
Michael dan Gerry meninggalkan ruangan, mereka menunggu di lobby depan klinik. Dokter Frans menatap mata Rose dengan tatapan menyelidik.
"Saya mohon maaf jika pertanyaan ini menyinggung perasaan anda, apakah anda pernah di lecehkan, Nona Rose?" tanya Dokter Frans dengan wajah serius.
"Deg!"
Jantung Rose tersentak. Dia merasa seperti seseorang menaburkan garam di lukanya. Sakit dan perih, itulah yang di rasakan Rose saat mendengar pertanyaan dari Dokter Frans.
"Nona Rose, saya tahu ini pertanyaan yang sensitif. Tapi jika anda ingin sembuh, anda harus jujur menjawab semua pertanyaan dari saya. Dengan begitu saya baru bisa membantu anda untuk sembuh dari trauma yang sedang anda hadapi sekarang." ucap Dokter Frans yang mengetahui Rose sedang panik karena pertanyaan yang dia lontarkan.
Rose menatap wajah Dokter di sampingnya, dia merasa Dokter Frans adalah Dokter yang baik dan bisa di percaya. Dengan mengumpulkan semua keberanian, dia mulai berkata pada Dokter.
"Dok, apakah anda akan percaya jika saya mengatakan bahwa saya pernah meninggal dan hidup kembali?" tanya Rose dengan wajah datar.
"Jika anda ingin menceritakan nya, saya akan percaya dan mendengar cerita anda." jawab Dokter Frans dengan suara halus.
Rose berpikir sambil menatap wajah Dokter Frans yang termasuk pria tampan. Tubuhnya bahkan seperti model iklan.
"Aku harus percaya pada pria ini jika ingin dia membantu ku menyembuhkan trauma di masa lalu." benak Rose.
Rose mulai menceritakan semua yang telah dia alami pada Dokter Frans. Dia minta Dokter Frans untuk merahasiakan hal ini meski pun dia tidak percaya pada kata-kata nya. Rose hanya butuh seseorang yang akan mendengar kisah nya agar dia bisa bernafas lebih lega.
"Apakah anda pernah bermimpi buruk setelah terlahir kembali?" tanya Dokter Frans.
Rose menggeleng, dia belum pernah bermimpi kejadian buruk di masa lalunya.
"Apakah anda bisa membuktikan semua itu pernah anda alami dan bukan hanya sekedar mimpi?" tanya Dokter Frans.
Dokter Frans tidak bisa mempercayai cerita aneh itu, namun dia tetap berusaha mencari solusi untuk pasiennya.
Rose mengangguk, dia menceritakan tentang truk yang menabrak James di kehidupan lalu. Namun di kehidupan ini, dia telah menyelamatkan nyawa James.
"Apakah yang di katakan pasien ini benar adanya? Ini terdengar sulit untuk di percaya, tapi jika dia memiliki bukti bahwa itu bukan sekedar mimpi, mungkin keajaiban memang telah terjadi padanya." benak Dokter Frans.
"Nona Rose, ada satu cara yang bisa membantu anda melupakan semua hal di masa lalu. Apakah anda ingin mencoba nya?" tanya Dokter Frans dengan wajah serius.
Rose menggeleng, "Tidak, jika saya melupakan semua kejadian buruk itu, saya tidak akan bisa mencegah hal itu terulang kembali. Saya akan mengingat semua kejadian itu dan mencegah hal itu terjadi di kehidupan baru ini."
__ADS_1
"Hmm... Kalau begitu, anda harus menjadi lebih kuat dan bertekad untuk memperbaiki cara berpikir anda. Jangan terlalu hanyut dengan kejadian di masa lalu, saat ini Nona Rose hanya seorang gadis kecil yang belum pernah di lecehkan. Tanamkan pemikiran positif ini, jika sudah berhasil melakukannya, anda akan lepas dari trauma buruk yang mengganggu kehidupan pribadi anda." ucap Dokter Frans memberikan saran.
"Dokter salah, saya bukan lagi gadis kecil yang belum pernah di lecehkan. Harga diri saya telah di injak oleh seorang laki-laki yang arogan dan egois." benak Rose.
"Terima Kasih Dokter telah mendengarkan cerita saya, dan terima kasih untuk saran dari Dokter. Saya akan berusaha melakukannya." jawab Rose dengan senyum getir di wajahnya.
Konsultasi itu pun berakhir, Michael membawa Rose pulang ke mansion setelah makan siang di sebuah restoran seafood.
"Ceklek!"
Rose membuka pintu, Michael ikut masuk ke dalam. Rose menatapnya dengan jengkel, Michael dengan cueknya duduk di sofa ruang tamu tanpa memperdulikan tatapan Rose.
"Kenapa anda masih di sini? Tuan Michael yang terhormat!" ucap Rose dengan nada kesal.
"Bukankah sudah ku katakan? Aku akan tinggal di sini sampai hutang-hutang mu lunas!" jawab Michael dengan nada dingin.
"Berapa jumlah hutang ku? Aku akan mengirimkan jumlahnya sesuai permintaan anda!" ucap Rose dengan nada datar.
Michael menatap Rose dengan wajah tak puas. Dia tidak suka di tantang oleh orang lain, apalagi di tantang oleh seorang wanita kecil.
"Seperti kata orang, utang nyawa di balas nyawa. Bukan kah nyawa mu sekarang menjadi milik ku? Rose Harika Chandra!" jawab Michael dengan nada menekan.
Michael berdiri dan mendekat ke gadis itu, Rose melangkah mundur hingga tubuhnya bersandar di dinding tembok. Michael mengurung tubuh Rose dengan kedua tangan, wajahnya di dekatkan ke wajah Rose.
Rose mulai gemetaran, tanpa sadar dia dilanda ketakutan yang amat sangat. Trauma di masa lalu benar-benar menghantui dirinya. Michael menyadari perubahan sikap Rose, dengan segera dia menjauhkan wajah dan tubuhnya dari Rose.
"Kamu nggak pa-pa?" tanya Michael dengan wajah cemas.
Rose terkulai lemas, kedua kakinya tidak kuat menahan berat tubuhnya karena bergetar hebat. Michael segera menahan tubuh Rose yang akan terjatuh. Bukannya membaik, getaran tubuh Rose semakin menjadi-jadi.
"Hey, tenangkan dirimu!" ucap Michael panik.
"Lepas, lepaskan aku! Jangan menyentuh ku! Bajingan kotor..." Rose terus meracau seperti yang dia lakukan tadi malam.
"Gerry!!" Michael berteriak memanggil asisten nya.
Gerry berlari dengan cepat dan masuk menemui Michael.
__ADS_1
"Panggil Dokter! Sekarang!!" perintah Michael dengan suara membentak.
Gerry terburu-buru menelepon dokter, butuh waktu sekitar 15 menit hingga 20 menit untuk sampai di mansion.
Michael membawa Rose ke dalam kamar, dia berusaha menenangkan gadis itu namun usahanya sia-sia karena Rose semakin panik ketika di dekati Michael.
"Drttt.... Drttt....!"
Handphone Rose bergetar, ada panggilan masuk dari James. Michael menjawab telepon dengan membuka speaker.
"Hallo Rose, kamu udah baikan? Boleh aku main ke sana nanti malam?" ucap James tanpa mengetahui siapa yang menjawab telepon.
"Tidak boleh! Rose sedang tidak sehat." jawab Michael dengan nada ketus.
"James..." ucap Rose dengan suara kecil.
Michael menoleh menatap Rose karena mendengar gadis itu memanggil nama James.
"Kau, teruslah berbicara!" perintah Michael kepada James.
"Apa yang terjadi pada Rose? Aku akan ke sana menjenguk nya sekarang juga." jawab James tanpa memperdulikan perintah Michael.
Rose terdiam membisu, dia tidak lagi meracau atau panik. Michael menjaga jarak dari gadis itu, dia berusaha agar kejadian tadi tidak terulang.
James tiba di mansion, dia berlari masuk tanpa mengetuk pintu. Gerry melihat James berlari dengan sangat cepat, asisten itu kembali berkata pada dirinya sendiri, "Saingan berat bos sudah datang."
"Rose!"
James masuk dan memanggil nama Rose, dia berniat mendekati Rose namun dihalangi oleh Michael.
Rose menoleh ke arah James, dia meneteskan air matanya. Rose kemudian bangkit dan memeluk James dengan erat.
"James, tolong aku!" ucap Rose sembari memeluk James.
Michael tercengang ketika melihat Rose memeluk pria lain. Namun dia tidak dapat berbuat apa-apa. Rose akan mulai panik jika Michael mendekati nya.
Dengan wajah kecewa Michael meninggalkan ruangan itu. Dia tidak sanggup berlama-lama melihat Rose memeluk pria lain di hadapan nya.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^