamu yang hanya untukku... Apa kau tidak berpikir bagaimana sakitnya aku membayangkanmu memberikan semua itu dengan istri keduamu?" Nadya mengusap wajahnya dengan cepat seraya menarik napasnya dalam-dalam. "Aku memberimu izin untuk bermain hanya satu malam dengan wanita lain agar kita berdua impas, tapi bukan dengan menikahinya dan kau menceraikanku....." Nadya kembali mengucurkan air mata.


Satya menatap Nadya dengan tatapan yang sulit di mengerti. Ada penyesalan, ada rasa sakit hati yang menyelubungi hati kecilnya tatkala melihat sosok wanita yang bertahun-tahun menemani dirinya harus berantakan seperti ini. Satya menghela napas perlahan dan melangkah mengitari meja kerjanya menuju Nadya.

__ADS_1


Satya berhenti tepat di hadapan Nadya. Ia menggenggam kedua sisi bahu Nadya dan sedikit menundukkan kepala agar netra matanya sejajar dengan Nadya. "Lanjutkan hidupmu, Nad. Hubungan kita tidak sehat jika di lanjutkan. Aku memberimu kebebasan agar kau bisa menata hidupmu kembali, menjadi Nadya yang aku kenal lagi". Ujar Satya.


Nadya menggelengkan kepalanya. "Hidupku adalah denganmu. Bagaimana bisa aku melanjutkan hidupku jika tidak ada kau di dalamnya?". Nadya menggenggam tangan Satya dengan sangat erat. "Bisakah kita melupakan semuanya dan kembali dari awal? Aku mohon padamu, Satya..."


Satya melepaskan genggaman tangan Nadya dan tersenyum tipis. "Aku tidak bisa, Nad. Maaf....." Ujar Satya. "Ayahku dan ayahmu telah sepakat untuk melupakan semua kejadian ini termasuk video syur mu. Aku juga akan memberikanmu kompensasi yang sangat besar setelah kita bercerai".


"Aku sama sekali tidak butuh uangmu sialan!". Nadya melangkah mundur beberapa langkah menjauhi Satya. "Bahkan jika aku tidak memiliki uang sepeserpun tapi kau tetap berada di sisiku, aku akan memilihnya! Kau tidak tahu kan seberapa besar aku mencintaimu?! Aku akan membuktikannya, Satya. Kau tunggu saja". Nadya menatap Satya dengan lekat dan akhirnya melangkah keluar ruangan dengan penampilan yang jauh dari kata rapi.


...🌻🌻🌻...


"Apa kamu yakin di sini ruangannya?" Grace mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru koridor dengan mengerutkan kening. "Putraku bilang jika ada tiga orang bodyguard yang berjaga di depan ruangan. Tapi lihat.... Tidak ada siapapun di sini".


"Anda tunggu dulu sebentar nyonya, saya akan mencari suster untuk menanyakan keberadaan pasien" Ujar seorang bodyguard.


Grace mengibaskan tangannya. "Ya.. Ya.. Cepatlah" Ujar Grace yang akhirnya memilih duduk di sebuah sofa yang menjadi tempat tamu menunggu.


Tak lama kemdian terdengar suara langkah kaki dari arah belakang. Grace memalingkan wajahnya dan melihat seorang gadis muda berambut panjang yang duduk di kursi roda di dorong oleh seorang wanita paruh baya yang Grace taksir mungkin seusia dirinya. Grace juga tak luput menangkap tiga orang pria bertubuh besar yang berpakaian serba hitam berjalan tepat di belakang gadis muda dan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Grace lantas bangkit dari duduknya dan melangkah dengan anggun menuju rombongan yang baru saja datang. Grace berhenti tepat di depan gadis muda yang Ia yakini adalah Sandra. Sontak saja melihat kedatangan wanita asing, tiga orang bodyguard itu membuat pagar berdiri melindungi tubuh Sandra.


"Anda siapa?!". Tanya seorang bodyguard menatap Grace menyelidik.


Dari kejauhan, bodyguard Grace yang melihat sang nyonya pun segera berlari dan berdiri tepat di sisi Grace. Bodyguard Grace melirik Sandra yang terlihat kebingungan. "Minggirlah! Nyonya ingin bertemu dengan wanjta muda itu".Titah Bodyguard Grace.


"Kalian siapa?" Timpal seorang bodyguard yang menjaga Sandra.


Melihat aksi para bodyguard di hadapannya sontak saja membuat Grace tertawa cekikikan. "Oh astaga putraku... Dia sangat kurang ajar sekali! Aku hanya memiliki satu orang bodyguard, tapi lihatlah... Wanita muda ini bahkan diberikan tiga orang bodyguard sekaligus hehehehe" Grace lantas memiringkan kepalanya menatap Sandra. "Apa kamu yang bernama Sandra?".


" Nyonya ini adalah Ibu dari Tuan Satya Nagara" Ujar bodyguard Grace. Tak pelak ketiga bodyguard Sandra pun membungkukkan badan dan menyingkir ke samping.


Retno yang sedari tadi diam akhirnya menatap Grace. Wanita paruh baya yang masih sangat cantik. Hidungnya yang mancung, bulu mata yang lentik natural serta penampilannya yang siapapun bisa tahu jika Grace bukanlah dari golongan masyarakat biasa.


"Maaf kami tidak tahu jika anda adalah Ibu dari menantu saya". Ujar Retno seraya sedikit membungkukkan tubuh.


Grace terkejut dan tertegun sebentar. "Menantu?" Gumam Grace seraya menatap Retno dan Sandra silih berganti. Grace lalu tersenyum hingga kedua matanya membentuk garis lengkung. "Ahh.. Ya benar... Menantu! Kamu menantuku yang di sembunyikan oleh putraku yang nakal itu! Benar.. Menantu...." Grace berkicau hingga membuat Sandra merasa kikuk.

__ADS_1


"Apa saya boleh mengobrol di dalam ruang rawat putrimu?" Grace lantas menguasai mimik wajahnya kembali dan menatap Retno dengan lekat.


...🌴🌴🌴...


__ADS_2