
Calvin menatap kotak perhiasan dan Rose secara bergantian. Dia lalu menjawab Rose dengan berkata, "Saya akan membayar anda, apapun yang Nona lakukan, tidak akan mengubah prinsip hidup saya. Jadi tolong terima saja uang yang akan saya bayar!"
Pria itu lalu mengeluarkan ponsel, dia menghubungi seseorang yang bernama Zoe.
"Zoe, cari nomor rekening atas nama Nona Rose Harika Chandra yang bekerja di Perusahaan A-more. Kirimkan uang 1 Triliun ke nomor rekeningnya!"
Setelah menutup percakapan di ponsel, Calvin lalu berkata kepada Rose. "Meskipun saya tidak tahu utang apa yang anda miliki, jangan pernah membayarnya kepada saya! Karena saya bukan lah orang yang memberikan pinjaman kepada orang lain dengan tulus. Anda pasti paham setelah menyelidiki tentang hidup saya selama ini!"
Tak ada lagi wajah yang ramah, hanya terlihat senyum sinis dan wajah yang dingin. Calvin tidak lagi bersikap lembut di depan Rose.
"Berani-beraninya wanita itu menyelidiki tentang hidupku! Akan ku bunuh dia jika berani macam-macam denganku!" batin Calvin.
Pria itu keluar dari ruangan Rose dengan kedua tangan yang mengepal erat, menahan emosi serta amarah. Dia mengira jika Rose merencanakan semua pertemuan ini setelah menyelidi tentang kehidupannya.
Rose hanya bisa diam menerima semua kesalah-pahaman ini. Dalam hati Rose berkata, "Sudahlah, biarkan saja dia menganggap semua ini sudah ku rencanakan. Lagi pula, ku jelaskan pun percuma saja. Siapa yang akan percaya jika aku bilang pernah mati lalu hidup kembali?"
"Drtttt! Drtttt!"
Sebuah pesan masuk ke ponsel Rose. Dia membuka pesan itu lalu membaca tulisan yang ada di layar ponsel.
"1.000.000.000.000 Rupiah telah masuk di rekening anda. Silahkan cek saldo di mobile banking atau Atm terdekat."
"Ternyata dia memang sudah gila sejak usia muda!" benak Rose.
Flashback
Rose memakai pakaian rapi,dia berdiri di depan sebuah komputer. Beberapa pelanggan tampak berbaris menunggu antrian untuk membayar tagihan makan malam mereka.
__ADS_1
Calvin berada di dalam barisan. Rose mengenalinya sebab sejak pria itu masuk ke dalam restoran, Rose sudah menatap keluarga bahagia yang Calvin miliki. Seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang lucu dan menggemaskan, di temani oelh seorang wanita yang dipanggil Honey oleh Calvin.
Mereka keluar dari restoran, Rose masih menatap keluarga kecil yang terlihat bahagia itu hingga mereka akhirnya masuk ke dalam sebuah mobil berwarna putih. Tak lama setelah itu, Calvin turun dari mobil. Dia berjalan masuk kembali ke restoran, langkahnya menuju ke meja kasir di tempat Rose duduk. Calvin menyerahkan sebuah kertas ke tangan Rose, ia lalu berbisik, "Hati-hati!"
Rose tak mengerti apa yang dikatakan oleh Calvin, namun dia tetap membaca tulisan yang ada di kertas.
"Seseorang sedang memperhatikan Nona."
Rose langsung merinding begitu membaca tulisan itu, dia menatap wajah Calvin lalu bertanya, "Siapa?" dengan wajah tegang dan perasaan takut.
Calvin pun berbisik, "Pria yang duduk sendirian di sudut ruangan."
Setelah menjawab pertanyaan dari Rose, Calvin melangkah pergi. Pria itu kembali ke mobil dan tak lama kemudian mobil itu melaju pergi meninggalkan parkiran.
Waktu pulang kerja tiba, Rose membantu rekannya untuk membersihkan dapur. Setelah semuanya selesai, Rose lalu melepas seragam kerja. Rose keluar dari restoran, dia melihat sebuah mobil putih berada di depan. Mobil yang terlihat tidak asing, yang ternyata adalah milik Calvin.
"Nona kasir!" panggil pria itu ketika Rose baru saja keluar dari pintu.
"Ayo naik!" tawarnya dengan membuka pintu mobil.
"Naik??" tanya Rose yang merasa bingung.
"Iya, saya akan mengantarkan Nona kembali ke rumah!" jawab Calvin saat itu.
"Laki-laki ini mau ngapain sih? Dia kan udah punya istri dan anak. Kok malah sikapnya begini ke aku?" benak Rose.
Seolah mengetahui isi pikiran Rose, Calvin pun berkata, "Jangan khawatir, saya hanya akan mengantar Nona kembali dengan selamat. Saya tidak punya niat jahat sama sekali terhadap Nona kasir!"
__ADS_1
"Apa sebaiknya aku naik saja ya? Aku memang takut sama pria yang tadi lihatin aku terus di dalam resto. Jangan-jangan pria itu masih lihatin aku di luar sini!" benak Rose.
Rose menatap wajah Calvin, dia lalu berkata dalam pikirannya, "Lagi pula wajah inj kan gak mungkin seorang penjahat. Lihat tuh mukanya aja tampang anak baik-baik gitu. Udahlah putih, kulitnya mulus pula. Cara bicara dan sikapnya juga sopan, gak mungkin dia seorang penjahat!"
Setelah banyak pertimbangan, akhirnya Rose masuk ke dalam mobil. Calvin bertanya alamat rumah Rose, setelah dia mengetahui alamatnya, mobil pun meluncur menyusuri jalanan yang mulai sepi.
Tiba-tiba sebuah truk besar yang beroda 16 datang dari arah depan, Calvin berusaha menghindar dari tabrakan truk. Namun naas, mobil putihnya malah menabrak pembatas jalan. Mobil terjatuh dan berguling di sebuah rawa-rawa yang tidak begotu dalam.
Ketika mobil berguling, Calvin lebih dulu melindungi tubuh Rose. Dia melepaskan sabuk pengaman dan memeluk erat Rose hingga akhirnya mobil mendarat di dalam rawa-rawa.
Beberapa bagian tubuh Calvin terluka, kepalanya juga berdarah sangat banyak. Dia masih sempat mengatakan beberapa kata kepada Rose. "Nona Kasir, maafkan saya karena tidak bisa membantu anda lagi!" dan Pria itu pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Awalnya Rose mengira jika kecelakaan itu hanya sebuah kecelakaan biasa. Namun setelah beberapa tahun berlalu, Rose akhirnya mengetahui jika Luna lah orang yang telah merencanakan pembunuhan ini. Bahkan kata-kata itu keluar dari mulut Luna sendiri. Target Luna tentu saja Rose, namun Calvin malah mati menggantikan dirinya.
Rose yang merasa bersalah sejak kematian Calvin menjadi semakin sesak ketika mengetahui kenyataan itu. Dia merasa dirinya lah yang telah membunuh pria yang pernah menjadi pelanggannya. Tak di sangka dia bisa bertemu lagi dengan Calvin.
"Kenapa aku bisa tidak tau nama dari pria itu? Bagaimana aku melewati hidup setelah melihat seorang pria mati di depanku? Aku tidak bisa mengingat detail semua hari-hari berat yang ku lalui setelah kejadian itu." benak Rose.
"Di kehidupan ini, aku akan membayar kebaikan anda di masa lalu, Tuan Calvin!" ucap Rose dengan wajah serius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nyonya Erna berada di sebuah ruangan, dia bersama seorang wanita yang berpakaian serba putih.
"Saya ingin melakukan test DNA dengan rambut ini, apakah bisa?" tanya Nyonya Erna kepada Dokter di depannya.
Dokter pun menjawab, "Bisa, Bu Erna. Apakah anda membawa potongan rambut yang akan di test?"
__ADS_1
"Sudah lama aku ingin melakukan test DNA ini, namun hatiku masih belum siap. Aku takut jika perkiraanku salah, aku takut akan kembali dikecewakan oleh kenyataan. Tapi sekarang, aku tidak ingin lari lagi dari kenyataan itu. Aku harus mengetahui kebenarannya. Jika benar Rose adalah putriku, aku akan menuntut orang yang sudah merebutnya dariku!" benak Nyonya Erna.
^^^BERSAMBUNG...^^^