Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 55


__ADS_3

Rose berada di dalam kamar mandi, dia merendam tubuhnya di dalam bak air hangat yang beraroma bunga mawar.


Aku lelah dengan semua ini. Kenapa mereka selalu saja memperlakukan aku seperti ini? Aku hanya di anggap sebagai wanita murahan yang bisa mereka perlakukan seenaknya, hanya sebatas wanita yang di gunakan sebagai alat pelampiasan nafsu birahi para lelaki. Aku membenci mereka semua, aku membenci perlakuan mereka terhadapku.


Aku kangen sama mama, papa dan Lily, aku ingin bertemu dengan kalian semua! Apa sebaiknya aku tinggal di Amerika saja?


Tidak, aku tidak boleh kabur dari masalah. Aku harus menghadapi semua ini dengan kekuatanku sendiri. Kalau memang terlalu sulit untuk hidup sebagai orang baik, aku akan berubah menjadi iblis demi mendapatkan hidup yang lebih baik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Putra satu-satunya dari keluarga Harris sekaligus pewaris tunggal dari PT. Harris Utama ditemukan dalam keadaan babak belur di atas sebuah jembatan layang yang berada di Jalan Anggrek.


Kondisi pria itu sangat mengenaskan dengan wajah bengkak dan memar serta dua tulang rusuk yang patah. Menurut nara sumber, pria itu diculik oleh seseorang lalu di bawa ke sebuah rumah kosong.


Setelah dipukuli hingga babak belur, tubuh pria itu dibuang di atas jembatan layang. Kamera CCTV menangkap rekaman sebuah mobil van hitam yang membuang tubuh korban, namun polisi tidak dapat menemukan jejak mobil serta nomor BK yang tertera karena memang tidak terpasang plat BK di mobil itu.


Kini pria yang bernama Wilson Harris sedang di rawat di salah satu rumah sakit di kota X. Polisi sedang mencari pelaku dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh korban."


****************


Michael mendengarkan berita yang ditayangkan di televisi, dia menyunggingkan senyuman sinis saat mendengar polisi sedang mencari pelaku.


"Aku pelakunya, carilah sampai dunia ini kiamat!" gumam pria itu.


Gerry mengetuk pintu, namun Michael tidak mendengar karena terlalu fokus dengan suara berita.


"Bos!" panggilnya saat ia baru masuk ke dalam ruangan.


Michael melirik ke arah Gerry, ia lalu bertanya, "Ada apa?"


"Saya sudah bereskan semua bukti, lalu sore ini kita ada janji dengan Tuan Ongko yang merupakan CEO di J.K Corp." lapor Gerry.


"Oke!" jawab Michael.

__ADS_1


Gerry masih berdiri diam di sana sambil menatap wajah Michael.


"Ada lagi?" tanya Michael ketika melihat Gerry yang sedang menatapnya.


"Nona Rose hari ini..."


"Ada apa dengan Rose?" tanya Michael yang langsung melebarkan bola matanya.


"Nona Rose meminta cuti dari kampus dengan alasan akan bekerja di perusahaan ayahnya selama 1 tahun." ucap Gerry.


"Kenapa dia melakukan itu?" tanya Michael.


"Maaf Bos, saya tidak tau alasan jelasnya, tapi sepertinya ini karena Nona Rose mau menjadi penerus perusahaan ayahnya A-more Grup. Perlukah saya mencari tahu lebih lanjut?" tanya Gerry.


"Tidak perlu." jawab Michael dengan sejuta pikiran di kepalanya.


"Kalau begitu saya permisi dulu." ucap Gerry.


Belum sempat pria itu keluar, Michael kembali memanggil namanya, "Ger!"


"Mulai sekarang awasi semua gerak gerik Wilson Harris! Aku mau semua informasi tentang pria itu, siapa yang dia temui dan apa yang dia lakukan! Semuanya!" perintah Michael dengan wajah serius.


"Baik Bos!" jawab Gerry, dalam hati pria itu mengeluh, "Nambah lagi deh kerjaanku!"


Setelah Gerry keluar dari ruangan itu, Michael mengambil ponselnya lalu membuka aplikasi Tab Tab. "Dia sedang apa ya? Apa aku chat aja?" pikir Michael sambil menatap layar ponsel.


Karena tak kuat menahan rasa rindu, dia lalu mengetik chat untuk Rose melalui aplikasi Tab Tab. "Hai Rose, lagi apa?" namun setelah menunggu 1 jam, chat itu belum juga di baca oleh si penerima pesan.


Berulang kali Michael menyalakan layar ponselnya meski ponsel itu tak berbunyi. Dia menunggu balasan chat dari Rose yang tak kunjung tiba dengan perasaan yang gelisah.


Sementara itu, di sebuah ruangan yang tertata rapi dengan sepasang meja dan kursi, Rose duduk di sana sambil membaca laporan keuangan yang baru saja di serahkan oleh salah satu staff perusahaan.


"Nona Rose, laporan laba rugi perusahaan ada di map ini!" ucap seorang wanita yang mengenakan tanda pengenal dengan nama Yenny.

__ADS_1


"Letakkan saja di sana!" tunjuk Rose ke salah satu sudut meja. "Terima kasih ya!" ucapnya sambil menatap Yenny dan tersenyum ramah.


Jam dinding menunjukkan pukul 5 sore namun Rose masih duduk di ruang kerja dengan setumpuk laporan di meja. Dia berusaha membaca semua laporan itu dalam satu hari sebab besok dia akan mulai bekerja secara resmi di perusahaan yang merupakan milik ayahnya, A-more Grup.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Rose berdiri dari tempat duduknya lalu melakukan peregangan, tubuhnya terasa lelah setelah duduk selama puluhan jam.


"Laper banget!" keluhnya sambil memegangi perut yang berbunyi krucukkk.


Rose mengambil tas yang dia masukkan ke dalam laci lalu berjalan keluar dari ruang kerja. Dia melewati sebuah ruangan gelap untuk menuju ke pintu lift yang berada di tengah-tengah gedung.


Setibanya di depan pintu lift, sambil menunggu, Rose mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Dia memeriksa semua panggilan tak terjawab dan pesan dari Prince yang belum dia baca sejak pagi tadi.


"Maaf, aku baru baca karena tadi masih sibuk. Aku lagi otw makan malam, kamu lagi apa?" ketik Rose untuk membalas pesan dari Prince.


"Aku lagi kangen sama kamu!" balasan dari Prince yang di anggap angin lalu oleh Rose.


"Ting!"


Pintu lift terbuka, Rose masuk ke dalam lalu menekan tombol dengan tulisan B. Pintu lift tertutup, beberapa saat kemudian pintu lift itu kembali terbuka karena telah tiba di lantai yang di tuju.


Rose berjalan menuju ke parkiran mobil, "Astaga!" ucapnya kaget ketika melihat ban mobil si merah yang berlubang parah. "Kalau benerin ban dulu bisa-bisa aku mati kelaparan. Aku pesan taxi online aja deh!" ucapnya sambil menggaruk-garuk kepala.


Rose membuka layar ponsel, dia melihat ada notifikasi pesan masuk yang belum dia baca dari Prince.


"Kamu nggak kangen sama aku?"


"Ya nggak lah!" ucap Rose setelah membaca pesan tersebut namun masih tak di balas olehnya.


Rose memesan taxi online, dia menunggu sambil berdiri di depan pintu masuk gedung A-more yang di jaga oleh dua orang satpam.


"Non, duduk aja di sini!" ajak seorang pria berseragam satpam ketika melihat Rose berdiri di samping pos jaga.


"Sudah mau sampai kok taxinya, Makasih!" jawabnya sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


Sebuah mobil hitam berhenti di depan gerbang, seorang pria bertopi menurunkan jendela kaca lalu bertanya, "Permisi! Ada yang pesan taxi online di sini atas nama Nona Rose?"


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2