
Di depan kolam, Maureen termenung seorang diri. Ia duduk di kursi besi di temani segelas minuman beralkohol yang sering menjadi teman setianya, anggur merah.
Sambil berpikir, ia memutar-mutar gelas anggur. Tubuhnya ada di sini, tapi entah dengan pikirannya. Segelas anggur itupun belum sekalipun ia teguk, hanya aromanya saja yang ia hirup. Ia tengah gunndah, karena masih menunggu dua kabar penting dari dua pihak yang sudah ia hubungi dan mintai tolong.
“Nyonya, apa Anda mau makan malam sekarang?” tawar seorang pelayan yang menghampiri Maureen.
“Tidak, aku sedang tidak ingin makan. Kalian makanlah. Kalau sekiranya akan bersisa, minta security keliling dan bagikan makanan itu ke orang-orang yang lewat di jalan. Mungkin di antara mereka ada yang membutuhkan.” Maureen menyahuti dengan lemah.
“Tapi Nyonya belum makan apapun lagi sejak pulang dari kantor. Kondisi Nyonya juga sedang tidak sehat. Apa Nyonya baik-baik saja?”
Pelayan itu menunjukkan perhatiannya dengan sungguh. Hampir setiap malam makanan yang mereka masak dibagikan ke orang-orang sekitar karena Maureen jarang makan malam padahal mereka selalu memasak dalam jumlah banyak.
Kalau diperhatikan, Maureen hanya makan buah saja, tidak pernah makan yang lain padahal ia sangat menyukai makanan olahan laut. Lobster yang di masak bumbu rica-rica, kali ini pun diabaikan maureen. Saat ini, hanya segelas minuman beralkohol itu yang ia mainkan di tangannya lalu ia buang setelah bosan.
“Aku masih banyak urusan di dunia ini, tenang lah, aku tidak akan mati cepat-cepat. Aku yang tahu kondisi tubuhku.” Maureen berujar dengan dingin tanpa penekanan apapun tapi hal itu malah membuat bulu kuduk pelayan itu meremang.
“Kalau Nyonya memerlukan sesuatu, Nyonya bisa panggil saya.”
“Ya, terima kasih,” tandas Maureen yang tetap tanpa ekspresi.
Pelayan itu meninggalkan Maureen seorang diri. Karena tidak tenang, akhirnya ia dan teman-temannya mengubah arah pandang CCTV untuk mengawasi Maureen. Mereka akan memantau Maureen secara bergantian karena perasaan mereka selalu was-was setiap kali nyonya mudanya berada di dekat kolam renang. Mereka tidak mau hal buruk terjadi lagi pada Maureen.
“Ini gak apa-apa kita ubah CCTV? Apa nanti gak di kira ngemata-matain nyonya muda?” tanya satu pelayan.
“Gak apa-apa. Biarin aja nanti kita kena omel yang penting kita bisa mastiin kalau nyonya muda baik-bik aja.”
__ADS_1
“Oh ya udah. Aku makan dulu ya, nanti kita gantian jagain CCTV nya.”
“Iya.”
Keempat pelayan itu kompak berbagi tugas. Beberapa pelayan yang masih memiliki pekerjaan, tetap melakukan tugasnya asalkan nanti bergantian memperhatikan Maureen selama di kolam.
Iseng karena duduk sendirian, Maureen mulai berjalan-jalan di sekitar kolam. Ia berjalan mondar mandir dan sesekali memainkan air kolam dengan ujung kakinya. Ia sangat ingin berenang tapi udara malam terlalu dingin, ia tidak mau kalau harus jatuh sakit lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan-jalan saja sambil menikmati udara malam yang semakin dingin dan lukisan Byan yang tampak menarik terkena cahaya lampu malam.
“Tring!” sebuah pesan masuk. Maureen segera mengeceknya dan ternyata pengirimnya adalah Dita.
“Kak, udah aku upload yaaa mini vlog aku dan udah aku tag juga nama kak Maureen. Boleh di cek yaa… mamacih Kak Maureen cantik badai kayak topan super nina yang membahana di seluruh dunia dan angkasa hingga galaksi,” tulis Dita si anak random. Ia bahkan menyematkan nama badai terdahsyat di dunia pada nama belakang Maureen.
“Ada-ada aja ini anak.” Maureen tersenyum kecil. Pesan Dita menjadi hiburan tersendiri bagi Maureen.
Ia membuka link sosial media yang di kirim oleh Dita. Video itu Dita upload di sosial media pribadinya dengan menyematkan nama Maureen di sana.
“Kemampuan Dita memang keren!” puji Maureen. Ia memberi komentar pada postingan tersebut.
“Video yang cantik di buat oleh tangan yang terampil. The one and only, callmedita.” Maureen menyertakan nama akun Dita sebagai ajang promosi dan memposting ulang video itu di akun media sosialnya.
Dalam hitungan menit, sudah ada ribuan orang yang menyukai dan memberikan komentar. Video itu juga di sebarkan oleh banyak orang termasuk orang-orang yang berada di group staf.
“Ditaaa, video lu keren. Nanti videoin gue pas prewed yaaa….” Pinta salah satu orang di group tersebut.
“Modelnya gak kaleng-kaleng, Kak Maureen cooyyy… gilaaakkk badas!!!” komentar lainnya muncul di antara banyaknya komentar di group tersebut.
__ADS_1
Hal ini cukup menjadi hiburan bagi Maureen hingga Dita akhirnya melakukan panggilan video pada Maureen.
“Ya, Ta?” Maureen segera menjawabnya.
“Kak Maureeeennnn, video kita rame bangeeettt!!! Udah ada beberapa orang yang neghubungin aku buat dibuatin video kayak gituuu. Kak Maureen mantul! Bawa keberuntungan buat aku.” Dita langsung 'nyerocos' tidak sabaran.
“Hahaahahha… selamat yaa… aku ikut seneng. Tapi menurutku itu karena kamu emang berbakat, Ta. Kamu videoin bunga atau rumput aja kayaknya bakalan banyak yang suka. So artistic!” puji Maureen dengan sepenuh hati.
“Heheheh makasih kak Maureen. Tapi aku beneran mau ngucapin makasih loh Kak. Kayaknya aku jadi deh ngajuin pindah departemen. Dari pake helm proyek jadi pake kamera. Gimana menurut Kak Maureen?” Dita terlihat begitu antusias.
“Kenapa enggak, kamu berbakat kok, Ta. Aku dukung sepenuhnya pilihan kamu. Yang jelas, tetap fokus dan konsisten yaa….”
“Siap Kak Maureen!!! Makasih banyak!!! Sayang kak Maureen banyak-banyak.” Dita membuat lambang hati dengan kedua tangannya yang melengkung di atas kepala dan senyumnya yang manis mengembang sempurna.
“Iyaa, sukses yaa….” Hanya itu pesan Maureen sebelum panggilan berakhir.
Maureen ikut tersenyum melihat semangat Dita yang menggebu.
“Kamu harus sukses Ta, supaya bisa terus menjaga adik-adik kamu sampai mereka dewasa dan mandiri,” gumam Maureen seraya memandangi layar ponselnya yang masih menyala.
Menyenangkan rasanya ketika bisa melihat seseorang meraih kesuksesan dengan kemampuannya sendiri. Ada rasa bangga melihat Dita berada di titik sukses yang tidak bisa semua orang raih. Hal ini menjadi hiburan tersendiri bagi Maureen yang tengah galau.
Di menit berikutnya, ada dua pesan masuk ke ponselnya Maureen. Satu melalui email dan satu lagi melalui pesan chat.
“Melda?” gumam Maureen yang segera mengecek pesan masuknya. Kabar apa yang mau Melda sampaikan kepadanya?
__ADS_1
****