Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 78. Di mobil berdua


__ADS_3

Ciuman yang lembut perlahan menjadi panas dan liar. Tangan Michael yang nakal bergerak-gerak, dari pinggang naik ke atas hingga sampai di belahan dua bukit kembar milik Rose yang masih polos.


Ciuman Michael pun turun ke leher jenjang milik Rose yang putih mulus tanpa noda. Sesekali Rose meringis geli ketika titik lemahnya di jamah oleh benda tak bertulang milik Michael.


Gairah pria itu tiba-tiba saja memuncak, dia sulit menahan hasratnya untuk melanjutkan permainan yang lebih jauh lagi. Sebelah tangannya menyibak dress putih transparan yang menghalangi jarinya. Perlahan dia menyentuh kulit paha yang mulus di bawah sana, hingga berakhir di ujung dan menyentuh bagian inti yang memang menjadi tujuannya.


Rose kaget mendapat sentuhan di daerah terlarang itu, dengan ceoat dia melepaskan ciuman dari Michael dan membenarkan posisi dress nya yang naik ke atas.


"Gak boleh!" ucapnya dengan pelan dan wajah yang memerah.


"Rose! Kamu... Mau menikah denganku?" ucap Michael dengan hasrat yang membara.


"Ka... Kamu cuma mau itu aja makanya mau nikahin aku?" tanya Rose tanpa menatap wajah Michael.


"Gak, aku ingin memiliki kamu seutuhnya. Aku mau hati kamu, jiwa kamu, tubuh dan juga cinta kamu. Maukah kamu menikah denganku?" tanya Michael sekali lagi.


Rose merasa bahagia mendengar lamaran dari Michael. Dia mengangguk sambil berlinang air mata. Tersentuh dengan cinta yang diberikan Michael untuknya.

__ADS_1


"Aku mau, tapi jangan sekarang ya, Mike!" ucap Rose di telinga pria itu ketika Michael memeluk erat tubuhnya.


"Kenapa?" Michael meminta alasan.


"Karena ada yang harus ku lakukan sebelum menikah." jawab Rose.


"Tidak bisakah kita melakukannya bersama setelah menikah?" tanya Michael yang merasa sedikit kecewa.


"Tentu saja tidak, aku ingin membalas semua dendam ini terlebih dulu agar bisa hidup dengan tenang dan bahagia." jawab Rose dalam hati.


"Baiklah, lagi pula umurmu juga masih muda. Aku akan menunggu, berapa lama pun akan ku tunggu!" jawab Michael. "Tapi..." pria itu menatap ke bawah.


"Tapi apa?" tanya Rose.


Michael mengarahkan tangan Rose ke adik kecilnya yang masih berdiri tegak. Rose segera menjerit, "Mike! Kamu nih ya!!"


"Hahaha...!" Michael malah tertawa melihat reaksi dari wanita yang dia cintai. Dia kemudian berbisik di telinga Rose, "Kamu harus tanggung jawab!"

__ADS_1


"Tanggung jawab? Gimana caranya?" tanya Rose tak mengerti.


Michael tersenyum licik, tanpa berlama-lama, dia kembali menerkam tubuh Rose bagai singa kelaparan. Dari jendela, Lily hanya melihat sebuah mobil yang bergoyang-goyang tanpa terlihat isi di dalamnya. Sebab kaca mobil itu terlalu hitam dan hari pun sudah sangat gelap.


"Mike, gak boleh, kita masih belum menikah!" tolak Rose yang merasa gugup sebab Michael terus-terusan mencoba meraba tubuhnya yang sensitif.


"Stttt!" Michael memintanya untuk diam. Dia sedang mencoba menahan hasrat lelakinya yang sudah hampir meledak.


Beberapa menit kemudian, Rose keluar dari mobil. Michael melambaikan tangan ke arahnya lalu meminta Rose untuk masuk ke dalam rumah.


"Besok aku jemput ya, kita makan malam bersama!" ajak Michael.


"I... Iya." jawab Rose dengan wajah malu-malu.


Rose berjalan masuk ke dalam rumah, Michael menatap punggung Rose sambil mengeluh, "Ckkk, terpaksa mandi air dingin deh!"


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


__ADS_2