
"Kamu nggak pa-pa? Ada yang sakit? Luka kamu gimana? Sakit nggak?" tanya laki-laki itu secara bertubi-tubi dengan wajah cemas dan panik.
"Hahhh...!!"
Rose menghela napas, dia yang tadinya marah, sekarang menjadi tidak tega karena melihat kecemasan di wajah Michael.
"Aku nggak pa-pa! Mike, aku nggak tau alasan kamu membenci Papa dan Mama. Tapi ku harap, kamu bisa lebih sopan di depan mereka. Karena bagaimana pun, mereka itu keluargaku, orang yang sudah melahirkan dan memberi ku kehidupan." ucap Rose sambil menundukkan wajah.
Michael terdiam, dia tidak tau harus bagaimana menjawab permintaan dari Rose. Dalam pikirannya, Michael merasa permintaan dari Rose benar-benar sulit untuknya. Dia tidak bisa bersikap baik-baik saja, apalagi di depan orang yang sudah menjadi penyebab kematian Michelle.
"Maaf Rose, aku belum bisa memaafkan mereka." benak Michael.
Michael kembali melanjutkan perjalanan, dia membawa Rose ke sebuah restoran mewah. Setelah berhenti di depan pintu restoran, Michael turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Rose yang masih terdiam karena melamun.
"Yuk turun!" ajak Michael setelah melepaskan sabuk pengaman yang terpasang di kursi Rose.
Rose menoleh ke samping, wajahnya kini sangat dekat dengan wajah Michael.
__ADS_1
"Glukkk!"
Michael menelan salivanya yang terasa banyak. Dia segera berdiri tegak sambil mengulurkan sebelah tangan.
Rose menggenggam tangan Michael, dia lalu turun dari mobil. Setelah melihat sekitar, Rose baru menyadari jika mereka saat ini belum tiba di rumah.
"Kenapa ke sini?" tanya Rose sambil menatap wajah Michael.
"Kita makan dulu sebelum pulang, kamu kan sudah lama nggak makan makanan enak." jawab Michael setelah melempar kunci mobil kepada petugas parkir.
"Kok sepi yah?" tanya Rose ketika melihat seluruh meja kosong melompong, tanpa seorang pun tamu yang datang.
"Mungkin belum jam makan." jawab Michael, dia menyembuyikan fakta bahwa restoran itu sudah di booking olehnya.
"Duduk di sini saja ya, aku suka sinar matahari." ajak Rose. Dia memilih duduk di sebelah dinding kaca yang lebar, di mana sinar matahari langsung masuk menerpa meja dan kursi yang tersusun rapi.
"Oke!" jawab Michael mengiyakan.
__ADS_1
Seorang pelayan datang menyapa, dengan dua buah buku menu di tangannya. "Selamat datang! Hari ini kami menyediakan menu special untuk pasangan. Apakah Tuan dan Nona ingin mencoba?" ucap pelayan dengan ramah dan sopan sambil menyerahkan buku menu kepada Rose dan Michael.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Michael sambil melihat buku menu.
"Aku mau cobain menu pasangan, kamu mau?" tanya Rose kepada Michael dengan sedikit berharap.
"Boleh!"
Rose tersenyum senang, dia segera menoleh, menatap pelayan yang masih berdiri menunggu pesanan. "Menu pasangannya satu yah, Mbak!" ucap Rose kepada pelayan.
"Baik, mohon tunggu sebentar. Akan kami siapkan dulu." jawab pelayan yang langsung berjalan menuju ke dapur.
Beberapa menit kemudian, dua orang pelayan datang membawa makanan yang di pesan oleh Rose. Pelayan meletakkan makanan dan minuman di atas meja. Rose merasa heran, sebab makanan yang di bawakan oleh pelayan sangatlah banyak. Mulai dari steak sapi, ayam panggang, sup sirip ikan, iga kambing bakar, dan makanan laut yang bervariasi.
"Mbak! Ini benar, menu untuk pasangan?" tanya Rose kepada pelayan.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1