Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 6. Diberi obat


__ADS_3

Ruang pesta berada di lantai 8, Rose berdiri sendirian menunggu lift. Wilson mendekati Rose dari belakang, pria itu juga datang untuk menghadiri pesta. Wilson telah menyelidiki gerak gerik Rose, dia mengetahui bahwa Rose akan hadir di pesta.


"Nona Rose, kita bertemu lagi." ucap Wilson.


Suara pria itu membuat Rose ketakutan, trauma pada kehidupan masa lalu sulit di lupakan oleh Rose. Tubuhnya gemetaran dan kakinya terasa lemas tanpa bisa di kendalikan.


Wilson menatap Rose dengan wajah penasaran, "Kenapa wanita ini sangat benci pada ku?" benak Wilson.


Pintu lift terbuka, Rose masih berdiri diam tanpa melangkah masuk ke dalam lift.


"Anda tidak masuk?" tanya Wilson.


Rose menggeleng pelan dengan tubuh yang masih gemetar. Dia tidak ingin satu lift dengan pria yang pernah membunuhnya.


Wilson masuk ke dalam lift, pintu lift tertutup. Setelah Wilson menghilang dari pandangan nya, Rose terjatuh ke lantai yang dingin. Kakinya merasa lemas, napasnya memburu karena sejak tadi dia lupa bernapas.


Seorang pria berlari mendekati Rose dan membantu Rose berdiri. "Kamu nggak pa-pa?" tanya pria itu.


Rose menggeleng sambil mengangkat wajahnya, dia menatap pria yang sedang menopang tubuhnya. "Lagi-lagi pria ini!" benak Rose.


Michael menggenggam lengan Rose untuk menopang tubuhnya. Dia tampak khawatir melihat wanita itu tiba-tiba terjatuh. Sejak Wilson bertemu Rose, Michael telah mengamati mereka dari jauh.


"Kenapa wanita ini ketakutan saat melihat pria itu?" benak Michael.


Rose melepas genggaman tangan Michael, "Terima kasih." ucap Rose singkat.


Pintu lift terbuka, Rose masuk ke dalam di ikuti Michael. Tubuh gadis itu masih bergetar meskipun Wilson tidak ada di sampingnya. Dia masih merasa ketakutan.


Michael memandang wajah imut Rose, gadis di sampingnya terlihat sangat cantik. Di tambah dengan sikap Rose yang sangat cuek, membuat pria itu semakin tertarik pada Rose.


Rose menyadari Michael melihatnya tanpa berkedip, Rose merasa tidak nyaman, dia berharap lift segera tiba di lantai 8.

__ADS_1


Pintu lift terbuka, Rose keluar dari ruang sempit itu dan berjalan menuju ke tempat acara. Michael terus mengikuti langkahnya, Rose menjadi ketakutan saat melihat pria itu berada tepat di belakang.


Rose mempercepat langkah kaki nya dan segera masuk ke tempat acara. Begitu masuk, Rose langsung menjadi pusat perhatian semua tamu undangan dan Tuan Rumah.


"Wow... amazing!"


"Cantik banget tuh cewek."


"Wihh... ada peri nyasar."


Semua pujian tertuju pada Rose, tentu saja ada beberapa wanita yang merasa iri menatap Rose dengan tatapan tidak suka.


Michael menyusul masuk, tatapan tamu kini berpindah ke wajah pemuda itu. Mereka terlihat seperti sepasang pria tampan dan wanita cantik. Apalagi saat Michael berdiri di samping Rose, benar-benar pasangan serasi.


Namun itu hanya pendapat orang-orang saja, karena Rose dan Michael tidak memiliki hubungan asmara.


Wilson menatap Michael dengan wajah cemburu, dia tidak suka ada pria lain di dekat Rose.


Rose berjalan sempoyongan menuju toilet. Wilson mengikuti Rose dari belakang tanpa diketahui oleh Rose. Pria itu menunggu di depan pintu toilet, dengan cepat Wilson menarik lengan Rose yang baru saja keluar dari pintu.


Rose memberontak dan meronta, namun dia tidak memiliki tenaga untuk melawan pria itu. Dia menutup bibir Rose dengan telapak tangan agar Rose tidak menjerit. Wilson membawa Rose masuk ke dalam sebuah kamar VIP di lantai 12.


Wilson mengunci pintu kamar dan menarik Rose ke tempat tidur. Tubuh Rose di hempas dengan kasar ke atas ranjang, Wilson membuka jas hitam nya kemudian naik ke atas ranjang.


"Kau... mau apa kau?" tanya Rose dengan suara gemetar.


"Wanita jalang, berulang kali kau menolak ku dan memilih pria miskin itu! Akan ku buat kau menjadi milik ku. Setelah malam ini, aku ingin lihat apakah kau masih bisa menolak ku!" ucap Wilson dengan mata penuh amarah.


Wilson menindih tubuh Rose, dia memegang erat kedua tangan Rose di atas kepala. Rose memberontak dan menendang Wilson dengan sekuat tenaga. Pria itu terjatuh ke samping, Rose berlari dan membuka pintu, namun pintu kamar terkunci.


Wilson bangkit dari ranjang, dia mengambil sebutir obat dari balik kantong jas. Wilson mendekat dan menarik tangan Rose, dia memasukkan obat ke dalam mulut Rose.

__ADS_1


Rose memuntahkan obat itu. Wilson kembali mengambil obat dari kantong jas, dengan jarinya, Wilson mendorong obat masuk ke dalam mulut Rose, telapak tangan Wilson menutup rapat bibir gadis itu agar obatnya tidak dimuntahkan. Wilson tersenyum puas saat melihat wanita itu tidak berdaya.


Rose mulai menangis, dia tidak menyangka akan mendapat perlakuan kasar dari Wilson di tempat ini. Tubuh Rose terasa panas, obat yang diberikan Wilson mulai bekerja. Rose menggigit bibirnya dengan kuat, dia tidak ingin dikendalikan oleh obat itu.


"Wanita jalang, sebentar lagi kau akan menjadi milik ku! Kau akan memohon dan melayani ku hingga pagi." ucap Wilson sembari melepas semua pakaian di tubuhnya.


Rose masih berusaha membuka pintu dengan tenaga yang tersisa, Rose menggedor pintu kamar. Wilson tampak murka melihat wanita itu masih berusaha kabur. Wilson menjambak rambutnya, tubuh Rose di hempaskan ke atas ranjang. Wilson melepas kancing baju di punggung Rose, wanita itu terus meronta dan menangis histeris.


"Lepaskan, lepaskan aku... kumohon lepaskan aku...!"


"Bammm!!!"


Pintu kamar di tendang dari luar, Michael berdiri di depan pintu, dia menatap Wilson dengan amarah yang memuncak. Michael menarik Wilson ke lantai dan memukul nya berkali-kali.


Michael berhenti saat mendengar tangisan Rose, dia membuka jas hitamnya dan menutupi tubuh Rose. Michael menggendong Rose keluar dari hotel, pria itu membawa Rose ke aparteman pribadi miliknya.


Michael membaringkan tubuh Rose ke atas ranjang, dia menyelimuti Rose dengan selimut tipis. Gadis itu masih menggigit bibirnya dengan kuat hingga berdarah.


Michael menghubungi temannya yang bekerja sebagai seorang dokter, dia meminta dokter segera ke apartemen miliknya.


Sementara itu Rose mulai kehilangan kendali, dia membuka selimut dan jas yang di pakaikan Michael.


"Panas..."


"Panas banget, nggak nyaman!"


"Tolong... bantu aku!"


Rose menarik lengan Michael, pria itu terjatuh menindih tubuh Rose. Michael menelan ludahnya saat menatap bibir merah Rose. Gairahnya mulai bangkit karena wajah cantik dan menggoda milik wanita di hadapan nya. Rose menyentuh dada Michael yang masih terbalut kain. Tangannya membuka kancing baju kemeja Michael seolah telah terbiasa.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2