
Rose belum tidur sejak tadi malam, sepanjang malam ia memikirkan bagaimana cara untuk menahan kepergian Paman Teddy.
Mondar mandir sambil berpikir, Rose tiba tiba saja mendapat ide untuk mencegah Paman Teddy naik ke pesawat yang akan mereka tumpangi.
Rose bersiap siap mengunjungi keluarga Yun, ia bergegas mandi kemudian mengambil kunci mobilnya setelah selesai berpakaian dan menguncir rambut.
Rose membuka pintu depan, Michael sudah berdiri di sana dengan membawa beberapa bungkus sarapan di kedua tangannya.
"Mau kemana pagi pagi gini?" tanya Michael dengan wajah tak senang.
"Aku mau ke rumah nenek Yun!" jawab Rose.
"Mau ngapain kamu ke sana lagi?" tanya Michael yang makin kesal.
"Ada hal penting yang harus aku lakukan. Aku pergi bentar ya!" ucap Rose sambil melangkah menuju ke parkiran mobil.
"Tunggu! Sarapan dulu sebelum pergi!" ucap Michael sambil menatap Rose melangkah menjauh.
"Aku sarapannya nanti aja, kamu sarapan dulu Mike!" ucap Rose yang mulai menyalakan mesin mobil bersiap meluncur.
Michael merasa emosinya akan segera meledak saat ini juga, melihat sikap Rose yang cuek seperti itu membuat hatinya terasa tidak nyaman.
__ADS_1
"Rose!" panggil Michael dengan nada tinggi.
"Brummm...!"
Mobil telah melaju pergi, Michael hanya berdiri menatap kepergian Rose. Kehilangan kendali atas emosinya yang sudah dia tahan sejak tadi, Michael membanting semua makanan yang sudah ia persiapkan untuk Rose.
Michael masuk ke mobil, ia mengejar mobil Rose dengan penuh emosi. Marah dan kecewa, itulah yang Michael rasakan terhadap sikap Rose.
"Aku sudah mencoba bersikap baik dan lembut. Aku bahkan menurunkan harga diriku hanya untuk bersamanya. Tapi semua hal yang aku lakukan hanya sampah di matanya." pikir Michael.
Rose sampai di tujuan, rumah nenek Yun, ia parkir tepat di depan pintu gerbang. Baru saja turun dari mobil, Michael dengan cepat menarik lengan Rose.
"Lepaskan aku!" pinta Rose.
"Rose!!" teriak Michael dengan nada tinggi dan wajah yang merah padam.
Sadar jika pria di hadapannya kini tidak lagi sama seperti yang biasanya, Rose melembutkan cara bicara dan pandangan matanya.
"Mike, aku ada urusan penting. Tolong lepaskan aku!" pinta Rose.
"Urusan penting apa yang membuat aku tidak terlihat di mata mu?" tanya Michael.
__ADS_1
"Nanti, nanti aku akan menjelaskan semuanya. Saat ini aku harus menemui Paman Teddy terlebih dulu." jawab Rose.
Michael diam kehabisan kata kata, dia melepaskan genggaman tangannya. Rose merapikan pakaian dan rambutnya, ia kemudian berjalan ke pintu gerbang dan menekan bel yang berada di samping pintu.
Tak lama kemudian pinti di buka oleh salah satu pembantu rumah tangga yang seeing di panggil mbok Siti.
"Maaf mbok, saya mau ketemu sama Paman Teddy. Apakah beliau ada di rumah?" tanya Rose sopan.
"Tuan besar ada di rumah, lagi di taman nyiram pohon sambil nungguin Nyonya senam pagi. Yuk masuk dulu Non!" jawab mbok Siti.
Rose di minta untuk menunggu di ruang tamu sementara Mbok Siti menyiapkan minuman hangat untuk Rose sebelum memanggil Paman Teddy.
Tak lama kemudian, Paman Teddy masuk ke ruang tamu bersama Nenek Yun.
"Selamat Pagi sayang, nenek senang banget kamu mau ke sini." ucap Nenek Yun yang langsung memeluk Rose tanpa melupakan cipika cipiki.
"Selamat Pagi Nek, Selamat pagi Paman Teddy." Ucap Rose.
"Udah sarapan Rose? Kalau belum, yuk kita sarapan bareng!" ajak Paman Teddy.
"Saya hanya mampir sebentar saja, Paman Teddy bisa meluangkan waktu sebentar buat Rose?" tanya Rose ragu ragu.
__ADS_1
"Iya, tentu aja bisa. Nak Rose perlu bantuan apa dari Paman?" jawab Paman Teddy.
"Saya ingin ikut perjalanan Paman Teddy keluar kota besok. Bolehkah Rose ikut?" tanya Rose.