
"Ting Tong...!"
Bel apartemen berbunyi, Michael segera tersadar karena suara bel itu. Dia segera membuka pintu untuk dokter yang di panggilnya.
"Wow... cantik banget..." ucap Dokter Sugi saat melihat wajah Rose.
Michael menatap Dokter Sugi dengan tajam, dia tidak suka pria lain menikmati kecantikan Rose.
"Cepat periksa dia!" perintah Michael dengan wajah kesal.
"Duh cuma obat perangsang, lu kan bisa obatin sendiri." ucap Dokter Sugi.
Michael menaikkan alis matanya, rasanya Michael ingin memukul teman nya itu.
"Kalau lu gak bisa, gue bisa kok. Lagian ini mainan sayang banget kalau di buang." ucap Dokter Sugi dengan niat serius.
"Bughhh!!!"
Michael memukul wajah Dokter Sugi, hidung pria itu mengeluarkan darah. Mendengar kata "mainan" membuat Michael naik darah. Tanpa sadar dia melayangkan tinju ke wajah Dokter itu.
"Apaan sih Prince? cuma satu cewek doang lu mukulin temen!" ucap Dokter Sugi dengan nada marah.
Michael menarik tangan Dokter Sugi dan mengeluarkannya dari apartemen. Dokter Sugi memang playboy yang suka ganti pasangan. Semua wanita yang menjadi pacarnya sudah pernah di tiduri. Michael merasa menyesal telah memanggil Dokter hidung belang itu.
Michael kembali ke kamar, dia panik saat melihat tubuh Rose yang sudah polos tanpa busana. Maklum saja bila Michael merasa panik, karena pria itu sama sekali belum pernah melihat tubuh wanita. Ini pertama kalinya dia membawa wanita pulang ke rumah. Ini juga pertama kali nya Michael merasa tertarik pada wanita.
Michael mengambil selimut dan menutup tubuh Rose, wajah pria itu kini semerah kepiting yang di rebus. Dia merasa malu melihat tubuh Rose yang polos tanpa sehelai benang pun.
Rose meronta dan menarik selimut dari tubuhnya, dia bangkit dari tempat tidur dan mencium bibir Michael. Pria itu diam membeku, matanya berkedip beberapa kali saat bibir mereka menyatu. Rasa hangat dan manis memenuhi bibir seksi nya. Tanpa rasa jijik, Michael membalas ciuman dari Rose.
__ADS_1
Beberapa menit mereka berciuman "panas" hingga napas kedua nya memburu, detak jantung Michael terdengar sangat keras dan cepat. Gairah lelakinya mulai memuncak, Michael menurunkan bibirnya ke leher mulus Rose. Lidahnya kini bermain di leher itu, Michael meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di sana.
Tubuh Rose meliuk karena sentuhan dari bibir dan lidah Michael, Rose mulai mengeluarkan suara-suara desahan dari bibir nya, suara itu membuat gairah Michael makin memuncak. Malam yang panjang itu di penuhi dengan acara panas di ranjang.
Matahari mulai terbit, Rose membuka matanya. Wanita itu melirik pemandangan di kamar asing yang baru pertama kali dia lihat. Ingatan-ingatan tadi malam muncul di benaknya, dia mengingat Wilson memberi obat padanya, namun kejadian selanjutnya Rose tidak ingat.
Rose bangkit dari tempat tidur, dia menuju ke toilet di dalam kamar. Wanita itu bercermin di sebuah cermin besar yang ada di dalam toilet. Betapa hancur hati Rose saat melihat bekas-bekas merah pada lehernya. Rose berlari keluar dari toilet, dia mencari sesuatu di sprei putih yang menutupi ranjang.
"Jeder!"
Hatinya bagai tersambar petir di pagi hari, jejak darah di sprei itu seolah menghancurkan dunia nya. Tangan dan kaki Rose mulai gemetar, Rose mencoba mengingat apa yang terjadi.
Rose menatap pakaian yang dia pakai saat ini, piyama seorang pria tengah melekat di tubuhnya. Dia menatap seluruh ruangan kamar dan mendapati sebuah foto yang tergantung di dinding.
"Pria itu... Pria itu lagi! Bajingan itu telah menghancurkan hidupku! gumam Rose.
Rose keluar dari kamar, dia turun dari tangga. Michael berada di ruang makan, pria itu sedang menikmati kopi pagi nya dengan sepotong sandwich.
Rose menatap pria itu dengan tatapan benci. Hatinya sakit mengingat harga dirinya terinjak-injak tadi malam.
"Di kehidupan kedua, aku masih saja seorang loser" benak Rose.
Rose berjalan keluar dari pintu apartemen tanpa menjawab pertanyaan Michael. Pria itu menatap Rose dengan tatapan heran, "Ada apa dengan wanita itu?" benak Michael.
Rose berjalan kaki menyusuri jalan yang entah di mana. Dia berhenti saat melihat toko Apotik. Rose membeli obat pil KB, dia menelan obat itu tanpa air.
Michael menatapnya dari kejauhan, entah kenapa dia kesal saat melihat Rose menelan pil KB. Namun sekarang Michael mengerti kenapa Rose menatapnya dengan mata penuh kebencian.
Michael mengingat kejadian tadi malam, Rose dan dirinya bermain dengan panas di atas ranjang, namun Michael menghentikan permainan itu saat "junior" nya mulai sulit dikendalikan. Pria itu membawa Rose ke kamar mandi, dia menyiram air dingin ke tubuh mereka.
__ADS_1
Setelah beberapa menit tersiram air dingin, Rose mulai tertidur lelap. Michael memakaikan piyama tidur miliknya ke tubuh Rose. Michael membaringkan tubuh Rose ke atas ranjang, sedangkan dirinya tidur di sofa ruang tamu.
Michael tersenyum mengingat kejadian itu, Rose berpikir dirinya telah dilahap habis oleh Michael, dia membeli pil KB untuk mencegah dirinya hamil di luar nikah.
Namun Michael merasa marah saat melihat Rose melakukan itu. "Apakah wanita ini tidak sudi hamil bayi dari ku?" benak Michael.
Jika wanita lain, sudah pasti sangat berharap memiliki anak dari Michael, tapi Rose berbeda. Rose tidak ingin memiliki hubungan asmara dengan pria lagi.
Michael menghampiri Rose dengan mobil lamborghini hitam.
"Masuk!" perintah Michael.
Rose mengabaikan pria itu, kebencian terlihat di matanya saat mengingat darah yang ada di sprei putih. Darah itu adalah darah dari bibir Rose yang terluka akibat gigitan nya sendiri. Namun Rose salah sangka dan mengira darah itu adalah bukti mahkotanya telah di renggut.
Michael masih terus mengikuti Rose, beberapa kali pria itu menyuruh Rose masuk ke dalam mobil. Michael kehabisan kesabaran, dia turun dari mobil dan menggendong Rose. Michael membawa Rose masuk ke dalam mobil.
Dia mengantar wanita itu pulang, Rose turun dari mobil tanpa berkata-kata. Dia masuk ke Mansion besar yang sepi tanpa seorang pun, Lily sedang mengunjungi orang tua mereka di Amerika.
Rose mandi di bawah guyuran shower, dia merasa jijik dengan tubuhnya, dia merasa kotor karena sudah di nodai oleh Michael. Rose mandi hingga 2 jam, dia keluar dari kamar mandi saat perutnya merasa lapar.
Rose menelepon James dan mengajaknya makan siang bersama. Dia tidak ingin melewati hari ini sendirian.
James datang membawa beberapa kotak pizza. Mereka menikmati pizza sambil nonton film horor di ruang tamu. Tak lupa James membeli minuman coke dari supermarket. Pizza dan coke adalah teman terbaik menurut kedua sahabat itu.
*Coke \= Coca Cola
Wilson sedang duduk di dalam mobil, dia mengamati James yang masuk ke mansion Rose, Wilson merasa kesal karena Rose terus menghindar darinya.
"Wanita jalang, semalaman dia bermain bersama pria kaya, hari ini dia mengundang pria miskin ke rumah. Bisa-bisanya aku tertipu dengan wajah polosnya." ucap Wilson.
__ADS_1
Wilson menunggu Rose membuka pintu mansion, dia berencana menculik Rose yang sedang sendirian di rumah. Namun niatnya berubah saat melihat kedatangan James.
^^^BERSAMBUNG...^^^