
Rose bergandengan tangan dengan Papa Hanz dan Papa Teddy, mereka menuju ke altar pernikahan yang sudah di hias dengan bunga mawar berwarna merah muda. Rose tersenyum melihat bunga yang sesuai dengan namanya, dia merasa sangat bahagia saat ini hingga berharap waktu bisa berhenti di sini.
Michael sudah berdiri di depan altar, dia menatap Rose dengan tatapan penuh cinta. Rose melangkah perlahan hingga ke tempat Michael. Papa Hanz dan Papa Teddy menyerahkan tangan Rose di atas telapak tangan Michael.
"Tolong jaga putri kami yang berharga." pinta Papa Hanz.
"Semoga kalian menjadi pasangan yang berbahagia selamanya." doa Papa Teddy.
Michael mengangguk sembari tersenyum. Dalam hatinya, Michael berjanji akan selalu membuat Rose bahagia dan menjaganya seumur hidup. Michael dan Rose berjalan ke tengah-tengah altar, mereka berdiri menghadap seorang pendeta yang akan memimpin upacara pernikahan.
"Apakah kamu, Michael Prince Hoffmann bersedia mengambil Rose Harika Chandra menjadi istri mu, untuk mencintainya, menghormatinya, dan setia kepadanya dalam sakit dan sehat, dalam kemakmuran dan kekurangan, sepanjang hidupmu? Apakah kamu akan membantunya, mendukungnya, dan menjadi sahabatnya seumur hidupmu?" tanya pendeta kepada Michael.
"Ya, saya bersedia." jawab Michael secara cepat.
Apakah kamu, Rose Harika Chandra, bersedia mengambil Michael Prince Hoffmann menjadi suami mu, untuk mencintainya, menghormatinya, dan setia kepadanya dalam sakit dan sehat, dalam kemakmuran dan kekurangan, sepanjang hidupmu? Apakah kamu akan membantunya, mendukungnya, dan menjadi sahabatnya seumur hidupmu?" tanya pendeta kepada Rose.
__ADS_1
"Ya, saya bersedia." jawab Rose sambil tersenyum bahagia.
Michael mengeluarkan cincin yang sudah dia siapkan untuk pesta pernikahan, dia memakaikan cincin tersebut di jari manis Rose. Begitu juga dengan Rose. Dia memasangkan cincin di jari manis Michael. Sekarang mereka telah resmi menjadi suami istri. Michael mencium bibir Rose dengan lembut, dia tidak rela melepas bibir itu jika bukan karena para tamu undangan masih berada di sana.
"Selamat atas pernikahannya." ucap Kristan.
"Terima kasih." ucap Rose sambil tersenyum.
Rose tersenyum dengan manis di depan asistennya, membuat wajah Michael cemberut karena terbakar rasa cemburu.
"Nggak bisa!" jawab Rose langsung tanpa berpikir.
"Kenapa gitu? Kamu demen banget yah tebar pesona?" tuduh Michael dengan wajah yang menggemaskan di mata Rose.
"Hahaha... Aku kan mesti cari klien. Harus banyak senyum dong, biar dapat klien. Gimana sih kamu!" ejek Rose sambil terkekeh.
__ADS_1
"Tapi Kristan kan bukan klien kamu!" protes Michael dengan wajah kesal.
Sebelum Rose sempat menjawab, James sudah menyela lebih dulu. "Rose juga banyak senyum di depan aku! Kamu sirik? Kita tukeran posisi aja, mau?" ucap James sambil tersenyum mengejek.
"Minta di hajar ya kamu?" tanya Michael dengan sebelah kepalan tangan di angkat setinggi wajah James.
"Bercanda, bercanda aja kok! Lagian, siapa juga yang mau jadi suami dari cewek tengil! Hanya kamu aja yang demen tuh!" seru James sambil terkekeh.
"Awas kamu yah!" keluh Rose sambil memonyongkan bibirnya.
"Selamat yah buat pernikahan kalian berdua." ucap James dengan setulus hati mendoakan kebahagiaan sahabatnya, Rose dan Michael.
"Terima kasih." sahut Michael dan Rose bersamaan.
"Mulai sekarang, hidup putrimu berada di tangan keluarga kami!" benak Mama Hoffmann.
__ADS_1
...Tamat Season 1...